Dengarkan Artikel
Oleh Nita Juniarti
7 peserta terdaftar, ditambah orangtua setiap anak, mengikuti kegiatan Baca Nyaring Istimewa di Taman Perkantoran Abdya, Minggu (28/9) dari Sigupai Mambaco. Kegiatan ini merupakan upaya menghidupkan ruang publik dengan kegiatan kreatif, edukatif dan menjadikan belajar menjadi wahana liburan yang menyenangkan. “memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan literasi” demikian ditegaskan oleh pendiri Sigupai Mambaco.
Sunniah – sang kordinator Baca Nyaring Istimewa Sigupai Mambaco mengajukan tema Ide kegiatan ditanam sebagai agenda berjalan sebulan sekali. Pada awalnya dari Koordinator Baca Nyaring kegiatan ini hanya seputar baca buku saja, namun Koordinator Umum menambahkan beberapa item kegiatan semisal: Permainan tradisional Congklak, Bakiak, dan Ular Tangga, lalu ada panduan praktik membuat taman mini menggunakan sampah organik (ranting dan daun) pada media lembar aktivitas dan layanan percobaan Oven Tenaga Surya dan membuat minuman Tea Telang.
Para peserta melakukan registrasi senilai 50.000/orang. Kalau hanya baca nyaring saja, saya kira itu kurang adil. Dari uang registrasi para peserta mendapatkan; Parsel buah, Kudapan cup, Topi rimba, Bibit Bayam, Pembatas buku dan bahan-bahan yang digunakan dalam layanan percobaan dan stiker wajah.
Baca nyaring tematik “Tumi Pergi Ke Taman” bukan hanya sekadar rekreasi akhir pekan. Beberapa peserta menganggap ini merupakan belajar kreatif mengasah dan menyalurkan hobi. “anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan. Kami hobi melakukan seperti ini. Anak-anak termasuk saya suka sekali kegiatan menempel/membuat kolase”. Ina -peserta ibu dari dua anak.
Lain halnya dengan Ibu Ananda Bunga -satu dari beberapa orang tua peserta menyampaikan harapan agar kegiatan ini terus dilakukan. “anak-anak saya hobi dan suka kegiatan semacam ini. Kalau bisa kegiatan seperti ini jangan hanya sekali”. Ucapnya. Koordinator Umum di lain kesempatan juga menjelaskan bahwa Baca Nyaring Istimewa ini berjalan setiap sebulan sekali dengan tema yang selalu berbeda.
📚 Artikel Terkait
Baca Nyaring Istimewa ini kali yang kesembilan dengan peserta yang beragam usia serta jumlah peminat saat dibuka pendaftaran.
Tidak hanya Baca Nyaring Istimewa, di lokasi yang sama juga dilakukan kegiatan Mahota Buku yang juga digelar sebulan sekali. Lebih dari 3 peserta membicarakan buku yang sudah dan sedang dibaca. Fokus utama kegiatan ini adalah Membicarakan Buku. Fokus kegiatan ini bukan pada jumlah peserta atau jumlah buku yang dibaca melainkan pada aktivitas membahas buku.
Agenda ini juga merupakan wadah untuk menumbuhkan daya baca kritis terhadap pengetahuan atau cerita/kisah yang ada dalam buku.
“sangat menyenangkan. Ini pengalaman pertama saya membedah buku apa yang sudah dibaca. Saya bertemu dengan ibu-ibu pegiat literasi yang juga mengajak anak-anaknya bergiat di taman. ”Ucap Juli -peserta Mahota Buku. Perempuan asal Sumatra Utara yang sudah berdomisili di Kuta Tuha ini mengakui bahwa dirinya membutuhkan ruang semacam ini. Dia juga berharap kegiatan positif semacam ini di Kabupaten Abdya terus tumbuh dan berdampak pada masyarakat.
Agenda Mahota Buku yang diampu oleh koordinator umum menegaskan bahwa kegiatan Mahota Buku ini juga melatih kemampuan berbicara di depan umum dan daya baca kritis terhadap buku. Kegiatan ini konsisten berjalan sejak 2019. Mahota buku mengalami banyak perubahan demi menyesuaikan kondisi. “mahota model piknik ini baru kita jalankan tahun 2025 ini”
Nita juga menambahkan Ini bukan kegiatan yang dimaksudkan mengejar popularitas, fomo, atau hanya sekadar ramai di media sosial saja, namun merupakan kerja konsisten dan menghadirkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan segala tantangannya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






