Dengarkan Artikel
Oleh Dr. Taufiq Abdul Rahim, SE
Suatu tindakan dan kebijakan pernyataan belum dan atau tidak menerima bantuan internasional, sebagai bantuan kemanusiaan terhadap musibah banjir bandang Sumatera (Aceh, Sumatera Utara/Sumut dan Sumatera Barat/Sumbar) adalah pertunjukan dan tontonan konyol. Persoalan mendasar adalah pertimbangan kemanusiaan serta kepedulian, harmonisasi, keseimbangan, keadilan dan perdamaian dunia serta kemanusiaan.
Sementara itu, persoalan kemanusiaan dan kehidupan serta keseimbangan ekosistem dari dampak banjir bandang tersebut menganggu serta menjadikan kehidupan tidak stabil dan harmonis. Sampai dengan saat ini di Aceh, Sumut dan Sumbar hal-hal yang mendasar bagi kehidupan, akses jalan, jembatan, kebutuhan dasar listrik, air dan komunikasi/informasi tidak berjalan lancar serta normal.
Sehingga jauh dari prinsip dasar mengatasi dampak musibah banjir bandang, bahkan banyak persoalan baru di lapangan. Dengan demikian, hanya sekadar gengsi atau adanya persoalan salah urus dan manipulatif bantuan asing internasional yang sudah diaudit, juga banyak berlaku penyimpangan pada berbagai musibah dan ketimpangan kemanusiaan dan penggunaan dana ataupun uang bantuan pada masa lalu, termasuk bantuan pasca tsunami Aceh 2004, ini masih menjadi catatan penting pihak asing.
📚 Artikel Terkait
Makanya, kali ini bantuan langsung tetap akan dilakukan, sehingga jangan sampai Negara Republik Indonesia harus mendapatkan pressure dan atau tekanan politik internasional. Karenanya, jangan merasa gengsi dan seolah-olah sanggup, realitasnya di lapangan banyak masyarakat di samping memikirkan selamat dari musibah, juga bantuan tidak diperoleh sebagaimana mestinya.
Dengan demikian pertunjukan ataupun tontonan konyol menolak bantuan asing, terutama bagi Aceh yang sudah mencatat berbagai ketimpangan dan manipulasi bantuan asing, dengan sendirinya pihak asing atau internasional dalam konteks kemanusiaan tetap menjadi tanda tanya besar, bahkan menjadi tekanan internasional yang sewaktu-waktu dapat dilakukan.
Dengan demikian, berhentilah bersandiwara terhadap penolakan bantuan asing/internasional, karena berbagai informasi penting langsung dari rakyat Aceh yang melakukan koneksi serta informasi yang mudah ke luar dalam konteks internasional. Jadi apapun yang berlaku dan tidak efektif dan efisien yang berlaku di lapangan terus terinformasikan, karena internasional tetap akan ikut serta dan tahu kondisi ril di tempat bencana.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





