POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Biografi

Seandainya Aku Tak Menjadi Guru

Bagian 22

Bussairi D Nyak Diwa by Bussairi D Nyak Diwa
Maret 24, 2025
in Biografi
0
Seandainya Aku Tak Menjadi Guru - seorang guru di perpustakaan sekolah di Aceh suasana damai dengan buku buku dan nuansa budaya lokal | Biografi | Potret Online

Oleh Bussairi D. Nyak Diwa

​Aku mulai kecanduan membaca. Hampir setiap sudut rak di perpustakaan sekolah aku jelajahi. Mula-mula aku tidak milih-milih buku untuk dibaca. Asalkan judul depannya menarik, langsung aku ambil dan kubaca bagian isi buku itu. Jika apa yang kubaca itu terasa enak dan menarik, langsung kutemui petugas perpustakaan sekolah untuk meminjamnya. Tapi lama-lama buku-buku di perpustakaan sekolah ini mulai kurang menarik minatku. Apalagi kebanyakan buku di sini berisi materi yang berhubungan dengan pelajaran.

Kemudian ada satu-dua buku yang berisi ilmu pengetahuan umum dan sastra, tetapi isinya terasa berat buat ukuran otakku yang masih muda dan terbatas. Aku menginginkan bacaan-bacaan yang lebih lewes, ringan, menarik, dan berisi intisari kehidupan atau pengalaman kehidupan sehari-hari. Dan ternyata buku-buku yang berisi seperti itu ada dalam buku-buku sastra. Tetapi buku-buku sastra sangat kurang di perpustakaan ini. Maka aku mulai melebarkan jaringan mengunjungi perpustakaan-perpustakaan yang ada di Kota Banda Aceh seperti Perpustakaan Wilayah di Lamnyong, Perpustakaan Pusat Dokumentasi dan Informasi Daerah di dekat Blang Padang, dan Perpustakaan Kodya di Peuniti. Tapi yang sangat sering kusambangi kala senggang adalah Perpustakaan Wilayah, karena perpustakaan ini mempunyai banyak koleksi buku-buku yang sesuai dengan minat baca dan kegemaranku.

Baca Juga
  • Seandainya Aku Tak Menjadi Guru - 69D1C366 2DC5 4D1F 8AF6 757DFC6FB30B | Biografi | Potret Online
    Berbagi
    Menjelang Ramadhan Rindu Kampung Halaman Tempatku Dilahirkan
    17 Mar 2023
  • 02
    Artis
    Kanal Khiev, Finalis Kamboja’s Got Talent Mempertunjukkan Tarian Spektakulernya di IMLF II
    29 Apr 2024

​Terus terang, buku-buku yang paling banyak menyita perhatianku adalah buku-buku sastra. Entah karena termotivasi oleh pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah yang diasuh oleh guru muda itu, entah karena pengaruh suasana jiwaku yang mulai labil, yang jelas setiap ke perpustakaan pertama-tamayang kutuju adalah rak buku sastra. Di sinilah aku mulai berkenalan dengan roman-roman masa lalu, kisah-kisah populer masa kini, dan tokoh-tokoh sastra setiap angkatan kesustraan Indonesia, maupun tokoh sastra dunia. Dan satu hal yang membuat minatku semakin termotivasi ke dunia sastra adalah pengalaman masa lalu saat aku SMP dulu. Pengalaman mondok di pesantren dan tinggal di samping perpustakaan di masa lalu itu telah menjadikan aku seakan menemukan jembatan yang menghubungkannya ke masa kini. Buku-buku roman yang kubaca sangat terbatas dulu, kini seakan-akan semakin luas memberi jalan menuju ke dunia yang tiada batas. 

​Pernah suatu ketika, aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. Kenapa namaku singkat sekali? Tidak seperti nama-nama rata-rata temanku yang kukenal? Dan mengapa aku tidak pernah menemukan nama orang lain yang sama dengan namaku? Beda sekali dengan nama Mustafa, Muslim, Ismail, misalnya. Nama-nama seperti ini dapat kita temukan puluhan di sekitar kita. Tapi BUSSAIRI? (BUSHAIRI, sewaktu masuk SD namaku salah ditulis oleh guru, mestinya H tertulis S) Tak ada nama lain, selain namaku.

Baca Juga
  • Seandainya Aku Tak Menjadi Guru - 0D708C3A 8092 4F84 979B 6F13BE90FF95 | Biografi | Potret Online
    Biografi
    Sebuah Kematangan Perjalanan Dari Mahdi Idris
    22 Jun 2022
  • 02
    Aceh Selatan
    SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU
    31 Mei 2024

​Apa latar belakang Abang sulungku, memberikan nama itu untukku. Ya, ibu pernah bercirita dulu padaku, bahwa namaku itu diberikan oleh Abang sulungku yang waktu itu dia sedang mondok di Pesantren Mudi Mesra Samalanga Aceh Utara, tahun 1965. Nama itu sengaja dikirimkannya kepada orang tuaku di kampung via surat kala itu. Sebagai kenang-kenangan, katanya dalam surat.

​Tapi dengan membacalah akhirnya aku menemukan jawaban, ada apa dengan namaku itu. Suatu hari (aku sudah lupa hari apa) aku sedang membolak-balik sebuah buku yang dikarang oleh seorang sastrawan sekaligus ulama besar yang sangat kukagumi. Judul buku itu “Tatasauf Moderent”, ditulis oleh Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), seorang ulama sekaligus sastrawan yang sangat terkenal dengan romannya “Tenggelamnya Kapal Vanderwijd”. Di bagian terakhir buku yang kubaca itu aku menemukan sebuah nama seperti namaku, BUSHAIRI. Lengkapnya Imam Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushairi, sastrawan terkenal Mesir, pengarang Kitab Al Banzanji yang sering dibaca saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu. Masya Allah! 

Baca Juga
  • Seandainya Aku Tak Menjadi Guru - 4E9860F5 EBCB 4027 B403 0FABA4824196 | Biografi | Potret Online
    Aceh Selatan
    SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU
    01 Jul 2022
  • Seandainya Aku Tak Menjadi Guru - 315da9c3 8510 463e 9918 ef29648900c6 | Biografi | Potret Online
    Aceh Singkil
    Buku ‘Menembus Derita Menggapai Asa’ Diluncurkan; Kado Ultah ke-55 SOJ
    16 Agu 2024

Previous Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Next Post

Begini Cara Kerja Mafia Hukum

Next Post
Seandainya Aku Tak Menjadi Guru - d97b075c 1aeb 4547 b8a4 3f3519c36fd7 | Biografi | Potret Online

Begini Cara Kerja Mafia Hukum

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah