HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Untuk Akhiri Perang, Amerika Ngajukan 15 Syarat, Iran Cuma Lima Tuntutan

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 26, 2026
in #Perang, #Perang Dagang, Amerika, Iran
Reading Time: 3 mins read
0
3dd3c24e-a526-48d2-a6d6-ae83d9158322
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kita kembali menengok perang Iran vs Israel-AS. Walau masih saling ngebom, tak peduli mau korban jiwa berapa, tapi ada secercah harapan mau damai. Amerika sebagai kepala geng, ngajukan ke Iran 15 syarat. Iran tak mau kalah, ngajukan lima tuntutan. Apa saja itu? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Baca Juga

Eskalasi dan Keseimbangan: Menimbang Ulang Kekuatan, Pembalasan, dan Perdamaian di Timur Tengah

Maret 26, 2026
Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?

Iran Menyala; Islam Yes, Sains Yes

Maret 26, 2026
Perang Iran -Israel dan Rapuhnya Pasar Minyak Global

Perang Iran -Israel dan Rapuhnya Pasar Minyak Global

Maret 25, 2026
ADVERTISEMENT

Kisah ini bermula setelah perang meledak sejak 28 Februari 2026. Amerika dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran. Dari situ, konflik bukan mereda, tapi malah naik level seperti game yang sudah masuk mode “hardcore tanpa checkpoint”.

Lalu masuklah babak diplomasi. Seharusnya, adem. Tapi, malah terasa seperti debat kusir di grup keluarga. Amerika mengajukan 15 syarat untuk menghentikan perang. Salah satu yang paling utama adalah Iran harus menghentikan pengayaan uranium. Ini seperti minta tukang gorengan berhenti menggoreng, tapi tetap disuruh jualan. Belum cukup, Iran juga diminta menyerahkan seluruh uranium yang sudah diperkaya karena dianggap berpotensi jadi senjata nuklir. Konsepnya, “Kami percaya kamu, tapi tolong kosongkan semua isi rumahmu dulu.”

Kemudian Amerika juga menuntut akses tanpa hambatan di Selat Hormuz. Ini bukan selat biasa, ini jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Kalau selat ini macet, efeknya bukan cuma antrean kapal, tapi dunia ikut panik karena harga energi bisa melonjak seperti harga cabai saat emak-emak panik belanja. Memang sebelumnya Iran sempat melakukan blokade yang mengganggu pengiriman dan bikin pasar global deg-degan.

Sebagai imbalannya, Amerika menjanjikan penghapusan seluruh sanksi dan bantuan pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr. Ini bagian paling filosofis sekaligus absurd. “Kami khawatir kamu bikin nuklir buat perang, jadi kami bantu kamu bikin nuklir… tapi yang baik-baik ya.” Ini seperti melarang orang makan pedas sambil nyuapin sambal.

Sementara itu, Iran tidak mau kalah dalam lomba absurditas ini. Mereka menolak proposal tersebut dan mengajukan lima tuntutan versi mereka sendiri. Secara jumlah memang cuma lima, tapi isinya seperti lima bab undang-undang yang bikin kepala cenat-cenut.

Iran meminta jaminan tegas. Perang tidak akan terjadi lagi di masa depan. Kedengarannya masuk akal, tapi di dunia perang, janji seperti ini sering kali cuma formalitas dengan masa berlaku “selama belum marah lagi”. Lalu mereka ingin pengaturan baru di Selat Hormuz yang secara efektif menempatkan kawasan itu di bawah kendali penuh mereka. Yang satu minta bebas lewat, yang satu bilang, “Ini rumah saya.” Dunia cuma bisa lihat sambil mikir, ini lagi negosiasi atau rebutan parkiran?

Tidak berhenti di situ, Iran juga menuntut penutupan pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah. Ini bukan sekadar “silakan pulang”, tapi “sekalian bongkar semua dan jangan balik lagi.” Sebagai penutup yang dramatis, Iran meminta kompensasi finansial besar atas kerusakan selama perang. Karena kalau sudah porak-poranda, minimal dompet jangan ikut hancur.

Di titik ini, filsafat perang berubah total. Ini bukan lagi soal siapa menang atau kalah, tapi siapa yang paling tahan mempertahankan tuntutan paling tidak masuk akal. Amerika dengan 15 poinnya, Iran dengan lima tuntutannya. Keduanya berdiri seperti dua orang keras kepala yang sama-sama bilang, “Aku mau damai, tapi kamu duluan yang jadi manusia ideal versiku.”

Sementara itu, perang tetap berjalan. Kapal-kapal masih tegang di Selat Hormuz, dunia masih was-was soal energi, dan harga-harga global ikut naik turun seperti emosi netizen.

Akhirnya, dunia sadar satu hal penting. Perdamaian itu memang mahal. Tapi, dalam kasus ini, yang mahal bukan prosesnya, melainkan egonya. Selama ego masih jadi mata uang utama, perang ini akan terus berjalan. Ya, seperti sinetron panjang yang tidak pernah kehabisan konflik, hanya kehabisan logika.

“Cuma saya tak yakin kalau Trump ngajak berunding. Saat ia nyerang, mereka sedang berunding dengan Iran ketika itu, Bang.”

“Itu sebabnya Iran ngajukan syarat sangat berat. Tapi, sama-sama berat sih, wak.” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 217x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 172x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 162x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 124x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

#Hegemoni

Eskalasi dan Keseimbangan: Menimbang Ulang Kekuatan, Pembalasan, dan Perdamaian di Timur Tengah

Maret 26, 2026
Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?
Artikel

Iran Menyala; Islam Yes, Sains Yes

Maret 26, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588
Cerita Perjalanan

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026
Kehidupan pasca-bencana di desa_11zon
Artikel

Empat Bulan Setelah Air Bah itu Pergi

Maret 26, 2026
Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com