• Latest
Agama

Agama

Desember 25, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Agama

Redaksiby Redaksi
Desember 25, 2025
in Puisi
Reading Time: 2 mins read
Agama
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

aldrinarief di CAFE Buku Reiner Emyot Ointoe

Agama tidak datang untuk membuatmu nyaman,
ia datang untuk membuatmu jujur.
Jujur pada luka,
pada kehancuran batin,
pada hati yang kehilangan arah
namun terlalu sombong untuk mengaku haus.

Agama bukan sekadar aturan dan larangan,
bukan hafalan doa,
bukan pakaian yang tampak saleh.
Agama adalah cermin
yang memaksa manusia menatap dirinya
tanpa topeng,
tanpa alasan,
tanpa pembelaan.

Ketika jiwamu lelah,
agama tidak selalu berkata,
“Tenanglah.”
Sering kali agama justru bertanya,
“Apa yang sedang kamu sembah sebenarnya?”

Karena banyak orang
mengucap nama Tuhan,
namun hidupnya diserahkan
pada uang,
status,
dan pengakuan manusia.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

Agama mengajarkan satu hukum sunyi:
tidak ada kebangkitan
tanpa kematian.
Tidak ada cahaya
tanpa kegelapan yang dilalui.
Tidak ada iman
tanpa runtuhnya keakuan.

Hati yang hancur
bukan tanda ditinggalkan Tuhan,
melainkan tanda
bahwa pegangan palsu
sedang dicabut satu per satu.
Dan itu sakit.
Sangat sakit.

Agama tidak buru-buru menyembuhkan.
Ia membiarkanmu jatuh
agar kamu berhenti bersandar
pada dirimu sendiri.
Ia membiarkanmu kosong
agar kamu tahu
siapa yang sesungguhnya mengisi.

Banyak orang merasa gelisah
bukan karena kurang ibadah,
melainkan karena ibadahnya
tidak lagi menyentuh makna.
Mulut bergerak,
hati tetap bising.
Tubuh sujud,
jiwa tetap berlari.

Padahal agama sejak awal
ingin membawa manusia pulang.
Pulang dari kesibukan yang memabukkan,
dari ambisi yang mengikis jiwa,
dari kebanggaan yang pelan-pelan
membunuh ketenangan.

Agama tidak memperbaiki egomu.
Ia menghancurkannya.
Agar yang tersisa
bukan rasa hebat,
melainkan rasa berserah.

Dan ketika seseorang benar-benar beragama,
ia tidak menjadi paling benar,
tidak paling keras,
tidak paling merasa suci.
Ia justru menjadi
lebih rendah hati,
lebih lembut,
lebih takut menyakiti.

Karena ia tahu,
Tuhan tidak tinggal
di bangunan,
di simbol,
atau di teriakan moral.

ADVERTISEMENT

Tuhan tinggal
di hati yang hancur
namun memilih jujur,
di jiwa yang lelah
namun tetap berharap,
di manusia yang akhirnya sadar
bahwa ia tidak punya apa-apa
selain kebutuhan
untuk berserah.

Itulah agama.
Bukan pelarian dari penderitaan,
melainkan cahaya
yang membuat penderitaan
bermakna.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Indonesia Raya atau Indonesia Lelah?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com