Hujan di Meulaboh - 2025 06 05 20 20 37 | Puisi | Potret Online

Hujan di Meulaboh

Oleh

Oleh Mustiar Ar

Langit Meulaboh menangis perlahan,
doa-doa tua tersesat di jalan.
Asap kopi dari kedai kecil
menghangatkan luka dan kisah lirih.

Tukang parkir tersenyum lusuh,
menatap langit hitam:
“Turunlah hujan,
basuh debu yang tak sempat jadi sejarah,
guyur jalanan yang lelah menunggu
negeri belajar etika.”

Baca Juga

Anak-anak tertawa di genangan,
dingin tak tahu arti kemiskinan.
Di balik kaca toko,
elitis diam membahas arah.

ADVERTISEMENT

Meulaboh basah oleh rindu,
oleh tanya yang dibiarkan layu.
Tapi hujan tetap turun,
seperti cinta ibu:
diam, namun menumbuhkan.

Acheh,01.08.2025

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.