POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Buku

Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025

Redaksi by Redaksi
September 6, 2025
in Buku, Literary Festival, Literasi, Menulisbuku, pegiat literasi, Peluncuran Buku
0
Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025 - 1000892725_11zon | Buku | Potret Online

Oleh Agung Marsudi 

Yogyakarta memang istimewa. Istimewa negerinya, istimewa orangnya, dan istimewa tradisinya. Tradisi membaca warga Yogya tak diragukan lagi, pantas disematkan padanya sebagai kota pelajar.

Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025 - 53d3f1ec 74d2 43b5 b2e1 bb5c388d89c2 | Buku | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Selamat Ulang Tahun ke-22 Majalah POTRET
10 Jan 2025

Ini buktinya! Jogja Book Fair 2025 kembali digelar pada 4-14 September 2025 di Kawasan Grhatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Jogja Book Fair tahun ini pun istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan 13 tahun UU Keistimewaan DIY, dan Hari Literasi Internasional. Dibuka secara resmi, Kamis malam (4/9/2025).

Hadir dalam acara pembukaan, Penjabat (Pj.) Sekda DIY, Aria Nugrahadi, Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, Ketua Komisi D DPRD DIY, R.B. Dwi Wahyu, Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif, Kepala DPAD DIY, Kurniawan dan segenap tamu undangan.

Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025 - 1bc1885e ddfa 45cb 85d9 42b7166f8d2c | Buku | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Menapaki Jejak Sang Pembelajar: Perjalanan Karir Imam Hidajat yang Menginspirasi
22 Sep 2025

Gelaran istimewa ini menghadirkan beragam kegiatan, bazar buku, kompetisi literasi, inkubasi literasi, talkshow, bedah buku, diskusi komunitas, hingga pertunjukan seni. Jogja Book Fair 2025 digelar berkat kolaborasi DPAD DIY, IKAPI Jogja, Paniradya Kaistimewan DIY, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, dan Dinas Pariwisata DIY.

Dalam sesi pembukaan Kepala DPAD Yogya, Kurniawan mengatakan Jogja Book Fair 2025 ini bukan sekadar pameran buku, melainkan ruang inklusi di mana masyarakat bisa mengakses pengetahuan, berdiskusi, dan meneguhkan literasi sebagai bagian dari kesejahteraan.

Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025 - IMG_7842 | Buku | Potret Online
Baca Juga
Beasiswa
Carilah Beasiswa Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik
07 Jan 2024

Tema Jogja Book Fair 2025, “Literasi, Inklusif & Kesejahteraan” menurutnya cocok dengan kondisi Indonesia saat ini, di mana literasi bisa menyentuh semua lapisan golongan masyarakat. Gelaran literasi bukan sekadar pertemuan penerbit dan pembaca, tetapi bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan. 

Agenda tahunan ini diikuti oleh banyak penerbit terkenal, puluhan ribu judul buku yang ada di Bazar, membuat Jogja Book Fair 2025 merupakan pameran buku terbesar.

Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif menilai Jogja Book Fair 2025 bukan sekadar pameran buku, tetapi ruang inklusi dan sinergi lintas sektor. “Di balik layar, penerbit, penerjemah, dan pelaku industri kreatif sibuk menghadirkan bacaan. Dari bacaanlah kebijakan lahir, pemikiran tumbuh, dan masyarakat bisa belajar banyak nilai dari para tokoh dunia,” ujarnya.

Buku berjudul KOPITALISME karya dua penulis beda genre Malika Dwi Ana dan Agung Marsudi, yang diterbitkan oleh Senarai Ide Bangsa, berada di display sisi selatan venue bazar, merupakan satu judul buku yang menarik, yang ikut dipamerkan, bersama puluhan ribu judul buku yang tertata rapi dalam perhelatan literasi ini.

Danur (43), seorang warga pecinta buku dari Sleman, Yogya, berkomentar pameran ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat, terutama kawula muda, di tengah tradisi membaca sekarang yang terlihat menurun. Media sosial seperti menggerus tradisi itu. Buku Kopitalisme yang berada di display penerbit Senari Ide Bangsa, menarik perhatiannya. Covernya aja sudah eyecatching, apalagi isinya.

Penulis buku KOPITALISME, Malika Dwi Ana (53), yang berkesempatan hadir dalam acara pembukaan tak dapat menutupi kegembiraannya. Ia merasa senang, bangga, dan lebih terpacu untuk menggiatkan literasi lagi. “Masyarakat kalau melek literasi itu akan meningkatkan pengetahuan, memiliki pandangan luas, memiliki kesadaran untuk tidak mudah dibohongi, tidak mudah percaya “katanya-katanya”, kritis menanyakan kebijakan pemerintah misalnya, sehingga tidak asal terima,” ujar Malika, alumni jurusan Ilmu Politik Unair Surabaya ini. ***

Previous Post

Tantangan Sarjana Komunikasi Sebagai Agen Perubahan di Era Digital 

Next Post

Membangun Identitas Kebangsaan dalam Pelatihan Beauty Queen Indonesia

Next Post
Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025 - 1000893856_11zon | Buku | Potret Online

Membangun Identitas Kebangsaan dalam Pelatihan Beauty Queen Indonesia

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah