POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ketika Dunia Bersiap Perang, Indonesia Bersiap dengan Meme dan Joget

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
October 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Sementara dunia sibuk menyiapkan tank, pesawat tempur, dan strategi perang serius, Indonesia tampaknya memilih jalur yang sedikit berbeda. Perang di sini bukan soal peluru dan meriam, tapi soal meme, hashtag, dan joget viral. 

Bayangkan kalau hari ini terjadi konflik regional: sementara negara lain mengerahkan pasukan fisik, remaja Indonesia justru berbaris dengan ponsel di tangan, siap menyerbu dunia maya dengan tawa dan konten kreatif.

Menurut survei APJII (2025), hampir 80% lebih remaja Indonesia aktif di media sosial, dengan TikTok menjadi panggung utama. Jadi, medan perang modern bukan lagi medan tempur dan artileri, tapi layar smartphone yang dipenuhi challenge joget dan meme pedas penuh satire.

Namun di balik gelak tawa digital, terselip pertanyaan serius: apakah kreativitas dan ekspresi digital yang begitu meriah ini cukup menjadi perisai bangsa ketika ketegangan global meningkat?

Remaja Indonesia: Pembinaan Anak Bermasalah di Barak Pembinaan?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, punya ide yang cukup mengejutkan: pelatihan militer untuk remaja bermasalah. Inspirasi datang dari China, di mana pendekatan semi-militer diterapkan sejak sekolah dasar. Tujuannya? Membentuk karakter remaja yang disiplin dan bertanggung jawab.

Bayangkan, remaja yang biasanya mahir berjoget, kini juga bisa berbaris layaknya prajurit, lengkap dengan etika militer dan rasa kebangsaan.

Tentu saja, ide ini menimbulkan pro-kontra. Para pegiat hak asasi manusia bertanya dengan nada waswas: apakah ini benar-benar pembinaan karakter atau sekadar pembatasan kebebasan anak? Pendekatan militer identik dengan struktur hierarki yang ketat dan berpotensi menimbulkan trauma psikologis bagi anak yang sedang berada di masa kritis pertumbuhan.

Tiongkok: Sekolah Dasar atau Akademi Militer?

Kalau Indonesia sedang bereksperimen dengan semi-militer, Tiongkok sudah jauh lebih dulu. Anak-anak yang dianggap kurang disiplin dikirim ke kamp khusus: latihan fisik ketat, kelas moral, dan penanaman loyalitas kepada negara. 

Pemerintah Tiongkok menilai ini sebagai pembinaan karakter, tapi Human Rights Watch (2024) memperingatkan risiko besar. Tekanan yang diterapkan bisa merusak psikologis anak. Apa yang terlihat sebagai pendidikan semi-militer kadang lebih mirip “cuci otak versi ringan.” Efektif, tapi membuat pendukung kebebasan berpikir mengernyitkan dahi.

📚 Artikel Terkait

SENJA DI PULAU PENYENGAT

CITA-CITAKU MENJADI PNS (PENGUSAHA NAN SUKSES)

Wako Payakumbuh, Suprayitno: Penting Menelusuri Jejak Yu Dafu

Abu Ujong Rimba – Review Artikel

Rusia: Patriotisme dalam Seragam Sekolah

Rusia punya versi lain: Yunarmiya, atau “Tentara Muda.” Organisasi paramiliter ini menampung pelajar 10–18 tahun untuk berbaris, menggali parit, dan menembak dengan senjata tiruan. Kegiatan ini menjadi bagian kurikulum wajib di beberapa negara bagian Rusia, di mana nilai patriotisme dan disiplin ditanamkan sejak dini.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia (2025), program ini bertujuan membentuk generasi muda agar siap menjadi pelindung negara. Tapi para aktivis HAM dan psikolog mengingatkan: memaksakan patriotisme lewat seragam dan latihan bisa menumbuhkan ketakutan, bukan rasa cinta tanah air.

Indonesia: Antara Joget Viral dan Barak Militer Virtual

Indonesia punya cara sendiri merawat nasionalisme: melalui seni dan budaya digital. Meme dan joget bukan sekadar hiburan, tapi bahasa ekspresi yang mempererat solidaritas sosial dan identitas budaya. Data APJII (2024) menunjukkan pengguna TikTok rata-rata menghabiskan 86 menit per hari di aplikasi ini, medan pertempuran berbeda, tapi nyata.

Namun ketika ketegangan dunia meningkat, apakah cukup bagi bangsa ini untuk terus berjoget dan mengirim meme kocak? Ataukah sudah saatnya Indonesia mencari keseimbangan antara kreativitas digital dan persiapan mental serta fisik membangun ketangguhan bangsa?

Indonesia bisa memanfaatkan kekuatan soft power digital sebagai ujung tombak diplomasi dan perlawanan, sembari membangun model pembinaan karakter yang humanis dan beretika. Model hybrid ini menggabungkan pelatihan fisik dan mental tanpa melanggar hak anak dan kebebasan berpikir. Generasi muda tetap kreatif, manusiawi, dan siap menghadapi tantangan global.

Persiapan mental dan fisik yang terintegrasi, berlandaskan nilai kemanusiaan, adalah kunci agar generasi muda Indonesia menjadi penjaga masa depan bangsa yang tangguh, cerdas, dan berpikir merdeka. Di era perang informasi dan pikiran, tawa, kecerdasan digital, dan karakter matang bisa menjadi senjata utama menjaga keutuhan dan kejayaan negeri.

Daftar Referensi

1. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Survei Penggunaan Internet Indonesia 2023. APJII, 2023.

2. Human Rights Watch. China: Military-Style Education in Schools Threatens Children’s Rights. HRW Report, 2024.

3. Kementerian Pertahanan Rusia. Laporan Organisasi Yunarmiya dan Pendidikan Patriotik Militer Pemuda, 2025.

4. UNICEF. Child Rights and Military Involvement: Standards and Recommendations. UNICEF Briefing, 2023.

5. Human Rights Watch. Education and Coercion: Children under Military Discipline. HRW Analysis, 2024.

Penulis: Novita Sari Yahya

Penulis dan peneliti, fokus pada strategi militer dan perang dunia sejak usia remaja.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Membangun Kemandirian Energi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00