Dengarkan Artikel
Oleh Dr. Taufiq Abdul Rahim
Perkembangan kreativitas dan olah pikir rakyat atau masyarakat semakin hebat, menggila serta menjadi-jadi, ini dikarenakan seluruh saluran pendapat, aktivitas serta kreasi yang tersumbat, seringkali diterjemahkan dengan tidak menghargai antar kehidupan manusia.
Hak yang paling mendasar dalam kehidupan manusia adalah, penghargaan terhadap hak azasi manusia, maka dalam kehidupan manusia merdeka sesungguhnya mengharapkan taraf kehidupan yang lebih baik, berkembang, meningkat, adil, makmur serta sejahtera dengan memenuhi seluruh kebutuhan dasar hidupnya yang minimal tercukupi.
Dalam kehidupan kemerdekaan, secara hakiki adanya kebebasan berpendapat, beropini, menyampaikan hasrat serta keinginan hidupnya tanpa adanya diskriminasi dan terlepas dari rasa ketidakadilan dalam kehidupan. Konon dalam bingkai negara merdeka menjelang 80 tahun masih tidak ideal serta realistis sesuia dengan cita-cita kemerdekaan.
Dimana semestinya menghargai kemerdekaan, serta cita-cita kemerdekaan dari penjajahan, memiliki landasan pembukaan pada alinea pertama UUD 1945 dinilai sangat filosofis adalah; “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Sehingga hal ini sangat jelas pada alinea ini menegaskan hakikat kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan menolak segala bentuk penjajahan.
Namun demikian, kecerdasan masyarakat atau rakyat tidak mungkin diingkari dalam suasana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, keinginan negara untuk mengelaborasikan kreativitas rakyat untuk ikut serta merayakan kemerdekaan bangsanya. Sehingga menjelang satu bulan menuju bulan kemerdekaan, yaitu Agustus 2025 beredar fenomena baru dimulai dari para supir truk angkutan barang dan jasa, mengibarkan bendera “One Piece” ini sebagai simbol perlawanan dan perjuangan terhadap hak-hak hidup mereka yang selama ini tidak adil, tidak merdeka serta tidak merasakan nikmatnya kemerdekaan.
Meskipun dipaksakan untuk fenomena ini berhenti, ternyata karena kesadaran kemerdekaan yang tidak dirasakan rakyat, menjadikannnya semakin meluas dan dipergunakan serta berkembang sebagai kreativitas baru. Ini bukan saja perkembangan berfikir, namun dikembangkan dalam kreativitas seni yang beredar luas dalam berbagai bentuk bendera “One Piece” warna hitam dengan laki-laki memakai topi jerami ikat pita merah.
📚 Artikel Terkait
Hal ini semua berangkat dari simbol perlawanan bajak laut, dalam film animasi yang sejak tahun 1997. Secara realitas film animasi berseri ini sangat diminati sampai ke seantero dunia dengan, 1.100 lebih episode animasi serial ini. Akan tetapi kontribusinya aksinya di Arc Pulau Wano sudah cukup untuk mendapatkan rasa hormat dan pemujaan dari semua penggemar, menampilkan gaya animasi baru. Jauh lebih gesit, dan segar untuk seri yang mengikuti Monkey D. Luffy dan kru Topi Jeraminya, juga dalam perjalanan mereka untuk menjadi Raja Bajak Laut dengan menemukan harta karun paling terkenal di dunia, One Piece.
Dalam serial yang berjalan lama seperti itu, penggemar di seluruh dunia telah mengakui sutradara muda Megumi Ishitani yang kreatif sebagai salah satu pendorong utama kesuksesan baru animasi tersebut.
Dalam serial film animasi tersebut, ceritanya mengisahkan petualangan Monkey D. Luffy, seorang anak laki-laki yang memiliki kemampuan tubuh elastis seperti karet setelah memakan “Buah Iblis” secara tidak disengaja.
Selanjutnya Luffy bersama kru bajak lautnya, yang dinamakan “Bajak Laut Topi Jerami”, berpetualang serta menjelajahi Grand Line untuk mencari harta karun terbesar di dunia yang dikenal sebagai “One Piece” dalam rangka untuk menjadi Raja Bajak Laut yang berikutnya. Dengan ciri khas topi jerami, manusia karet, Luffy memiliki cita-cita menjadi“Raja Bajak Laut” setelah bertemu dengan Shanks Si RambutMerah yang singgah di pulau kelahirannya, Fusha.
Karena topi jerami yang menjadi ciri khasnya adalah pemberian dari Shanks dan dia berjanji akan memberikan topi itu kembali kepadanya saat mereka bertemu kembali. Kemudian Luffy adalah pemakan buah iblis, sehingga ia menjadi manusia elastis seperti karet. Karena kemampuan ini membuat tubuhnya memiliki atribut yang sama dengan karet, seperti melar, peredam listrik, dan lain sebagainya.
Hal ini menjadi ciri khas bertarungnya adalah menyerang dengan memanjangkan bagian tubuhnya sebagai kekuatan perlawana serta perjuangan hidupnya.
Sehingga ilustrasi perjuangan rakyat yang berat di tengah ketidakpastian kehidupan bangsa Indonesia yang serba sulit dan tertekan, jika dapat disebut terjajah dalam negeranya sendiri.
Dengan tanpa sungkan dilakukan oleh para elite pemimpin negara, oligarki serta serta para pejabat Kabinet Negara Republik Indonesia, Merah Putih, atau para eksekutif, legislatif dan yudikatif (trias politica) yang berkuasa. Kemudian kebijakan politik dan ekonomi yang semakin menekan serta memberatkan seperti pengenaan pajak, janji-janji manis serba gratis yang tak kunjung nyata, kemiskinan yang meningkat sekitar 197 juta jiwa lebih, pengangguran terbuka yang meningkat dari janji politik menyediakan 19 juta lapangan kerja, data kependudukan dikuasai Amerika Serikat sebagai kompensasi impor perdagagan barang dan jasa.
Kemudian ketidakadilan ekonomi, politik, hukum, sosial-budaya serta berbagai dimensi kehidupan yang semakin menjerat rakyat Indonesia, maka lengkaplah sudah kehidupan realitas semakin terjajah, semuanya untuk kepentingan elite politik, penguasa, partai politik dan koneksi keluarga serta kerabat, juga untuk membayar para buzzer dan pendukunghorenya.
Dengan demikian, semua usaha serta upaya rakyat untuk memperbaiki hidupnya diserap, disedot, dinikmati serta dikuasai untuk kepentingan elite pejabat pemangku kekuasaan negara. Sementara itu, rakyat hidup dalam kesengasaraan, tertindas di negara sendiri, terdiskriminasi, terjajah, terzhalimi dengan berbagai kebijakan ekonomi-politik, hukum, politik, sosial-budaya dan lainnya.
Maka melakukan perlawanan dengan coba berkreasi untuk tidak menggunakan cara anarkhis serta menggunakan senjata. Karena hal ini dapat saja dikenakan yurisprudensi “makar”, sehingga negara dengan kekuasaan yang dimilikinya akan langsung memberikan stigma “makar atau pemberontak”.
Dengan itu, dapat saja diselesaikan dengan cara sendiri yaitu, “tembak di tempat”.Maka perlawanan serta perjuangan paling terhormat, elegan, cerdas, intelektual adalah, mengibarkan bendera “One Piece” sebagai simbol perlawanan serta perjuangan terinspirasi dari film animasi Jepang yang cukup popular abad ke-20. Semoga….
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






