
Oleh Asmaul Husna
Inong Literasi
Maafkan
Atas setiap airmata
Yang telah tumpah
Maafkan
Atas setiap derita
Yang telah ada
Maafkan
Atas setiap rumah
Yang telah hilang
Aku datang atas titah
Sang pemilik alam
Aku hadir atas kehendak
Sang pemilik kehidupan
Untuk menempa kesabaran
Untuk memupuk keimanan
Dan sebagai peringatan
Airmata yang berkata
Derita yang bercerita
Saat seonggok bangunan
Yang engkau sebut sebagai rumah
Telah kurampas
Saat sawah sebagai tempat
Engkau mencari penghidupan
Telah kugilas
Semua tak berdaya
Harapan yang dibangun
Hancur berkeping-keping
Bagai beling yang terserak
Hancur yang nyata
Derita yang dirasa
Sungguh hanya serpihan debu
Yang melayang di semesta
Sungguh ada yang tak terlihat
Sungguh ada yang tak bisa diraba
Pahala dan ampunan melebihi semesta
Atas setiap sabar yang tak mudah
Atas setiap keimanan
Yang tak pernah hilang
Sungguh aku iri padamu
Wahai manusia pilihan
Duhai jiwa kesatria
Duhai hati yang tenang
Terimalah salam sejahtera dariku
Sang lumpur yang lemah
Tak berdaya
Banda Aceh, 14 April 2026















© 2026 potretonline.com








Diskusi