• Latest

Korban Bencana Ekologis Aceh Yang Diabaikan

Desember 3, 2025

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Korban Bencana Ekologis Aceh Yang Diabaikan

Feri Irawan by Feri Irawan
Desember 3, 2025
in #Sumatera Utara, Aceh, Artikel, Banjir, Banjir bandang, Bencana, Kebencanaan, Mafia Tanah, Mitigasi bencana, Pertanahan, Sumatera Barat
Reading Time: 2 mins read
0
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Feri Irawan

BENCANA hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh, telah membuat “Nanggroe Syariat Islam” lumpuh.

Diperkirakan, hampir 23 kabupaten/kota terdampak, ratusan nyawa melayang, ribuan warga mengungsi, ribuan rumah hancur, serta ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan rusak tersapu banjir dan longsor. Bencana ekologis ini melumpuhkan perekonomian, merusak infrastruktur, rumah ibadah, gedung sekolah, hingga harta benda.

Tidak berhenti sampai di situ, pasca bencana, hadir persoalan lain yang sangat mengkhawatirkan. Puluhan ribu korban terdampak krisis pangan dan air bersih.

Suplay logistik terhadap warga terdampak masih belum terlihat sama sekali. Dipastikan, akses transportasi yang terputus dan jaringan internet yang menghilang, akan menjadi kambing hitam dalam masalah ini.

KITA bukan penonton. Kita bagian dari umat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Bayangkan bagaimana rasanya lapar bukan karena lupa makan, tapi karena memang tidak ada yang bisa dimakan sama sekali? Itu kenyataan yang dirasakan ribuan jiwa dampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh hari ini.

Baca Juga

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Sudah lima hari anak-anak tidur dalam kondisi perut kosong. Ibu-ibu harus memilih: menyusui anaknya dengan tubuh lemah, atau menyerahkan anak itu kepada maut perlahan karena tak ada makanan. Dan Istana? Istana tetap “slow respon” dengan urusan pamer alusista, seolah tidak ada tragedi yang sedang berlangsung. Seolah nyawa-nyawa dengan perut kosong itu bukan bagian dari kemanusiaan.Ini adalah bentuk pembiaran terhadap korban untuk berjuang hidup sendiri.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, kelaparan dan penyakit akan terjadi. Selain itu, potensi aksi kriminal akan menguat. Warga terdampak akan bereaksi jika sudah menyangkut urusan perut.

Pemerintah harus bergerak cepat mencari solusi di tengah kendala yang ekstra berat. Walau jalur darat sudah dalam kondisi berantakan, Bandara Sultan Iskandar Muda, Malikusaleh, dan Rembele, masih berdiri kokoh, siap mengemban misi kemanusiaan.

Disisi lain, PT PLN (Persero) dan PT Telkomsel harus bekerja lebih maksimal, menyalakan listrik yang padam, menghadirkan jaringan internet yang menghilang. Ingat! Tujuh hari sudah diselimuti kegelapan dan terisolasi dari daerah luar.

Kadang aku berpikir. Mengapa banjir bandang di Sumatera belum ditetapkan sebagai status tanggap darurat oleh negara? Apa karena Sumatera bukan Jakarta, apa karena kami bukan Jawa? Atau negara takut mengeluarkan anggaran? Kondisi Aceh, Sumut, dan Sumbar sedang sekarat. Infrastruktur sangat memprihatinkan. Apalagi, banyak akses darat yang strategis putus di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sumatera juga Indonesia. Aceh, Sumut dan Sumbar itu tiga Provinsi sedang berjuang sendirian dari banjir bandang yang meluluh lantakkan kehidupan. Maka, segeralah tetapkan bencana ekologis Sumatera dalam status bencana nasional. Dengan demikian, akan banyak pihak yang bisa membantu menyelamatkan hidup mereka. Jangan biarkan mereka terisolasi, hingga kelaparan dan mati.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237Tweet148
Feri Irawan

Feri Irawan

Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Baca Juga

# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541
#Cerpen

Rina

Maret 29, 2026
Next Post
Harmony with Nature: A Global and Islamic Perspective

BENGKEL OPINI RAKyat

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com