POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

RedaksiOleh Redaksi
September 2, 2025
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ai Nur Beutari Asri

Siswi Kelas 2 MTsN 4 Rukoh, Banda Aceh

Pada hari Sabtu tanggal 23 bulan Agustus tahun 2025, saya berkunjung ke Festival Bunkasai di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Festival ini diadakan selama 2 hari, yaitu tanggal 23 dan tanggal 24 Agustus 2025.

Bunkasai adalah festival seni dan budaya Jepang yang diadakan di luar Jepang. Biasanya diselengarakan di sekolah-sekolah, maupun universitas di berbagai kota di Indonesia. Acara Bunkasai 2025 diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala, hasil kerjasama Persatuan Alumni Jepang cabang Aceh (Persada Aceh) dan Kantor Internasional USK . 

Acara ini terbuka untuk umum, dan menarik untuk dikunjungi. Di Bunkasai 2025 ditampilkan berbagai acara dan stand. Acaranya misalnya pembukaan yang meriah, seminar studi di Jepang, lomba mewarnai dan bedah buku. Ada juga berbagai stand seperti stand bonsai, arsip pasca tsunami, sekolah yang pernah dibantu Jepang, dan penyewaan baju khas Jepang Yukata. Ada juga stand Museum Gunung Seulawah dan Gunung Fuji, transportasi Jepang, les bahasa Jepang dan tentunya stand aneka makanan Jepang, seperti takoyaki, teh matcha khas Jepang, eskrim Jepang, dango, mochi, dorayaki, okonomiyaki dan lain lain.

Dalam acara pembukaan,  MC menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Lalu dilanjutkan dengan pentas lagu Jepang. Ada seminar studi di Jepang yang disampaikan Bapak Konjen dari Konsulat Jendral Jepang. Di acara seminar ini kita bisa bertanya berbagai hal tentang Jepang, khususnya tentang pendidikan. Setelah itu ada pentas budaya Aceh, Rapa’I geleng dan olahraga karate yang asalnya juga dari Jepang.

Pengunjung acara cukup ramai. Di sana saya bertemu dengan seorang mahasiswi internasional asal negara Mali di Afrika Barat. Pertemuan itu berjalan menyenangkan, dan itu juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kemahiran berbicara Bahasa Inggris saya. 

Saya juga bertemu beberapa mahasiswa internasional lainnya yang berasal dari negara tetangga Indonesia, Malaysia. 

Selain menjadi sarana memperkenalkan budaya Jepang di Aceh, Bunkasai juga menjadi peluang untuk mencari tempat menempuh pendidikan. 

Melalui konjen, kita bisa mendapat banyak informasi mengenai situasi pendidikan dan kesempatan untuk kuliah di negeri Sakura. Pastinya banyak mahasiswa dan pelajar yang merasa termotivasi untuk merantau  menempuh pendidikan di Jepang setelah itu.Menurut saya, hal ini bagus karena bisa membuat kita mendapat pengalaman lebih banyak di negara lain, dan melatih kita untuk mandiri. 

Kalau saya ditanya apa tempat yang saya ingin kunjungi di Jepang, mungkin antara Tokyo dan Osaka. Tapi mungkin bisa juga dua duanya ya? Hehe. Tapi tentunya saya harus menabung dulu agar biayanya cukup.

📚 Artikel Terkait

Makan Daging Qurban Bakar di Senja Usia

Seksualitas, Sebuah Konstruksi Sosial

Menjaga Arsip, Menjaga Jati Diri Bangsa

Puisi Khusus Rosli K. Matari Tuk Tabrani Yunis

Pada hari kedua ada acara Bedah Buku yang diterbitkan oleh Persada. Judulnya Fukubukuro. Dalam budaya Jepang, Fukubukuro adalah tradisi membeli tas yang berisi barang yang tidak kita ketahui isinya. Acak pokoknya, kayak unboxing kotak mainan. Maunya itu, dapatnya yang lain. 

Jadi, biasanya mereka kalau beli Fukubukuro pasti bawa teman. Kalau ada barang yang gak disuka? Mudaah, tinggal tukar!Nah, buku Fukubukuro ini menceritakan tentang kisah-kisah inspiratif orang-orang Aceh yang pernah tinggal di Jepang untuk sekolah atau bekerja. 

Ada 13 penulis yang terlibat di buku ini, di antaranya adalah ketua Persada Aceh. Dari buku ini kita juga bisa mendapat banyak informasi yang diperlukan jika hendak kuliah, bekerja atau jalan-jalan di Jepang nanti. Boleh jadi saat membaca buku ini, kamu justru dapat ilham untuk sekolah di Jepang nanti kan? 

Pokoknya, buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca!  Selama acara dua hari, menurut saya stand yang paling menarik adalah stand Museum Gunung Seulawah dan stand Baju Jepang Yukata. 

Stand Museum Gunung Seulawah menawarkan fasilitas berupa perangkat Virtual Reality (VR) Museum Gunung Seulawah. 

Di VR tersebut, kita bisa menjelajahi Gunung Seulawah secara virtual. Saya sempat mencobanya, dan saya suka. Stand ini juga menyediakan informasi lengkap mengenai dua gunung, yaitu Gunung Seulawah Agam di Aceh dan Gunung Fuji di Jepang. 

Gunung Seulawah Agam adalah sebuah gunung berapi yang berada di Aceh. Tingginya 1.726 m yang meletus terakhir tahun 1839.   Gunung Fuji ialah gunung tertinggi di Jepang. Gunung Fuji sudah menjadi ikon budaya dan simbol Jepang. Gunung ini terkenal dengan keindahannya dengan ketinggian 3.776 meter. Gunung Fuji adalah sumber inspirasi para seniman Jepang, seperti Hokusai dan Hiroshige dengan karyanya, “36 pemandangan gunung Fuji” yang juga dipamerkan.

Di stand Museum Seulawah juga disediakan kuis mengenai kedua gunung tersebut. kita tinggal menscan QR code untuk menjawab kuisnya. Ada juga buku cerita pendek bergambar mengenai lingkungan. Tokoh utama yang menjadi maskotnya adalah Amot, Imot, dan Gagam si gajah. 

Selain itu, yang paling menarik adalah stand Yukata. Kita diberi kebebasan untuk menyewa Yukata aneka warna. Baju Yukata diikat dengan sabuk yang disebut Obi. Proses pengikatannya jadi seni tersendiri. Pengunjung diberikan batas waktu untuk memakainya untuk berkeliling lokasi pameran, berfoto lalu harus mengembalikannya pada waktu yang disepakati. 

Acara lain pada hari kedua Bunkasai dimulai dengan lomba mewarnai khusus anak-anak SD dan TK, dan lomba berpidato dalam Bahasa Jepang. Semua peserta mendapat sertifikat setelah berpidato.

Festival Bunkasai ditutup dengan ucapan salam Bahasa Inggris dan Jepang dari MC dan foto bersama. Selama saya mengikuti festival Bunkasai itu, saya merasa senang dan bahagia karena mendapat pengalaman dan wawasan baru yang berguna. Saya harap, tahun depan akan diadakan Bunkasai lagi. 

Ai Nur Beutari Asri

Siswi MTsN 4 Rukoh

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Menjadi Guru Tangguh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00