POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Maimun Shaleh: Elang Muda Aceh yang Gugur di Medan Latihan

RedaksiOleh Redaksi
July 10, 2025
Maimun Shaleh: Elang Muda Aceh yang Gugur di Medan Latihan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hamdani Mulya

Guru SMAN 1 Lhokseumawe, Pemerhati Sejarah  dan Pegiat Literasi di Forum Penulis Aceh

Maimun Shaleh adalah nama yang terukir abadi dalam sejarah kedirgantaraan Indonesia, khususnya bagi masyarakat Aceh. Ia adalah putra Aceh pertama yang menjadi penerbang tempur Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), kini TNI Angkatan Udara, dan gugur dalam tugas sebagai seorang patriot bangsa. Kisahnya adalah cerminan semangat juang, dedikasi, dan pengorbanan anak bangsa dalam mempertahankan kedaulatan negara yang baru merdeka.

Masa Kecil dan Cita-cita Mengangkasa

Lahir pada 14 Mei 1929 di Aneuk Galong, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. Maimun Shaleh adalah putra dari Teungku Shaleh. Sejak belia, ia menunjukkan minat yang besar pada dunia penerbangan. Sebuah cita-cita yang langka dan menantang pada masanya. Pendidikan formalnya dimulai di Sekolah Taman Siswa dan Sekolah Menengah Islam di Koetaradja (kini Banda Aceh). 

Semangatnya untuk menjadi penerbang semakin membara seiring dengan kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tahun 1945.

Bergabung dengan Angkatan Udara dan Menjadi Penerbang Tempur

Setelah Indonesia merdeka dan AURI mulai dibentuk, Maimun Shaleh melihat kesempatan untuk mewujudkan impiannya sekaligus mengabdikan diri kepada negara. Ia mendaftarkan diri dan berhasil lulus seleksi untuk mengikuti pendidikan penerbang. Maimun Shaleh menjalani pendidikan di Sekolah Penerbang Transisi di Pangkalan Udara Kalijati, Subang, Jawa Barat. 

Ia menunjukkan bakat dan ketekunan yang luar biasa selama pendidikan, hingga akhirnya berhasil lulus pada tahun 1950 dan resmi menyandang predikat sebagai penerbang AURI. Kelulusannya menjadi kebanggaan tersendiri, karena ia tercatat sebagai putra Aceh pertama yang menjadi penerbang militer.

📚 Artikel Terkait

Membangun Generasi Tangguh Indonesia: Potret Realitas, Tantangan, dan Gerakan Pemuda

Membangun Jembatan ke Dunia Kerja

Ketika Privatisasi Sumber Daya Alam Membawa Petaka

Linda Zainal: Tsunami, Bangkrut dan Berbisnis Sebatang Kara

Setelah lulus, Maimun Shaleh melanjutkan pendidikannya di Sekolah Ilmu Siasat (SIS) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mempertajam kemampuannya dalam taktik dan strategi pertempuran udara. Dengan pangkat Letnan Udara I (Satu), ia kemudian ditugaskan di Skuadron Tempur Taktis (awalnya dikenal sebagai Skuadron IV) yang bermarkas di Pangkalan Udara Andir, Bandung (kini Lanud Husein Sastranegara). 

Skuadron ini mengoperasikan pesawat tempur legendaris P-51 Mustang, sebuah pesawat pemburu peninggalan Perang Dunia II yang menjadi andalan AURI pada masa itu.

Sebagai penerbang tempur P-51 Mustang, Maimun Shaleh terlibat dalam berbagai operasi udara yang bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Indonesia. Pada era awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi berbagai ancaman disintegrasi dan pemberontakan, sehingga peran penerbang tempur seperti Maimun Shaleh sangat vital. Ia dikenal sebagai penerbang yang cakap, disiplin, dan memiliki keberanian tinggi.

Insiden Tragis dan Gugurnya Sang Elang Muda

Pada tanggal 1 Agustus 1952, langit di atas Pangkalan Udara Semplak, Bogor (kini Lanud Atang Sendjaja), menjadi saksi bisu peristiwa tragis yang merenggut nyawa Maimun Shaleh. Saat itu, ia tengah menjalani latihan rutin akrobatik udara dengan pesawat P-51 Mustang yang dijuluki “Cocor Merah”. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemahiran dan kesiapan tempur para penerbang.

Dalam salah satu manuver yang dilakukannya, pesawat P-51 Mustang yang diterbangkan Maimun Shaleh tiba-tiba kehilangan kendali. Pesawat menukik tajam dari ketinggian dan jatuh menghujam bumi, kemudian meledak. Letnan Udara I Maimun Shaleh gugur seketika di lokasi kejadian. Usianya baru menginjak 23 tahun.

Kabar gugurnya Maimun Shaleh membawa duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar AURI, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Kehilangan seorang penerbang muda yang berbakat dan berdedikasi tinggi merupakan pukulan berat bagi Angkatan Udara yang saat itu masih dalam tahap pembangunan kekuatan.

Warisan dan Penghormatan Abadi

Untuk mengenang jasa dan pengorbanannya, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Anumerta kepada Maimun Shaleh. Namanya diabadikan sebagai nama Pangkalan Udara TNI AU di Sabang, Aceh, yakni . Penetapan nama ini menjadi simbol penghormatan tertinggi dan pengingat abadi akan keberanian serta dedikasi putra terbaik Aceh tersebut.Pangkalan Udara Maimun Saleh (Lanud MUS)

Keberadaan Lanud Maimun Saleh di ujung barat Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai pangkalan militer strategis, tetapi juga sebagai monumen hidup yang menginspirasi generasi muda Aceh untuk mengikuti jejak kepahlawanan Maimun Shaleh, mengabdi kepada bangsa dan negara dalam berbagai bidang.

Kisah Maimun Shaleh adalah bukti bahwa putra-putri Aceh memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan dan pembangunan Indonesia. Semangatnya yang membara untuk terbang tinggi menjaga angkasa nusantara, meskipun harus berakhir tragis di usia muda, akan selalu dikenang sebagai teladan keberanian, profesionalisme, dan patriotisme sejati. Ia adalah elang muda Aceh yang terbang tinggi dan namanya terukir di langit biru pertiwi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Denny JA: Antara Politik, Akademia dan Peran Strategis di Korporasi Energi Nasional

Denny JA: Antara Politik, Akademia dan Peran Strategis di Korporasi Energi Nasional

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00