• Latest
KODRAT DAN PRASANGKA BAIK

KODRAT DAN PRASANGKA BAIK

Agustus 16, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

KODRAT DAN PRASANGKA BAIK

Redaksiby Redaksi
Agustus 16, 2022
Reading Time: 2 mins read
KODRAT DAN PRASANGKA BAIK
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Zulkifli Abdy

Berdomisili di Banda Aceh

Ketika seseorang memulai segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari dengan prasangka baik, maka energi positif senantiasa akan hadir menyertainya.

Jangan sampai kita menghina atau mencela seseorang atau kaum, atau bahkan benda sekali pun, hanya semata-mata karena kita tidak menyukainya.

Siapa nyana di dalam diri seseorang atau kaum itu ada kebaikan walau pun hanya sebesar biji zarrah, apalagi kalau kebaikan itu bermanfaat bagi orang banyak.
Bukankah agama telah berpesan ; sebaik-sebaiknya manusia ditentukan dari seberapa besar ia memberi manfaat pada orang lain.

Dan siapa pula yang menyangka bahwa di dalam suatu benda yang sepintas terlihat tidak berguna, terpendam sekeping mutiara yang indah dan berharga sangat mahal.

Prasangka baik adalah modal yang efektif bahkan boleh jadi sangat penting, ketika kita hendak memulai mendalami sesuatu.
Termasuk ketika kita hendak mempertemukan berbagai perbedaan atau pertikaian, atau bahkan permusuhan dalam realitas kehidupan kita sehari-hari.

Pada hakikatnya segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan. Dan agama juga telah menukilkan dalam pesannya, bahwa tidak ada yang sempurna dari makhluk ciptaan Tuhan.

Dengan demikian, tidak sepatutnya pula ada orang yang hendak “memonopoli” kesempurnaan, sehingga seolah-olah kesempurnaan itu hanya ada pada dirinya.
Bukankah suatu upaya untuk mendekati kesempurnaan, itu pun sudah lebih dari cukup.
Karena yang sempurna itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa itu sendiri, yang menciptakan segala sesuatunya termasuk alam semesta ini.

Kendati tidak sempurna, setiap manusia adalah makhluk terbaik yang ada di muka bumi.
Karena keberadaanya dibekali dengan akal dan peradaban sebagai penuntun atau landasan etika ketika ia berinteraksi sebagai makhluk sosial.
Sehingga manusia mampu menjalani kehidupan secara baik dengan kodrat keseimbangan yang ada padanya.

Seandainya akal digunakan dengan baik, dan peradaban dijadikan nilai-nilai transedental yang dianut setiap manusia, niscaya kehidupan di dunia ini akan tenteram dan dipenuhi dengan kedamaian.

Memulai sesuatu dengan prasangka baik, agaknya merupakan suatu proses awal menuju kemenangan, setidaknya kemenangan dalam upaya kita untuk menaklukkan sifat “keakuan” yang ada di dalam diri kita sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita kerap merasa serba lebih dalam berbagai hal daripada orang lain.
Sehingga dengan demikian menjadi lupa bahwa kita juga memiliki kekurangan sebagai manifestasi dari ketidaksempurnaan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Sebagai makhluk yang tidak sempurna, terkadang kita juga lupa bahwa dari sekian banyak kelebihan, terdapat sedikit kekurangan yang mungkin ada pada diri kita.
Dan adakalanya kekurangan kita yang sedikit itu justru dimiliki oleh orang lain, yang sesungguhnya tidak pula memiliki banyak kelebihan.

Dalam konteks ini, suatu proses simbiosis-mutualisme telah menjadi “kutub” yang mempertemukan antara kekurangan dan kelebihan seseorang dengan orang lain, sehingga yang terjadi kemudian adalah kondisi yang saling melengkapi.

Begitulah kehidupan ini berputar pada sumbu ketidaksempurnaannya.
Sebagai makhluk yang berakal, manusia secara naluriah memiliki “mekanisme” dalam upayanya menemukan sendiri kesadaran untuk menjadi yang lebih baik.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Dan peradaban juga akan menjadi rambu-rambu atau instrumen yang dapat mengontrol proses menemukan titik keseimbangan itu.
Sehingga pada akhirnya manusia tetap akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya yang serba tidak sempurna itu.

ADVERTISEMENT

(Zulkifli Abdy, Banda Aceh, 16 Agustus 2022).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kueja Lagi Senja Ini

Puisi-Puisi Mustiar, Ar

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com