Dengarkan Artikel
Oleh: Zulkifli, S.Pd.I, M.Pd (Joel Buloh)
Kita sebagai manusia memiliki peran penting dalam kehidupan di dunia ini, karena kita sebagai satu-satunya makhluk yang Allah ciptakan yang memiliki akal dan nafsu.
Akal merupakan filter yang memfilter setiap hasrat nafsu yang muncul dalam qalbu, apakah hasrat itu baik menurut agama atau pun tidak, sehingga hasrat-hasrat itu kita aplikasikan dalam kehidupan yang bersifat bermanfaat bagi diri, orang lain dan lingkungan.
Akal yang sedikit eror tidak akan mampu membedakan mana yang bermanfaat atau yang mengganggu, sehingga kadang realita jauh api dari panggang, di mulut mengatakan bersyariat dan sebagai Islam sejati, tapi di perbuatan mengabaikan syariat dan seolah jauh dari tatanan Islam.
Dalam suatu hadits, Rasulullah Saw bersabda: “orang muslim adalah orang-orang yang selamat orang lain dari perkataan dan perbuatannya dan orang hijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah”.
Jadi Islam menuntun kita menjadi muslim yang sejati dan sempurna, yaitu muslim yang tidak pernah menyakiti dan mengganggu orang lain, baik dengan perkataan atau perbuatan.
Allah Ciptakan Siang dan Malam Penuh Hikmah
Dalam menjalani kehidupan ini, manusia berada dalam dua kondisi alam yang telah Allah siapkan, yaitu waktu siang dan waktu malam.
Waktu siang dipergunakan untuk beraktifitas dan waktu malam untuk beristirahat.
📚 Artikel Terkait
“Berkat rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang agar kamu beristirahat pada malam hari, agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari), dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”, (Q. S Al Qashash: 73).
Bekerjalah pada siang hari semaksimal mungkin, tentunya jangan pernah meninggalkan ibadah dan beristirahatlah pada malam hari agar dapat menyempurnakan kenikmatan yang telah Allah berikan.
Ayat di atas juga dapat difahami bahwa manusia wajib memberikan hak manusia lain pada waktu hari untuk beraktifitas dan pada malam hari untuk beristirahat.
Jangan pernah membuat kegiatan melalui lisan atau pekerjaan kita yang mengganggu waktu istirahat orang lain.
Berpijak dari kacamata Fiqih, mengganggu atau merenggut hak orang lain adalah dosa, karena setiap manusia memiliki kewajiban kepada orang lain dan orang lain pun memiiliki hak.
Muslim berkewajiban menunaikan hak kepada muslim lain, dan ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan. Tetangga dan bermasyarakat juga mempunyai kewajiban yang harus ditunaikan kepada tetangga dan masyarakat lain.
Bila waktu malam yang telah Allah siapkan tidak dipergunakan untuk istirahat, sah-sah saja, tapi jangan sampai kegiatan yang kita lakukan dapat mengganggu orang yang sedang beristirahat.
Jangan mengeluarkan suara-suara bising atau perbuatan yang mengganggu kenyamanan dan kenikmatan waktu istirahat setiap orang.
Setiap kita, hidup di dunia ini adalah untuk mencari ridha Allah Swt, karena dengan keridhaan Nya lah kita mendapat tempat yang layak kelak, yaitu surga.
Hal yang ditakuti adalah ketika lidah dan perbuatan kita mengganggu kenyamanan orang lain dapat terhalang ridha Allah Swt kepada kita.
Selalu berlaku baik, selalu bermanfaat kepada orang lain, jangan pernah berbuat dhalim dan maksiat, karena kita tidak tau kebaikan mana yang lebih Allah ridha walau sedikit dan kemaksiatan mana yang lebih Allah murkai walau kita anggap sepele.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”, (QS Ani-Nisa : 36).
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






