POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Arsip G30S: Ingatan yang Tak Boleh Hilang

RedaksiOleh Redaksi
October 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Muhamad Ihwan

Pagi ini, di seluruh Indonesia, bendera Merah Putih berkibar penuh di halaman kantor pemerintahan, sekolah, hingga instansi publik. Upacara Hari Kesaktian Pancasila kembali digelar dengan khidmat. Di Aceh Besar, Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) ANRI ikut melaksanakan upacara bersama ratusan lembaga lainnya, meneguhkan kembali makna Pancasila sebagai fondasi kebangsaan yang tak tergoyahkan.

Bagi generasi Orde Baru, tanggal 30 September identik dengan kewajiban menonton film Pengkhianatan G30S/PKI. Negara menjadikannya sarana untuk menanamkan kewaspadaan pada bahaya laten komunisme. Setelah reformasi, tradisi itu meredup. Kini hanya upacara resmi di kantor-kantor pemerintahan, sekolah, atau komunitas tertentu yang rutin mengingatkan publik akan sejarah kelam itu.

Namun, di balik ritual, ada pertanyaan yang lebih penting: bagaimana bangsa ini menjaga ingatan sejarah? Bagaimana peristiwa 1965 dipahami secara jernih oleh generasi yang tidak lagi mengalami langsung? Jawaban itu ada pada arsip.

Arsip: Jejak yang Tak Bisa Dipungkiri

“Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan” mendefinisikan arsip sebagai *rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Definisi ini menegaskan: arsip bukan hanya catatan resmi negara. Ia juga lahir dari masyarakat, kelompok, maupun individu. Dalam konteks G30S/PKI, arsip menjelma dalam bentuk yang beragam: dokumen militer, putusan pengadilan Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub), laporan media, catatan keluarga korban, hingga testimoni yang disimpan LSM. Semuanya adalah saksi sejarah.

Di ANRI Jakarta, misalnya, tersimpan arsip-arsip penting: transkrip sidang Mahmilub terhadap tokoh PKI, laporan operasi penumpasan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kliping media nasional. Dokumen-dokumen itu adalah sumber otentik yang tak bisa dipalsukan. Mereka menyimpan fakta apa adanya, meski kadang pahit.

Antara Keterbukaan dan Ketertutupan

Namun, tidak semua arsip bisa langsung diakses publik. Ada aturan yang harus dipatuhi.
Peraturan Kepala ANRI Nomor 403 Tahun 2021 Tentang Daftar Arsip Tertutup menjadi payung hukum yang menentukan mana arsip dapat dibuka, mana yang harus dibatasi. Arsip terkait G30S/PKI sebagian masih tertutup karena menyangkut keamanan negara dan perlindungan hak pribadi.

Faktanya, setiap menjelang atau setelah Hari Kesaktian Pancasila, permintaan arsip G30S/PKI di ANRI selalu meningkat. Mahasiswa, peneliti, hingga jurnalis datang dengan beragam kepentingan. ANRI melayani sesuai prosedur: permintaan yang memenuhi syarat akan diberikan akses, dengan tetap menjaga keseimbangan antara keterbukaan informasi dan perlindungan hak warga negara.

📚 Artikel Terkait

Ketika Mahasiswa Tersesat – Ulasan Artikel

Gentong Babi dan Kepala Babi

MUSIBAH DI 13.03.2011

Rintik Hujan

Prinsip ini penting: arsip bukan dinding yang menutup, melainkan jendela yang bisa dibuka dengan aturan yang jelas.

Arsip Masyarakat Sipil

Tidak hanya negara, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) sejak 1990-an aktif mengumpulkan arsip G30S/PKI. Ada yang menyimpan dokumen pro-pemerintah, ada pula yang mengangkat suara korban dan penyintas.
Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 65) misalnya, menghimpun testimoni eks-tapol dan keluarga, sebagai bagian dari perjuangan hak asasi manusia.

Arsip semacam ini memperkaya perspektif sejarah, tetapi juga mengandung risiko. Tanpa pengelolaan standar kearsipan, arsip rawan hilang, rusak, atau dimanipulasi. Karena itu, idealnya, arsip-arsip masyarakat sipil yang bernilai sejarah sebaiknya diserahkan ke lembaga kearsipan resmi ANRI atau lembaga arsip daerah agar kelestariannya terjamin dan dapat diakses publik dengan adil.

Belajar dari Dunia

Pengelolaan arsip tragedi politik bukan hanya isu Indonesia. Di Amerika Serikat, dokumen pembunuhan John F. Kennedy dibuka bertahap, dengan sebagian tetap diklasifikasikan. Di Australia, arsip keterlibatan dalam Perang Vietnam diakses dengan syarat tertentu. Kanada membentuk Truth and Reconciliation Commission yang menjadikan arsip sebagai instrumen penyembuhan luka sejarah.

Praktik internasional ini memberi pelajaran: arsip kelam memang harus dibuka, tapi dengan cara bertahap dan bertanggung jawab. Prinsipnya, arsip bicara apa adanya, bukan dipelintir untuk kepentingan politik sesaat.

Ingatan yang Menjaga Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengingat bahwa bangsa ini pernah menghadapi ancaman serius terhadap ideologi negara. Ribuan orang kehilangan nyawa, jutaan lainnya terseret stigma yang bertahan puluhan tahun.

Arsip G30S/PKI menyimpan semuanya. Ia adalah ingatan yang tak boleh hilang. Dari dokumen resmi negara hingga kesaksian masyarakat, semua membentuk mosaik sejarah yang utuh.

Tugas kita adalah menjaganya. Menjaga agar arsip tetap autentik, agar generasi mendatang bisa belajar tanpa dendam. Menjaga agar arsip bisa dibuka tanpa mempermalukan, mengingat tanpa menghapus, memahami tanpa mengaburkan.

Ketika kita berdiri di lapangan upacara Hari Kesaktian Pancasila, sadarilah: Pancasila tidak hanya dijaga lewat ritual, tetapi juga lewat arsip ingatan kolektif yang terus berbicara, agar bangsa ini tidak kehilangan arah.

Muhamad Ihwan
Pemerhati Kearsipan / Penulis

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Tanpa Bali, GWK (hanya) Beton

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00