HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Serumpun Puisi Heza Hara

Redaksi by Redaksi
Oktober 20, 2021
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Baca Juga

​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026

 BUKAN PINISI

ADVERTISEMENT

Oleh: HEZA HARA

Bengkalis

 

Biduk kecil dipenuhi keinginan besar

Tanganku mendayung tertatih di samudera luas

Terbentang tiada bertepi bak langit biru

Kuarungi hingga ujung kelabu

Samar-samar kutatap pada suluh redup

terasa lelah, sendiri dan sunyi

Ombak menghantam setiap dinding keinginan, begitu kuat hingga memecahkan lautan tangis

Hingga biduk oleng tanpa bisa kuraih

Camar bernyanyi di atas sana

Mengepak-ngepakkan sayap seakan menyemangati atma yang terjangkit putus asa

Embusan angin tak terasa meski badai menghantam satu-persatu asa

Semakin kujauh, ombak semakin bengis

Menerjang kayu-kayu lapuk bak raga kian ringkih

Membuat lubang kecil yang menganga

Tanganku sibuk menutupi namun air masuk dengan tenang

Perahuku tenggelam ketika harapan masih mengapung di lautan

Dan khayalan telah sampai di seberang

Duri, 14 Agustus 2021


RINDU TERHALANG PUSARA

Oleh :HEZA HARA

Ayah…

Tanah ini basah air mata

Tetes demi tetesnya menyirami

Bulir-bulir air jatuh bersama kerinduan

Berhamburan keluar dari dada

Bersorak-sorai segala rasa ingin berjumpa

Dirimu telah lama pulang

Rumah yang tak bisa ku datang

Namun rindu ini mengusik, mengalun bak musik sendu

Melarutkan dalam suatu masa

Namun kita tak lagi sama

Kurindu tangan kokoh tempat berayun

Kurindu tangan lembut mengusap peluh

Namun kini, tinggal kenangan

Engkau yang jauh di sana

Tak bisa kulihat raga

Hanya mampu menabur bunga di pusara

Wajah senja nan bersahaja

jejak langkahmu tertinggal di hati

Tidak mau pergi, tak kembali

Kala semua terasa manis

Namun pahit kukecap kini

Tanpamu di sini

Duri, 21 Agustus 2021

TUHAN AKU LELAH

KARYA: HEZA HARA

Perih mendera tanpa jeda

Waktu mengingatkan pada koda

Namun maya tak pernah alfa

Segala nyata ada di sana

Meski tak teraih dan terjamah

Hari-hari habis sia-sia

Mencari pujian di rimba hati

Angkuh mulai menjalar hebat

Namun lupa akan akhirat

Hingga langkah tak lagi lurus

Berbelok pada bisik melesap

Hinggaku berkelana di ruang sunyi

Orang-orang lalu lalang di jalanan

namun keramaian tak singgah

Hanya berlalu dan pergi

Ajakan-Mu, kuanggap propaganda

Hingga kesibukan membuat terlena

lelah membungkus hati nan gelisah

Bagaimana mungkin beharap nirwana?

-Tanganmu sibuk mengunci surga-

Duri, 3 September 2021

HATI YANG RESAH

Oleh: HEZA HARA

Wahai hati

Berpulanglah pada diri

Jangan mengembara lagi

Menetaplah di sini

Karena yang kau cari

Tak pernah menghampiri

Dekaplah nyata

Dalam palung dada

Hingga tenggelam bersama air mata

Mengucur keresahan larut dalam sesal

Hingga nyata lebih dari segalanya

Untuk apa mengharapkan bulan

Indahnya hanya pandangan

Menyinari malam yang temaram

Tak kunjung digenggaman

Duri, 7 September 2021

KEANGKUHAN

Karya : Heza Hara

Aku langit biru yang membentang luas

Melihat awan mengawasi angin

Berharap badai keangkuhan tak turunkan hujan hari ini

Aku ingin mentari tetap terik mengalahkan kesombongan

Meski di sana kumelihat hadirmu

Seraut begis terpancar di wajahmu

yang tiada hargai setiap orang, seperti recehan di selokan

Impianku adalah lelucon bagimu

Kukirimkan doa hingga langit ke-tujuh

Berharap Tuhan berbisik padamu : di atas langit masih ada langit

Aku langit -merindu bumi yang ramah-

Bukan penuh kesombongan memuntahkan lava keangkuhan

Meluluhlantakan kasih sayang

Menyisakan kebencian

Duri, 12 September 2021

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 224x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 217x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 167x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Cerita di Balik OTT: Mengapa Korupsi Kepala Daerah Terus Terjadi?
# Koruptor

Cerita di Balik OTT: Mengapa Korupsi Kepala Daerah Terus Terjadi?

Maret 20, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh
#Korban Bencana

Niat Bertugas di Daerah Bencana itu Terwujud 

Maret 20, 2026
Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global
#Sosok

Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global

Maret 20, 2026
Sumpah dari Puncak  Meratus
Artikel

Sumpah dari Puncak Meratus

Maret 20, 2026
Next Post

Puisi-Puisi Riami

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com