POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025

RedaksiOleh Redaksi
September 6, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Agung Marsudi 

Yogyakarta memang istimewa. Istimewa negerinya, istimewa orangnya, dan istimewa tradisinya. Tradisi membaca warga Yogya tak diragukan lagi, pantas disematkan padanya sebagai kota pelajar.

Ini buktinya! Jogja Book Fair 2025 kembali digelar pada 4-14 September 2025 di Kawasan Grhatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Jogja Book Fair tahun ini pun istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan 13 tahun UU Keistimewaan DIY, dan Hari Literasi Internasional. Dibuka secara resmi, Kamis malam (4/9/2025).

Hadir dalam acara pembukaan, Penjabat (Pj.) Sekda DIY, Aria Nugrahadi, Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, Ketua Komisi D DPRD DIY, R.B. Dwi Wahyu, Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif, Kepala DPAD DIY, Kurniawan dan segenap tamu undangan.

Gelaran istimewa ini menghadirkan beragam kegiatan, bazar buku, kompetisi literasi, inkubasi literasi, talkshow, bedah buku, diskusi komunitas, hingga pertunjukan seni. Jogja Book Fair 2025 digelar berkat kolaborasi DPAD DIY, IKAPI Jogja, Paniradya Kaistimewan DIY, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, dan Dinas Pariwisata DIY.

📚 Artikel Terkait

Menanam Cerita di Tanah Jati:Menumbuhkan Inspirasi dari Hutan Blora

Rasa Yang Hilang

Pendidikan dan Middle Income Trap

12 Tips Penting untuk Tingkatkan Kualitas Diri

Dalam sesi pembukaan Kepala DPAD Yogya, Kurniawan mengatakan Jogja Book Fair 2025 ini bukan sekadar pameran buku, melainkan ruang inklusi di mana masyarakat bisa mengakses pengetahuan, berdiskusi, dan meneguhkan literasi sebagai bagian dari kesejahteraan.

Tema Jogja Book Fair 2025, “Literasi, Inklusif & Kesejahteraan” menurutnya cocok dengan kondisi Indonesia saat ini, di mana literasi bisa menyentuh semua lapisan golongan masyarakat. Gelaran literasi bukan sekadar pertemuan penerbit dan pembaca, tetapi bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan. 

Agenda tahunan ini diikuti oleh banyak penerbit terkenal, puluhan ribu judul buku yang ada di Bazar, membuat Jogja Book Fair 2025 merupakan pameran buku terbesar.

Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif menilai Jogja Book Fair 2025 bukan sekadar pameran buku, tetapi ruang inklusi dan sinergi lintas sektor. “Di balik layar, penerbit, penerjemah, dan pelaku industri kreatif sibuk menghadirkan bacaan. Dari bacaanlah kebijakan lahir, pemikiran tumbuh, dan masyarakat bisa belajar banyak nilai dari para tokoh dunia,” ujarnya.

Buku berjudul KOPITALISME karya dua penulis beda genre Malika Dwi Ana dan Agung Marsudi, yang diterbitkan oleh Senarai Ide Bangsa, berada di display sisi selatan venue bazar, merupakan satu judul buku yang menarik, yang ikut dipamerkan, bersama puluhan ribu judul buku yang tertata rapi dalam perhelatan literasi ini.

Danur (43), seorang warga pecinta buku dari Sleman, Yogya, berkomentar pameran ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat, terutama kawula muda, di tengah tradisi membaca sekarang yang terlihat menurun. Media sosial seperti menggerus tradisi itu. Buku Kopitalisme yang berada di display penerbit Senari Ide Bangsa, menarik perhatiannya. Covernya aja sudah eyecatching, apalagi isinya.

Penulis buku KOPITALISME, Malika Dwi Ana (53), yang berkesempatan hadir dalam acara pembukaan tak dapat menutupi kegembiraannya. Ia merasa senang, bangga, dan lebih terpacu untuk menggiatkan literasi lagi. “Masyarakat kalau melek literasi itu akan meningkatkan pengetahuan, memiliki pandangan luas, memiliki kesadaran untuk tidak mudah dibohongi, tidak mudah percaya “katanya-katanya”, kritis menanyakan kebijakan pemerintah misalnya, sehingga tidak asal terima,” ujar Malika, alumni jurusan Ilmu Politik Unair Surabaya ini. ***

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Mengintegrasikan Pendidikan Kebangsaan Indonesia dalam Pelatihan Beauty Queen yang Berbudaya dan Berkepribadian Indonesia

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00