• Latest

Menjaga Matahari Iman dalam Arus Zaman: Pendidikan, Peradaban Islam, dan Nafas Aceh

Januari 31, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menjaga Matahari Iman dalam Arus Zaman: Pendidikan, Peradaban Islam, dan Nafas Aceh

Nyakman Lamjame by Nyakman Lamjame
Januari 31, 2026
in #Pendidikan, Aceh, Artikel, Opini, pendidikan Aceh
Reading Time: 3 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Nyakman Lamjame

Pendidikan sejati bukanlah pekerjaan mekanis yang sekadar JM memindahkan data dari buku ke kepala, melainkan proses menghidupkan cahaya dalam diri manusia. Ia adalah perjalanan batin yang pelan, namun menentukan, seperti menyalakan pelita kecil di tengah ruang gelap. 

Di zaman ketika kemajuan teknologi dipuja dan keberhasilan diukur dari angka serta gelar, pendidikan kerap direduksi menjadi alat produksi tenaga kerja. Orientasinya menjadi ekonomis, bukan eksistensial. Kita sibuk mengejar prestise duniawi, sementara kompas moral yang seharusnya menjadi pusat orientasi hidup perlahan kehilangan daya pijarnya.

Peradaban Islam sejak awal tidak pernah memisahkan ilmu dari iman. Wahyu pertama yang turun adalah perintah membaca, namun membaca dalam kesadaran ketuhanan. Tradisi keilmuan yang tumbuh di Madinah, berkembang di Damaskus, mencapai puncaknya di Baghdad, Kairo, hingga Andalusia, selalu berdiri di atas kesatuan antara akal dan ruh. 

Para ilmuwan muslim bukan sekadar cendekiawan rasional, mereka adalah pribadi yang melihat ilmu sebagai amanah. Al Ghazali menegaskan pentingnya penyucian jiwa sebelum memperdalam logika. Ibnu Sina memahami kedokteran bukan hanya sebagai teknik penyembuhan, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kehidupan. Dalam khazanah Islam, adab mendahului ilmu, karena tanpa adab, ilmu kehilangan arah dan maknanya.

Aceh pernah berdiri dalam arus besar peradaban itu. Kesultanan Aceh Darussalam bukan hanya pusat kekuatan politik, tetapi juga simpul intelektual yang terhubung dengan dunia Islam yang luas. Masjid Raya, dayah dayah, dan balai pengkajian menjadi ruang tumbuhnya pemikiran dan spiritualitas. Ulama seperti Syamsuddin as Sumatrani dan Nuruddin ar Raniri menulis, berdialog, dan membangun kesadaran teologis sekaligus sosial.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Aceh memandang pendidikan sebagai fondasi martabat. Ilmu tidak dilepaskan dari tanggung jawab menjaga iman dan negeri. Dari tanah Serambi Mekkah ini lahir generasi yang mampu memadukan keteguhan akidah dengan keterbukaan terhadap dunia.

Kini kita berada dalam lanskap yang berbeda. Informasi mengalir tanpa henti, layar menyala hampir sepanjang waktu, dan perhatian manusia terpecah dalam fragmen fragmen singkat. Pendidikan menghadapi tantangan yang lebih halus namun lebih dalam. Bukan lagi soal akses pengetahuan, melainkan krisis makna. Murid dapat menguasai teknologi mutakhir, tetapi belum tentu memahami nilai kemanusiaan yang harus membimbing penggunaannya. Jika pendidikan hanya menekankan kompetensi teknis tanpa membangun kesadaran etis, maka kemajuan justru berpotensi melahirkan kerusakan.

Sejarah modern telah memperlihatkan bagaimana ilmu tanpa nurani dapat berubah menjadi alat eksploitasi dan kehancuran.

Karena itu pendidikan harus kembali menjadi ruang pembentukan batin. Ia perlu menghadirkan keheningan di tengah kebisingan. Ia perlu memberi tempat bagi refleksi, tafakur, dan kesadaran diri.

Seorang pelajar tidak cukup hanya tahu bagaimana cara mencipta, tetapi juga harus memahami untuk tujuan apa ia mencipta. Dalam konteks Aceh, pendidikan yang berakar pada tradisi dayah dapat berdialog dengan sains dan teknologi modern tanpa kehilangan jati diri. Kearifan masa lalu bukan untuk dikenang sebagai nostalgia, melainkan dihidupkan kembali sebagai fondasi moral dalam menghadapi masa depan.

Peran guru dalam kerangka ini menjadi sangat mulia. Guru bukan sekadar penyampai materi pelajaran, melainkan penjaga api kesadaran. Ia memastikan bahwa rasa ingin tahu tidak berubah menjadi kesombongan, bahwa kecerdasan tidak menjauhkan murid dari empati. 

Pendidikan yang hidup adalah pendidikan yang melahirkan manusia yang utuh, yang pikirannya tajam, namun hatinya lembut, yang langkahnya mantap, namun tetap rendah hati di hadapan Tuhan.

Pada akhirnya tujuan pendidikan bukan hanya keberhasilan karier atau pencapaian sosial. Ia adalah pembentukan manusia yang mampu menjaga Matahari Iman tetap bersinar di dalam dadanya. Dari Aceh yang pernah menjadi mercusuar peradaban Islam, kita belajar bahwa kejayaan tidak dibangun semata oleh kekuatan materi, tetapi oleh kejernihan hati dan kedalaman ilmu yang berpadu dengan adab. 

Jika cahaya itu tetap terjaga, maka generasi yang lahir hari ini tidak akan terombang ambing oleh perubahan zaman. Mereka akan menjadi cahaya itu sendiri, menerangi jalan sejarahnya dengan kesadaran, iman, dan tanggung jawab kemanusiaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet147
Nyakman Lamjame

Nyakman Lamjame

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com