• Latest

You Only Die Once

August 9, 2021

Pergi dan Kembali

March 14, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

March 14, 2026
Air Keras di Tengah Malam Jakarta

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

March 14, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

March 14, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Belajar dari Geopolitik Timur Tengah: Apa Pelajaran bagi Negara Berkembang?

March 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

March 14, 2026

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

You Only Die Once

Redaksi by Redaksi
August 9, 2021
in Artikel, Bidik, kematian, Motivasi, UIN Ar-Raniry
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026

Oleh Gebrina Rezki

Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

 

Kematian memang menjadi misteri dan rahasia kehidupan. Kematian datang tiba-tiba, hingga tidak ada seorang manusia pun mengetahui kapan ajal menghampiri. Kita sering mendengar bahwa hidup ini hanya sekali, tetapi kita sering lupa bahwa kematian juga terjadi hanya sekali. Kita tidak bisa memilih bagaimana kita berawal, kapan dan dimana. Tetapi kita bisa memilih bagaimana kita berakhir. Karena manusia kemungkinan besar akan mati sebagaimana kebiasaannya ketika dia masih hidup.

Pernah gak sih kita berfikir karena kematian yang akan kita hadapi hanya sekali? Kita harus mati dan meninggalkan kehidupan dunia dengan keren, dalam artian kematian itu bagus untuk diceritakan. Contoh kematian keren itu mati ketika lagi sujud, mati syahid ketika lagi berjihad, mati dalam keadaan sedang membaca Alquran, mati ketika salat dan sebagainya.

Mungkin puka seperti di masa lalu, Hanzhalah Bin Amir yang wafat karena berjihad di medan perang. Lalu jenazahnya dimandikan oleh malaikat atau seperti Sa’ad Bin Mu’adz yang wafat, lalu ditakziah malaikat yang tak terhitung jumlahnya. Mereka mengakhiri hidup dan meninggalkan dunia dengan keadaan terus menginspirasi kebaikan tanpa habis.

Ada pula sebagian orang yang matinya tidak keren dan harus dijadikan pelajaran dan ibrah sebagai pengingat bagi kita. Contoh mati yang tidak keren itu seperti mati dalam keadaan sedang menyekutukan Allah. Mati ketika sedang punya utang atau mati ketika sedang bermaksiat? Na’udzubillahi min dzalik.

Karena kematian hanya sekali, inginnya kita mati dalam keadaan memperoleh doa tanpa putus dan diingat segala kebaikan, ketaatan menjadi kenangan yang bisa dijadikan motivasi dan semangat bagi orang lain. Sehingga tiap kali disebut kebaikan dan ketaatan kita mengalirlah pahala sebagai amal jariyah bagi kita. Aamiinn.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 181x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 174x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 115x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 106x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 85x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

#Cerpen

Pergi dan Kembali

March 14, 2026
Islam

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

March 14, 2026
Air Keras di Tengah Malam Jakarta
#Cerpen

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

March 14, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah
Puisi Essay

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

March 14, 2026
Next Post

Hikmah Tahun Baru Islam 1443 H

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com