POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat

Ririe AikoOleh Ririe Aiko
September 13, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

*Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat*

Oleh : Ririe Aiko 

_(Pada 10 September 2025, Kathmandu, ibu kota Nepal, diguncang kerusuhan. Seorang menteri keuangan digiring massa, ditelanjangi, lalu diceburkan ke sungai yang membelah kota. Adegan itu terekam kamera ponsel dan viral ke seluruh dunia. Simbol negara runtuh dalam hitungan menit.¹)_

—000—

Di tepi sungai yang keruh,

rakyat menjelma hakim jalanan.

Teriakan memecah udara,

kamera ponsel gemetar merekam—

tubuh pejabat hanyut,

martabat bangsa ikut tenggelam.

Bukan sekadar seorang lelaki

yang dipermalukan di hadapan rakyat,

melainkan simbol kepercayaan

yang lama terkikis janji kosong.

Amarah itu tak lahir seketika,

ia tumbuh dari beras yang mahal,

minyak yang langka,

dan anak muda yang kehilangan pekerjaan.²

—000—

Generasi digital marah,

melihat anak pejabat berfoya-foya,

pamer mobil sport dan jam tangan mewah,

sementara rakyat antre demi sekarung beras.³

Ketimpangan pun menjelma bara.

Namun api benar-benar menyala

saat pintu dunia maya dikunci.

Facebook dibungkam,

YouTube disumbat,

X ditutup rapat.

Suara yang biasa hidup di layar

📚 Artikel Terkait

Sebutlah “Disabilitas”, Bukan Cacat

Taty Westhoff, Diaspora Minang di Belanda Menggugat Artis yang Melecehkan Budaya Minangkabau

Survive and Happy Anniversary Majalah POTRET

PERAN KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN ANAK BERBAKAT

dipaksa mati.

Tubuh pun akhirnya menjadi teks terakhir,

jalan raya menjelma panggung,

dan sungai,

menjadi tirai terakhir

bagi pertunjukan politik yang telanjang.

—000—

Indonesia, tidakkah kita belajar?

Nepal hanyalah cermin

yang retaknya bisa memantul ke sini.

Bayangkan,

jika suatu hari di Jakarta,

seorang menteri ditarik paksa,

dilempar ke Kali Ciliwung,

direkam ratusan kamera,

disiarkan ke seluruh dunia.

Itu bukan sekadar tragedi,

melainkan aib bangsa.

—000—

Kita masih punya modal kepercayaan:

pers yang hidup,

organisasi sipil yang bergerak,

dan hukum yang kadang

masih berpihak pada rakyat.

Namun benih-benih amarah itu ada.

Dari ketidakadilan ekonomi,

dari pamer kuasa anak pejabat,

dari suara publik yang kadang dibungkam.

Jika dibiarkan tumbuh liar,

kita pun bisa terbakar.

Oleh amarah yang terlalu menumpuk

Tak bisa terbendung lagi.

Biarkan sungai-sungai kita

tetap menjadi tempat anak-anak bermain,

bukan tempat martabat pejabat ditenggelamkan.

Biarkan rakyat percaya

bahwa keadilan masih bisa lahir

tanpa harus menelanjangi negeri sendiri.

—000—

CATATAN:

(1)“https://www.kompasiana.com/dosom/68c15e0f34777c1e4d7ce972/belajar-dari-kekuatan-rakyat-yang-menumbangkan-gaya-hidup-pejabat-nepal

(2https://www.worldbank.org/en/news/opinion/2025/08/20/investing-in-people-nepal-s-best-bet-for-better-jobs-and-economic-growth

(3https://kathmandupost.com/national/2025/09/06/nepo-kid-trend-sparks-anti-corruption-campaign-in-nepal

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Ririe Aiko

Ririe Aiko

Ririe Aiko adalah seorang penulis dan pegiat literasi asal Bandung yang dikenal karena konsistensinya dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan melalui karya sastra, khususnya puisi esai. Sejak remaja, ia telah menjadikan dunia menulis sebagai rumahnya. Ia mulai dikenal pada 2006 lewat karya pertamanya Senorita yang memenangkan Lomba Penulisan Naskah TV di Tabloid Gaul dan kemudian diadaptasi menjadi FTV oleh salah satu stasiun televisi nasional. Perjalanan kepenulisan Ririe berakar dari genre horor dan roman, dua dunia yang memberinya ruang untuk menggali sisi gelap dan getir kehidupan. Cerpen-cerpen horornya bahkan sering menjadi trending dan memenangkan penghargaan di berbagai platform, termasuk Arum Kencana yang menjuarai lomba cerpen Elex Novel. Namun di tengah jejak panjang fiksi populernya, Ririe justru menemukan makna baru dalam genre puisi esai—sebuah ruang tempat ia bisa bersuara lebih lantang tentang luka sosial, ketidakadilan, dan harapan yang tertindas. Pada 2024, Ririe menerbitkan buku antologi pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama berjudul KKN, sebuah karya kolaboratif yang mempertemukannya dengan pembaca lebih luas. Setahun kemudian, ia menerbitkan buku puisi esai mini bertajuk Sajak dalam Koin Kehidupan (2025), sebagai tonggak awal perjalanannya menapaki genre puisi esai secara lebih mendalam. Tak berhenti di sana, ia menantang dirinya untuk menulis puisi esai setiap hari selama 30 hari di bulan Ramadhan—yang kini tengah dirangkai menjadi buku puisi esai mini bertajuk Airmata Ibu Pertiwi. Ririe juga merupakan Founder Gerakan Literasi Bandung, sebuah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap buku di era digital. Melalui program berbagi buku, kelas kreatif, dan kegiatan literasi berbasis komunitas, ia membangun jembatan antara dunia literasi dan tantangan teknologi masa kini. Selain menulis, Ririe aktif sebagai kreator video berbasis Artificial Intelligence, menjelajah cara-cara baru dalam menyampaikan pesan melalui medium visual. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyalakan cahaya kecil di tengah gelapnya kenyataan—cara untuk berdamai, berjuang, dan tetap bertahan di dunia yang sering kali bisu terhadap suara-suara kecil.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00