• Latest
Puisi Mochamad Syu’aib

Puisi Mochamad Syu’aib

Juli 10, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi Mochamad Syu’aib

Redaksiby Redaksi
Juli 10, 2025
in Puisi
Reading Time: 2 mins read
Puisi Mochamad Syu’aib
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Jah;
      (tentangmu
)

Jah,
Tentangmu apa yang belum kupuisikan
Malam-malam yang murung
Hari-hari yang pucat
Kata-kata yang menggelepar meregang nyawa
Atau puisi kusam di rongga dada
Semua menisbat kepadamu
Apa yang belum kupuisikan tentangmu
Jah.

Republik NGOTA Senami, 01 Juni 2025

Jah;
       (tentang rindu yang terperam)

Jah
Butuh waktuku
Untuk memahamimu
Tentang rindu
Yang diperam bisu

Jah
Butuh hatimu
Untuk menenangkanku
Tentang kita
Waktu yang akan bicara

Jah.

Republik NGOTA Senami, 05 Juni 2025

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

Jah

Jah
Ingatkau kau, hari itu
Di mana kita bertemu di sebuah halte  asing, dalam keterasingan
“Maukah kau jalan bersamaku? tanyaku
Kau tersenyum, dan mengulurkan tangan untuk kugenggam

Dan kitapun
Melangkah menyusuri jalanan asing
Bersama dari satu keterasingan ke keterasingan yang lain
Walau lambat, sampailah kita di titik ketersalingan
“Kita mau ke mana? kau balik bertanya
Aku diam, dibekap ragu
Kau pun berlalu
Aku tergugu kelu

Lalu aku berjalan pelan
Memungut setiap jejak yang kau tinggalkan
Kurapikan dan kusimpan
Dan berjalan pelan mengikuti batang bayangmu

Selepas Dzuhur sebelum Ashar
Kita bertemu lagi dipersimpangan jalan yang pernah kita lalui
Sesama kita mengulurkan tangan
“Maukah kau kembali berjalan bersamaku? bersama kita lepaskan tanya itu
Dan kita pun kembali berjalan bersama

Sepeminuman kopi kemudian
“Kita mau ke mana? tanyaku
Kau diam
Adzan Ashar pun berkumandang.

Republik NGOTA Senami, 04 Februari 2025.

Mochamad Syu’aib, pekebun dan penyuka puisi yang bermukim di pedalaman Jambi.
Aktif di Komite Sastra Dewan Kesenian Batang Hari. Pintu silaturrahmi di email boejang78@gmail.com, akun FB a.n Fajar Bumi, WA 0812-7899-7223

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Gelar Tinggi, Moral Rendah - Ulasan Artikel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com