Oleh : Teuku Masrizar
Hujan adalah rahmat bagi semua makhluk. Setiap hujan turun, bumi panas jadi sejuk, tanaman terpenuhi kebutuhan air dan anak-anak pun riang gembira bermain hujan.
Curah hujan dalam waktu lama terkadang jadi masalah. Apalagi saluran dan parit tersumbat dan tidak berfungsi. Kelimpahan air dan tanah jenuh air sehingga tidak lagi menyuburkan justru tanaman terendam dan mati. Akhirnya hujan dianggap tidak lagi rahmat, tetapi jadi bencana.
Sebaliknya bila tak hujan sampai berbulan, semua tanaman kering juga mati. Berbagai upaya dilakukan termasuk tradisi dan ritual mendatangkan hujan.
Semua kita mengharap hujan turun dengan intensitas dan durasi normal, tidak kurang dan tidak lebih. Sehingga tidak banjir dan memberikan bermanfaat untuk tanaman dan masyarakat.
Di banyak tempat di negeri kita kini hujan jadi masalah, apalagi wilayah pascabencana. Warga yang pernah merasakan bencana akan was-was saat hujan. Khawatir akibat derasnya hujan akan kembali terjadi bencana.
Pun demikian wilayah kota dan padat penduduk. Turun hujan 2 jam saja akan terjadinya genangan-genangan di jalan dan pemukiman disertai banjir. Hal ini sangat mengganggu transportasi barang dan jasa. Hujan turun diharapkan tipis-tipis atau gerimis saja.
Kelebihan dan kekurangan air jadi masalah bagi mahkluk hidup dan lingkungan. Kelebihan air terjadi genangan dan banjir, kekurangan air mengakibatkan kekeringan. Serba salah.
Hujan tidak akan jadi masalah, tidak akan meluap apabila drainasenya baik dan lancar. Walau tebal tetap tak akan banjir. Masalahnya bukan pada hujan tapi kondiisi lingkungan. Bila lingkungan dengan daya dukung dan daya tampungnya baik maka hujan tidak menyebabkan genangan dan banjir, tapi sebaliknya bila lingkungannya tidak baik maka akan banyak genangan dan banjir.
Air tidak dapat digantikan dengan benda lain. Dia harus selalu tersedia untuk kebutuhan mahkluk hidup dengan suplay yang cukup. Jika tidak ada air maka tidak akan ada kehidupan.
Saat ini beberapa wilayah terjadi phobia hujan, takut hijan deras. Kalaupun hujan cukup membasahi tanah saja. warganya takut kemungkinan terjadinya bencana sebagaimana pengalaman sebelumnya.
Sulit memahami kondisi perubahan cuaca ekstrim saat ini. Kadang hujan dengan intensitas tinggi sebentar kemudian berubah panas terik. Kondisi ini membutuhkan adaptasi dalam menghadapi perubahan fenomena alam yang sedang terjadi.
Bila sebuah wilayah setiap hujan terjadi banjir. Dapat disimpulkan hujanlah penyebab banjir. Apa benar peryataan demikian. Sekilas terlihat benar. Bila hujan banjir dan tidak hujan tidak banjir.
Bila demikian, maka persepsi hujan biang kerok banjir, padahal belum tentu benar. Hujan dalam kondisi alamiah dan normal tidak akan menimbulkan masalah.
Masalah muncul takkala lingkungannya telah rusak. Hulu sampai hilir tidak mampu menampung air hujan. Parit lingkungan tersumbat, jaringan pembuang rusak dan banyak tempat yang tidak terkelola sehingga banjir.
Lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak saja dilihat dari banyak dan rindangnya tumbuhan tapi juga dapat dipastikan pengikisan dan aliran permukaan tidak terjadi secara massif dan menyeluruh di sebuah wilayah serta didukung dengan sistem tata air yang dapat memastikan tidak terjadinya banjir dalam wilayah tersebut.
Untuk itu agar boleh hujan maka sistem tata kelolanya harus diperbaiki dan menjadi tanggung








Diskusi