• Latest
Pancasila itu Ada, Tapi Mati di Tangan Penguasa

Pancasila itu Ada, Tapi Mati di Tangan Penguasa

Desember 21, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pancasila itu Ada, Tapi Mati di Tangan Penguasa

Rivaldiby Rivaldi
Desember 21, 2025
Reading Time: 2 mins read
Pancasila itu Ada, Tapi Mati di Tangan Penguasa
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi


Di negeri ini, Pancasila tidak pernah hilang—ia dibunuh pelan-pelan oleh negara yang mengaku menjaganya. Ia dipajang di ruang rapat, diteriakkan saat upacara, lalu dikencingi nilainya ketika bencana menghantam Aceh dan Sumatra.


Saat tanah retak, rumah hanyut, dan rakyat tidur di lumpur, negara justru sibuk menyusun kalimat normatif. Di mana Sila Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab itu? Jangan-jangan sila itu hanya berlaku untuk pejabat, bukan untuk rakyat yang kehilangan segalanya.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026


Kalau negara masih punya rasa malu, Sila Kedua seharusnya hadir dalam bentuk tindakan cepat, bukan pidato basi. Tapi yang datang justru kelambanan, pembiaran, dan sikap seolah bencana adalah urusan lokal, bukan tanggung jawab nasional.

Kemanusiaan di republik ini kalah cepat dari konferensi pers. Lalu Sila Kelima—Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia—itu sila atau lelucon nasional? Sebab faktanya, keadilan di negeri ini tidak dibagi rata. Ada daerah yang langsung ditangani, ada daerah yang dibiarkan berdarah sambil disuruh “sabar”. Aceh dan Sumatra lagi-lagi ditempatkan sebagai halaman belakang republik: diperas saat damai, diabaikan saat sekarat.


Negara terlalu sering tampil sok nasionalis, tapi panik ketika diminta benar-benar hadir. Pemerintah cepat saat memungut pajak, cepat saat mengatur rakyat, tapi lamban dan pengecut ketika harus melindungi rakyatnya sendiri.


Jangan ajari rakyat soal Pancasila jika pemerintah sendiri tak becus mengamalkannya. Jangan ceramah soal persatuan jika yang kalian lakukan hanya memperlebar jurang ketidakadilan. Jangan minta rakyat percaya negara jika di saat krisis, negara justru bersembunyi di balik prosedur bangsat bernama birokrasi.


Bencana membuka topeng republik ini:
bahwa Pancasila hanya hidup di baliho, bukan di kebijakan, bahwa kemanusiaan kalah oleh kepentingan politik dan bahwa keadilan sosial hanyalah janji kosong yang diulang tiap lima tahun.


Jika hari ini rakyat Aceh dan Sumatra merasa sendirian, itu bukan karena mereka anti-NKRI, tapi karena NKRI terlalu sering absen ketika mereka membutuhkan.


Ingat baik-baik:
Negara yang meninggalkan rakyat saat bencana, sedang menggali kubur kepercayaannya sendiri. Nah, jika kepercayaan itu mati, jangan salahkan rakyat—salahkan penguasa yang membunuh Pancasila dengan tangannya sendiri.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Ketika Orang Bodoh Jadi Ahli Negara

Ketika Orang Bodoh Jadi Ahli Negara

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com