POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

INDONESIA BERSETERU

RedaksiOleh Redaksi
July 12, 2025
INDONESIA BERSETERU
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Agung Marsudi

DI SEBUAH dinding dekat toko swalayan di kota Sragen, Jawa Tengah (12/7/2925) ada mural bergambar Prabowo-Jokowi bersalaman, dengan tulisan, “UNTUK INDONESIA TERUS MAJU”.

Mural politik yang sekaligus memberi pesan moral politik. Presiden dan mantan presiden. Bersalaman, bersatu untuk Indonesia terus maju. Tapi melihat sinyal politik nasional terbaru, sepertinya keduanya mulai terlihat “berseteru”. Apalagi dihubungkan dengan kabar penugasan Gibran untuk menyelesaikan persoalan Papua.

Sebab menurut banyak pengamat, penugasan Gibran ke Papua, isyarat hubungan politik Prabowo-Jokowo mulai tak seiring. Dalam filosofi wayang, “goro-goro” dimulai, segera adegan lawan tanding. Siapa yang sesungguhnya ksatria untuk Indonesia. Garuda biru berlalu, Garuda baru berseteru.

Moral politik, politik mural
Antara moral dan mural, hanya beda satu huruf. Jika kedua kata tersebut digabung dengan kata politik memiliki kekuatan makna berbeda.

Moral politik dikaitkan dengan efek elektoral, sedang politik mural lebih pada luapan ekspresi dan seni, sosio kultural, yang kadang nakal. Keduanya bebas nilai.

📚 Artikel Terkait

Fenomena Tangisan di Akhir Ramadan

MENGGALI IDE BISNIS DI ZAMAN DIGITAL

Butuh Malu untuk Menjadi Guru

Tulisan Madrasah di Ujung Sampah Membuat Kemenag Turunkan Pasukan

Mural menurut bahasa latin, berasal dari kata ‘Murus’ yang berarti dinding atau tembok. Sedang moral dari kata ‘mos’ bentuk jamaknya mores, yang berarti tata-cara atau adat-istiadat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila. Mural artinya lukisan pada dinding.

Di tengah makin sempitnya ruang publik. Untuk membuat mural yang bebas pandang, relatif susah. Di ruang sempit, sering membuahkan karya mural menggigit. Ada kesulitan yang bikin gregetan.

Menggambar di atas permukaan dinding yang luas, tentu bebas. Seni mural di samping memiliki manfaat estetika, mendorong daya seni dan imajinasi penikmatnya, juga sebagai media menyampaikan pesan kepada khalayak. Meski mural, kadang malu-malu, lalu menyembunyikan pesan politiknya.

Pesan politik tak bermoral, muka tembok. Temboknya bermural. Robohkan tembok. Runtuhkan tiran. Rintihkan kekuasaan.

“Saatnya Berseteru”
Right now or not at all!

Sragen, 12 Juli 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Membedah Sejarah, Merawat Ingatan

Hidup Bukan Lomba, Tapi Perjalanan: Untukmu, yang Baru Lulus Tapi Belum Jadi Apa-Apa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00