• Latest

Menelisik Potensi dan Problematika Wakaf  di Simeulu

November 7, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menelisik Potensi dan Problematika Wakaf  di Simeulu

Redaksi by Redaksi
November 7, 2025
in #Wakaf, Artikel, Catatan Perjalanan, Simeulue, Sinabang
Reading Time: 5 mins read
0
603
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Prof. Dr. Lukman Hakim bin Abdul Wahab, M.Ag

Berbekal semangat dan keinginan mencoba adrenalin mengarungi ombak Samudra Hindia, penulis membersamai Ketua  Badan Wakaf Indonesia Provinsi Aceh, Prof. Dr. Fauzi Saleh, Lc. MA berkunjung ke Kabupaten Simeulu. Dengan menumpangi Kapal Feri Aceh Hebat I dari pelabuhan Calang melawati hamparan Samudra Hindia yang terkadang mengganas, setelah bersabar dengan   jantung berdebar selama lima belas jam, akhirnya kamipun mendarat dengan selamat di Simeulu. 

Perjalanan ini terasa melelahkan sekaligus mendebarkan, namun indahnya pemandangan dan keramahan warga Simeulu cukup “membayar” semua tantangan alam yang ada.

Kunjungan ketua BWI ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan wakaf di Simeulu. Dalam sempena kunjungan ini panitia BWI Simeulu telah mempersiapkan beberapa rangkai acara: Duduk Rembuk Peningkatan Kapasitas SDM Pengurus BWI dan Nazhir Wakaf, dan Facus Group  Discussion (FGD) Wakaf bersama  pemerintah daerah dan stake holder terkait perwakafan di Simeulu.

Pengalaman dan penuturan warga yang kami dapatkan selama kunjungan ini seakan mengkonfirmasi betapa kuat animo masyarakat Simeulu dalam hal kesadaran berwakaf.

Mungkin tidak banyak orang menduga bahwa di kepulauan yang berada di tengah Samudra Hindia yang pernah terkenal hasil cengkeh ini menyimpan potensi wakaf yang  luar biasa. Hal ini disampaikan oleh ketua BWI Simeulu Heriansyah, Lc saat membuka acara Duduk Rembuk Peningkatan Kapasitas SDM dan Nazhir Wakaf. Beliau menyampaikan bahwa potensi wakaf di Simeulu cukup banyak, tapi pengelolaannya belum produktif dan statusnya belum semuanya teregestrasi secara resmi.Hal ini  potensial akan menimbulkan konfik. 

Tulisan ini akan membahas tentang potensi dan sekaligus problematika wakaf di Simeulu

Potensi Wakaf Masyarakat Simeulu dan Peluang Pengembangan.

Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa Simeulu  memiliki potensi wakaf yang sangat besar. Hal ini menandakan bahwa kesadaran berwakaf di kabupaten yang beribukota Sinabang ini telah tertradisikan sejak lama. Keberadaan Simeulu yang mayoritas memeluk agama Islam berikut semangat keagamaan yang tinggi, ditopang oleh sejarah kemakmuran ekonomi sebagai daerah penghasil cengkeh terkenal sangat memungkinkan tradisi wakaf berkembang di sana. 

Ketaatan dan kemakmuran telah menjadi pembangkit semangat berwakaf dalam masyarakat Simeulu. Semangat ini dalam batas tertentu tetap terjaga dalam wawasan keagamaan masyarakat. 

Tingginya semangat berwakaf ini tidak langsung surut bersama mundurnya produksi cengkeh di Simeulu.  Problematika yang hari ini hadir adalah tentang pengelolaan wakaf, wawasan pengembangan yang  sesuai dengan dinamik masyarakat itu sendiri.

Dalam arahannya selama berada di Simeulu ketua BWI Aceh menyampaikan bahwa diperlukan pengayaan wawasan dalam pengembangan wakaf. 

Karena wakaf itu terpahami sebagai sebuah harta yang telah dipindahtangankan dari milik individu atau kelompok menjadi milik Allah yang diamanahkan kepada nazhir agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan ummat. 

Lebih lanjut prinsip utama dari amanah wakaf adalah bagaimana menjaga ainul waqaf tetap abadi. Hal ini meniscayakan bahwa wakaf itu harus dikelola agar menjadi produktif agar kemanfaatan dan tujuan pewakafan dapat terwujud. 

Hal ini selaras dengan tema duduk rembuk yang dibuat “Mengelola Wakaf dengan Amanah, Memberdayakan Umat dengan Cinta”. 

Persoalan lain dari wakaf di Simeulu adalah terkait peruntukan wakaf. Dari FGD yang dilakukan diinformasikan bahwa para pewakaf secara umum hanya memperuntukkan wakafnya hanya untuk lembaga pendidikan Islam, tempat ibadah dan perkuburan umum. 

Peruntukan ini memang memiliki landasan fikir yang kokoh dalam sudut pandang jariah. Namun penekanan   peruntukan tertentu  secara ketat kerap menimbulkan sulitnya pengembangan wakaf menjadi luas dan produktif. Dengan nada berseloroh, Prof. Fauzi Saleh menyampaikan bahwa peruntukan menjadi perkuburan itu seakan mengesan kanwakaf hanya untuk orang meninggal. padahal orang yang masih hidup justru lebih banyak yang perlu menikmati nilai wakaf. 

Dalam konteks hari ini pengembangan wakaf sudah saatnya menjangkau ranah-ranah pengembangan yang lebih produktif seperti, usaha mikro kuliner, penginapan, mini market, pertanian, dan lain-lain. Dalam konteks Simeulu peluang pengembangan wakaf produktif ini bisa dijalankan dalam usaha kuliner khas Simeulu dengan menu Lobster, pengganan Lepeng Sagu, minuman memek. 

Dalam bidang usaha penginapan juga sangat sesuai mengingat banyak wisatawan yang datang menikmati pemandangan laut nan eksotik. Kemudian dalam bidang pertanian juga bisa dikembangkan penanaman sawit sebagai ganti  pohon cengkeh yang dulu pernah mendunia.  

Khusus sawit ini telah dimulai penanamannya secara simbolis oleh ketua BWI Aceh di halaman masjid Abail Kecamatan Tengah Simeulu. 

Semua bentuk usaha ini nantinya perlu dikelola oleh nazhir yang memiliki pemahaman keagamaan sekaligus memiliki semangat interpreneurship. 

Habatnya lagi saat ini, Simeulu sudah memiliki setidaknya empat orang  nadzir yang bersertifikat. Para nazhir inilah yang diharapkan  dapat mengelola amanah pewakaf ini agar nilai dari wakaf ini benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Simeulu dengan penuh suka cita.

Selebihnya, probematika wakaf di Simeulu juga terkait ikrar atau ijab qabul. Banyak ikrar yang hanya disampaikan secara lisan tidak tertulis. Hal inilah terkadang akan memunculkan permasalahan di kemudian hari. Bisa jadi, nantinya akan anak atau cucu dari pewakaf akan tidak mengakui wakaf orang tuanya. Fenomena ini tentunya tidak hanya terjadi di Simeulu, namun juga bias terjadi didaerah manapun. 

Oleh karenanya, untuk menjaga kemashalatan wakaf diperlukan registrasi resmi terhadap harta-harta wakaf, sehingga statusnya benar-benar terjaga sebagai hartawakaf.

Khulasah

Penulis seakan menjadi saksi bahwa animo berwakaf di Simeulu perlu diteladani. Semangat ini nampak terjalin alami, bupati dan wakilnya ikut hadir bersama para pengiat wakaf dalam FGD wakaf seakan ingin mengkirarkan semangat dan komitmen berwakaf menuju Simeulu Bermartabat. Jika ulama dan umara sudah menyatukan gagasan dan kebijakan dalam kebaikan insyaallah semu aakan terlaksana. 

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Kekuatan ulama dan umara akan mampu mencairkan keras yang membatu dan sanggup membekukan cairan mengalir.

ADVERTISEMENT

Ketika Komitmen mulia ini telah dinyatakan nun jauh di  kepulauan di tengah Samudra Hindia, disaksikan deru ombak dan semilir angin pantai, pasti Allah akan membersamai semua niat mulia memberdayakan wakaf demi ummat Islam Simeulu sejahtera. 

Semoga semuakhidmat kita dalam pengelolan wakaf ini akan tercatatsebagai amal kebaikan.  Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Penulis

Prof. Dr. Lukman Hakim bin Abdul Wahab, M.Ag.

Guru Besar pada  Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh dan  Pengurus Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Prov Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare241Tweet151
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Hukum yang Tak Terucap

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com