Oleh Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd.
Setiap tanggal 2 Mei, penanggalan kita ditandai dengan warna merah sebagai Hari Pendidikan Nasional. Biasanya, memori kita langsung terbang ke lapangan sekolah, baris-berbaris di bawah sinar matahari pagi, dan mendengarkan pidato panjang tentang pentingnya belajar.
Tapi, pernah tidak kita bertanya: Kenapa harus 2 Mei? Dan apa urusannya buat kita yang sekarang sudah jarang pegang buku tulis?
1. Kado Ulang Tahun untuk Sang “Penggebrak“
Tanggal 2 Mei sebenarnya adalah hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara. Beliau bukan cuma pahlawan dengan kacamata khasnya, tetapi seorang bangsawan yang rela melepas gelarnya demi bisa membaur dengan rakyat jelata.
Hal terssebut makna pertamanya merupakan keberanian. Beliau sosok tokoh pendidikan mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya milik mereka yang punya uang atau darah biru, namun hak semua orang yang punya rasa ingin tahu.
2. Filosofi yang Belum Kadaluwarsa
Tak hanya itu, kita pasti pernah dengar semboyan: Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Kedengarannya sangat “sekolah banget”, ya? Tapi kalau diterjemahkan ke bahasa yang lebih simpel, maknanya keren banget:
– Di depan memberi contoh yaitu Pemimpin atau guru bukan cuma memerintah, tapi jadi teladan.
– Di tengah membangun semangat saat kita bersama teman, kita saling menginspirasi.
– Di belakang memberi dorongan dimaksud dengan mendukung orang lain untuk maju lebih dulu.
Ini bukan cuma soal sekolah, ini soal cara kita hidup bermasyarakat.
3. Belajar Itu Tanpa “Finish“
Selain itu, terdalam dari 2 Mei di era saat ini adalah menyadari bahwa sekolah hanyalah gedung, namun pendidikan merupakan proses seumur hidup. Dulu, pendidikan dianggap selesai saat kita terima ijazah. Saat ini? Dunia berubah sangat cepat. Memaknai Hari Pendidikan Nasional berarti berjanji pada diri sendiri untuk tetap jadi “murid” bagi kehidupan.
Entah itu belajar skill baru di YouTube, belajar sabar menghadapi padat lalulintas, atau belajar memahami sudut pandang orang lain.
Pendidikan itu bukan cuma soal mengisi kepala dengan angka dan rumus, tapi soal menyalakan api rasa ingin tahu. Jangan biarkan api itu padam hanya karena kita sudah lulus sekolah.
Selamat Hari Pendidikan Nasional! Mari terus jadi manusia yang tidak berhenti belajar, karena dunia tidak pernah berhenti memberi pelajaran








Diskusi