Oleh: Siti Hajar
Universitas Jabal Ghafur atau yang lebih dikenal dengan UNIGHA merupakan salah satu kampus tertua di Kabupaten Pidie. Kampus ini didirikan pada tahun 1982 oleh Nurdin Abdurrahman melalui Yayasan Kampus Jabal Ghafur, sebagai wujud ikhtiar menghadirkan pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat.
Namun perjalanan kampus ini tidak selalu mulus. Pada masa konflik Aceh sekitar tahun 1989 hingga 1998, UNIGHA sempat mengalami kemunduran yang cukup berat. Hampir seluruh gedung perkuliahannya pernah dibakar, menyisakan luka sekaligus menjadi bagian dari sejarah panjang yang membentuk keteguhan kampus ini hingga hari ini.
Namun di tengah situasi yang tidak mudah itu, aktivitas belajar mengajar tidak berhenti. Kegiatan perkuliahan dipindahkan sementara ke kawasan Keuniree, Kota Sigli, dengan memanfaatkan ruang administrasi dan beberapa ruang seadanya agar proses pendidikan tetap berjalan.
Dari keterbatasan itulah lahir keteguhan—bahwa ilmu harus tetap diteruskan, apa pun keadaannya. Perlahan, kampus ini bangkit kembali. Hingga hari ini, Universitas Jabal Ghafur tetap menjadi harapan bagi anak-anak muda Pidie yang ingin melanjutkan pendidikan, tanpa harus jauh merantau meninggalkan kampung halaman mereka.
Kampus ini mengusung visi menjadi universitas riset yang menghasilkan lulusan unggul berlandaskan iman dan takwa serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Untuk mewujudkannya, dijalankan misi menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, mengembangkan penelitian yang inovatif, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta membangun tata kelola kampus yang profesional dan akuntabel.
Dalam perjalanannya, Universitas Jabal Ghafur memiliki sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, serta Fakultas Pertanian.
Setiap program studi di dalamnya memiliki peringkat akreditasi yang beragam, mulai dari kategori cukup hingga sangat baik, yang terus ditingkatkan seiring dengan komitmen kampus dalam menjaga mutu pendidikan.
Saat ini kampus Jabal Ghafur dipimpin oleh Rektor Dr. H. Heri Fajri, M.Pd. Beliau hadir sebagai figur pemimpin baru di Universitas Jabal Ghafur setelah resmi dilantik untuk masa jabatan 2024–2028.
Pelantikannya dilakukan oleh Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur. Ia menyadari bahwa amanah tersebut bukanlah tugas ringan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa UNIGHA menuju arah yang lebih maju dan berdaya saing.
Sebagai akademisi berlatar belakang pendidikan (M.Pd), Heri Fajri dikenal memiliki perhatian pada penguatan mutu pembelajaran, manajemen pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Di bawah kepemimpinannya, diharapkan UNIGHA tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu mencetak lulusan yang relevan dengan tantangan zaman.
Perjalanan panjang Universitas Jabal Ghafur juga dapat dilihat dari jejak para alumninya yang kini tersebar di berbagai bidang.
Dari kampus inilah mereka memulai langkah, membuktikan bahwa dari Pidie pun lahir sumber daya manusia yang mampu memberi kontribusi nyata.
Saat ini, Universitas Jabal Ghafur tetap menjadi harapan bagi masyarakat lokal. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, kampus ini hadir dengan biaya kuliah yang relatif lebih ringan.
Letaknya yang strategis dan mudah diakses juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Masyarakat Pidie tentu menaruh harapan besar pada Universitas Jabal Ghafur agar terus berbenah dan berkembang.
Perbaikan dalam tata kelola manajemen, peningkatan fasilitas, serta penguatan kualitas akademik menjadi hal yang sangat dinantikan.
Pada akhirnya kebanggaan terbesar bukan hanya saat nama kampus dikenal luas, tetapi ketika kehadirannya benar-benar dirasakan dan membawa manfaat bagi masyarakat Pidie.
Terakhir bagi saya, yang lahir dan tumbuh di tanah Pidie, Universitas Jabal Ghafur bukan sekadar kampus, tetapi tempat tumbuhnya mimpi generasi.
Kami percaya, tidak semua perjalanan harus dimulai dari kota besar.
Bahwa segala sesuatu yang tumbuh dengan keikhlasan, akan menemukan jalannya sendiri untuk menjadi berarti. Terus Semangat Generasi Muda Pidie. []






















Komentar