• Latest

Di Jalan Pulang

Oktober 15, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Di Jalan Pulang

Mahmudi Hanafiah by Mahmudi Hanafiah
Oktober 15, 2025
in Aceh, Catatan Perjalanan, Cerita Perjalanan, Jalan-jalan, Jalan-Jalan, Perjalanan, Transportasi
Reading Time: 4 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.
Dosen UNISAI Samalanga Kabupaten Bireuen

Dulu, perjalanan antar kabupaten atau kota dianggap sebuah perjalanan panjang dan untuk menempuhnya sudah dipersiapkan persiapan dan perencanaan jauh hari. PP (Pergi dan pulang) sangat tidak mungkin dilakukan dalam satu hari, misal untuk perjalanan dari Batee Iliek yang berada di penghujung Kabupaten Bireuen menuju ke Simpang Ulim yang ada di Kabupaten Aceh Timur, di mana perjalanan tersebut melintasi Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.


Beda halnya dengan sekarang ini, perjalanan antar kabupaten/kota terasa singkat. Walaupun bukan dengan kendaraan pribadi, perjalanan antar kabupaten/kota bisa ditempuh PP dalam satu hari, walaupun harus malam dalam perjalanan pulang. Hal itu sering saya alami, termasuk sekarang ini.

Dalam perjalanan pun bisa kita gunakan waktu untuk menulis ide dalam bentuk artikel singkat, sambil menikmati perjalanan. Walaupun tidak senyaman perjalanan dengan kereta cepat sebagaimana yang ada di pusat ibu kota negara atau bahkan negara-negara maju seperti Cina, namun angkutan umum yang ada di Aceh, seperti L300, masih bisa dikatakan layak dan lumayan nyaman untuk perjalanan antar kota. Belum lagi kalau kita memilih mini bus Hiace atau bus-bus lain, seperti Putra Pelangi, Sempati Star atau Aero Bus, itu bahkan sudah sangat nyaman untuk perjalanan antar Propinsi.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026


Hal itu menandakan bahwa, perkembangan dalam bidang transportasi sedikit banyaknya sudah terlihat bila dibandingkan dengan masa-masa dahulu. Namun di sini juga kadang-kadang terbesit dalam pikiran kita beberapa pertanyaan yang memilukan, mengingat masih ada juga minusnya dalam perjalanan dari sisi fasilitas jalan yang masih belum sepenuhnya bisa dikatakan bagus secara maksimal, sehingga saat kita menumpang mini bus seperti L300, terasa kurangnya kenyamanan di beberapa daerah akibat kerusakan jalan.


Di antara pertanyaan yang muncul, bagaimana seandainya alokasi anggaran dilakukan dengan benar oleh pemerintah, tanpa ada kecurangan…? Pastinya anggaran atas nama dana otsus yang sudah diberlakukan beberapa tahun bisa memperbaiki berbagai fasilitas umum, juga bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat lokal.


Namun sangat disayangkan, sejauh ini fasilitas umum yang memadai belum sepenuhnya terwujud. Masih banyak daerah pedalaman yang belum memiliki akses jalan yang layak, sehingga kadang-kadang guru yang ingin mengajar demi mencerdaskan anak bangsa harus mengarungi jalan bebatuan atau berlumpur.

Masyarakat susah mendapatkan pelayanan kesehatan akibat akses jalan yang sangat sulit. Bahkan, ironisnya, daerah-daerah tersebut merupakan kawasan industri yang menjadi salah satu sumber perekonomian negeri. Akan tetapi, masyarakat penghasil sumber perekonomian tersebut hanya bisa menikmati hasilnya dalam harga yang sangat kecil dengan dalih sulitnya diakses oleh para pembeli.


Pemerintah harus menanggapi permasalahan tersebut dengan serius. Perhatian pemerintah dalam menyejahterakan rakyat sangat dibutuhkan. pemerintah harus sadar bahwa mereka diamanatkan oleh rakyat dalam mengurus administrasi dan kesejahteraan mereka. Sebagai imbalannya, rakyat menyediakan gaji dan berbagai fasilitas bagi pemerintah dari hasil kerja keras mereka.

Artinya, rakyat begitu serius dalam memperhatikan kenyamanan pemerintah dalam bertugas menjaga kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, pemerintah pun diharapkan untuk serius dalam menjaga amanah tersebut.


Sekitar dua bulan yang lalu kita baru saja merayakan 8 dekade kemerdekaan. Dalam perayaan tersebut, tepatnya pada sesi karnaval kita bisa melihat dan membaca beragam unek-unek yang ada dalam batin masyarakat. Berbagai karakter pejabat pemerintahan dipertontonkan oleh peserta karnaval. Dan, dominannya, karakter tersebut bermuara kepada protes terhadap banyaknya kasus korupsi yang terjadi di negeri ini.


Pertunjukan tersebut memang terkesan humoris. Namun, di balik humornya tertancap makna yang sangat mendalam. Karakter-karakter tersebut mengisyaratkan agar pemerintah benar-benar tegas dalam menyikapi kecurangan dalam penggunaan anggaran. Ribuan bahkan jutaan anak bangsa masih berada di bawah kemiskinan. Banyak anak terlantar. Banyak anak yang harus berjuang dalam mengobati rasa lapar. Banyak pengangguran yang harus bersabar. Jumlah anggaran yang diselewengkan seharusnya bisa meminimalisirkan sampai menghilangkan masalah-masalah tersebut.


8 dekade kita sudah merdeka. Namun, banyak rakyat yang masih merasa dijajah. Dijajah oleh berbagai kebijakan yang sifatnya seperti pisau, tajam ke bawah tumpul ke atas. Ungkapan sang proklamator kita sudah sangat familiar. Di mana beliau mengatakan bahwa, Pejuang kemerdekaan berjuang dari penjajahan asing, sedangkan kita sebagai anak cucu beliau berjuang melawan bangsa sendiri. Kita sudah sangat sering mendengar dan membaca ungkapan itu. Kita sangat tidak berharap hal itu terjadi. Akan tetapi, apakah benar hal itu belum terjadi…?


Pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan tulisan atau perkataan. Realita dan fakta di lapangan lah yang menjadi jawabannya.
Kita seperti sudah tersesat begitu jauh dan tidak tau jalan pulang. Maka kita harus kembali menelusuri jejak para pendahulu kita, agar kesesatan kita menemukan titik ujung dan kita bisa segera kembali menuju jalan pulang.


Kemerdekaan yang sudah berusia 8 dekade harus kita jadikan sebagai pemandu menuju kemakmuran yang sesungguhnya. Kemajuan jangan lagi Hanya sebatas slogan, akan tetapi harus terwujud sebagai kenyataan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet147
Mahmudi Hanafiah

Mahmudi Hanafiah

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Ketika Dunia Bersiap Perang, Indonesia Bersiap dengan Meme dan Joget

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com