Dengarkan Artikel
Jah;
(tentangmu)
Jah,
Tentangmu apa yang belum kupuisikan
Malam-malam yang murung
Hari-hari yang pucat
Kata-kata yang menggelepar meregang nyawa
Atau puisi kusam di rongga dada
Semua menisbat kepadamu
Apa yang belum kupuisikan tentangmu
Jah.
Republik NGOTA Senami, 01 Juni 2025
Jah;
(tentang rindu yang terperam)
Jah
Butuh waktuku
Untuk memahamimu
Tentang rindu
Yang diperam bisu
Jah
Butuh hatimu
Untuk menenangkanku
Tentang kita
Waktu yang akan bicara
Jah.
📚 Artikel Terkait
Republik NGOTA Senami, 05 Juni 2025
Jah
Jah
Ingatkau kau, hari itu
Di mana kita bertemu di sebuah halte asing, dalam keterasingan
“Maukah kau jalan bersamaku? tanyaku
Kau tersenyum, dan mengulurkan tangan untuk kugenggam
Dan kitapun
Melangkah menyusuri jalanan asing
Bersama dari satu keterasingan ke keterasingan yang lain
Walau lambat, sampailah kita di titik ketersalingan
“Kita mau ke mana? kau balik bertanya
Aku diam, dibekap ragu
Kau pun berlalu
Aku tergugu kelu
Lalu aku berjalan pelan
Memungut setiap jejak yang kau tinggalkan
Kurapikan dan kusimpan
Dan berjalan pelan mengikuti batang bayangmu
Selepas Dzuhur sebelum Ashar
Kita bertemu lagi dipersimpangan jalan yang pernah kita lalui
Sesama kita mengulurkan tangan
“Maukah kau kembali berjalan bersamaku? bersama kita lepaskan tanya itu
Dan kita pun kembali berjalan bersama
Sepeminuman kopi kemudian
“Kita mau ke mana? tanyaku
Kau diam
Adzan Ashar pun berkumandang.
Republik NGOTA Senami, 04 Februari 2025.
Mochamad Syu’aib, pekebun dan penyuka puisi yang bermukim di pedalaman Jambi.
Aktif di Komite Sastra Dewan Kesenian Batang Hari. Pintu silaturrahmi di email boejang78@gmail.com, akun FB a.n Fajar Bumi, WA 0812-7899-7223
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






