POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

KODRAT DAN PRASANGKA BAIK

RedaksiOleh Redaksi
August 16, 2022
KODRAT DAN PRASANGKA BAIK
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Zulkifli Abdy

Berdomisili di Banda Aceh

Ketika seseorang memulai segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari dengan prasangka baik, maka energi positif senantiasa akan hadir menyertainya.

Jangan sampai kita menghina atau mencela seseorang atau kaum, atau bahkan benda sekali pun, hanya semata-mata karena kita tidak menyukainya.

Siapa nyana di dalam diri seseorang atau kaum itu ada kebaikan walau pun hanya sebesar biji zarrah, apalagi kalau kebaikan itu bermanfaat bagi orang banyak.
Bukankah agama telah berpesan ; sebaik-sebaiknya manusia ditentukan dari seberapa besar ia memberi manfaat pada orang lain.

Dan siapa pula yang menyangka bahwa di dalam suatu benda yang sepintas terlihat tidak berguna, terpendam sekeping mutiara yang indah dan berharga sangat mahal.

Prasangka baik adalah modal yang efektif bahkan boleh jadi sangat penting, ketika kita hendak memulai mendalami sesuatu.
Termasuk ketika kita hendak mempertemukan berbagai perbedaan atau pertikaian, atau bahkan permusuhan dalam realitas kehidupan kita sehari-hari.

Pada hakikatnya segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan. Dan agama juga telah menukilkan dalam pesannya, bahwa tidak ada yang sempurna dari makhluk ciptaan Tuhan.

📚 Artikel Terkait

Bendera Putih Ini

Hari Ampunan

Kutempuh Jalan Menulis, Kurasakan Jiwa dan Badan Sehat

EQUILIBRIUM

Dengan demikian, tidak sepatutnya pula ada orang yang hendak “memonopoli” kesempurnaan, sehingga seolah-olah kesempurnaan itu hanya ada pada dirinya.
Bukankah suatu upaya untuk mendekati kesempurnaan, itu pun sudah lebih dari cukup.
Karena yang sempurna itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa itu sendiri, yang menciptakan segala sesuatunya termasuk alam semesta ini.

Kendati tidak sempurna, setiap manusia adalah makhluk terbaik yang ada di muka bumi.
Karena keberadaanya dibekali dengan akal dan peradaban sebagai penuntun atau landasan etika ketika ia berinteraksi sebagai makhluk sosial.
Sehingga manusia mampu menjalani kehidupan secara baik dengan kodrat keseimbangan yang ada padanya.

Seandainya akal digunakan dengan baik, dan peradaban dijadikan nilai-nilai transedental yang dianut setiap manusia, niscaya kehidupan di dunia ini akan tenteram dan dipenuhi dengan kedamaian.

Memulai sesuatu dengan prasangka baik, agaknya merupakan suatu proses awal menuju kemenangan, setidaknya kemenangan dalam upaya kita untuk menaklukkan sifat “keakuan” yang ada di dalam diri kita sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita kerap merasa serba lebih dalam berbagai hal daripada orang lain.
Sehingga dengan demikian menjadi lupa bahwa kita juga memiliki kekurangan sebagai manifestasi dari ketidaksempurnaan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Sebagai makhluk yang tidak sempurna, terkadang kita juga lupa bahwa dari sekian banyak kelebihan, terdapat sedikit kekurangan yang mungkin ada pada diri kita.
Dan adakalanya kekurangan kita yang sedikit itu justru dimiliki oleh orang lain, yang sesungguhnya tidak pula memiliki banyak kelebihan.

Dalam konteks ini, suatu proses simbiosis-mutualisme telah menjadi “kutub” yang mempertemukan antara kekurangan dan kelebihan seseorang dengan orang lain, sehingga yang terjadi kemudian adalah kondisi yang saling melengkapi.

Begitulah kehidupan ini berputar pada sumbu ketidaksempurnaannya.
Sebagai makhluk yang berakal, manusia secara naluriah memiliki “mekanisme” dalam upayanya menemukan sendiri kesadaran untuk menjadi yang lebih baik.

Dan peradaban juga akan menjadi rambu-rambu atau instrumen yang dapat mengontrol proses menemukan titik keseimbangan itu.
Sehingga pada akhirnya manusia tetap akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya yang serba tidak sempurna itu.

(Zulkifli Abdy, Banda Aceh, 16 Agustus 2022).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kueja Lagi Senja Ini

Puisi-Puisi Mustiar, Ar

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00