Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
Cara Mudah Merawat Logika
–‐————‐————————————
Kamis, 11/9/2025 (Edisi 1499)
"Apa beda Kuota Haji dengan lahan tambang Bib?"
"Kalau perbedaannya hanya sedikit yang aku tau. Paling banyak cuma dua hal yang menurutku sangat mencolok."
"Terus..?"
"Tapi kalau Bang JAGo tanya persamaannya, insya Allah ada banyak hal yang bisa aku sebutkan."
"Coba kau jawab perbedaannya dulu!"
"Haji itu panggilan Allah bagi yang mampu. Itu rukun Islam ke lima yang dapat menghapus dosa bagi Umat Muslim. Sedang urusan tambang lebih kepada panggilan Setan yang kalau dituruti bisa menghapus semua amal baiknya."
"Kok panggilan Setan..?"
"Karena semua didasari oleh nafsu keserakahan. Tujuannya semata-mata untuk memperkaya diri sehingga segala macam tipu menipu berlaku di sana."
"Beda satunya lagi apa..?"
"Mantan Menteri yang main tipu-tipu di urusan Kuota Haji sudah dibidik KPK, sedang Menteri atau mantan Menteri yang memperkaya diri dari tambang tidak ada yang menyentuhnya."
"Mungkin tambang yang dikuasainya itu legal, bukan tambang ilegal!"
"Kalau begitu umumkan kepada rakyat cara mereka memperolehnya seperti apa? Hukum apa yang membenarkan seorang Menteri menggunakan jabatan dan kekuasaannya untuk menguasai tambang secara tanpa hak..?"
"Tanpa hak bagaimana..?"
"Mereka menguasainya pasti bukan sesuai prosudur. Tujuannya pun bukan untuk mensejahterakan umat melainkan untuk memperkaya dari sendiri."
"Kalau itu ada benarnya!"
"Mereka tahu gara-gara keserakahannya negara menjadi bangkrut dan harus tambah utang setiap tahunnya. Bangsatnya lagi mereka justeru berpesta pora bersama keluarga dan kroni di atasnya. Menurutku itu bentuk kezaliman yang membuat amalannya sia-sia di sisi Allah."
“Berita tentang mantan Menteri Agama Yaqut ada kau ikuti tidak?”
“Nanti saja kalau sudah ditahan!”
“Kenapa begitu..?”
“Jujur aku bilang, sakit hati aku membaca beritanya!”
“Karena hanya dipanggil-panggil saja oleh KPK tanpa dilakukan penahanan seperti Kejaksaan Agung memborgol Nadim Makarim ya?”
“Termasuk gara-gara itu!”
“Lainnya apa..?”
“Wajar tidak semua pejabat di sana mendapatkan jatah sesuai tingkatan jabatannya dari uang haram itu?”
“Ya, ada kubaca beritanya. Memang sangat-sangat biadab. Kewajiban umat untuk memenuhi panggilan Ilahi saja mareka jadikan duit!”
“Maka tadi kubilang kalau sudah ditahan baru enak kita baca beritanya.”
“Beda apa dengan sekarang? Hanya anak, isteri dan keluarganya saja yang tidak menganggap mereka sebagai orang-orang yang dilaknat Allah. Sedang umat Islam malah mendoakan mereka segera bertemu dengan karmanya.”
“Puas saja melihat mereka berseragam sekolah KPK. Biar yang lain juga tahu hanya calon-calon manusia terkutut yang berani melanggar sumpahnya kepada Zat Yang Maha Melihat..!”
🙏Heri Iskandar
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





