Dengarkan Artikel
Oleh Feri Irawan, SSi MPd
Kepala SMKN 1 Jeunieb, Aceh
Ada hal yang sangat penting dalam hidup ini, yakni nilai karakter. Inilah yang terjadi di seputaran “Pohon Jeju ala Aceh” atau Pohon Ceubrek dalam bahasa Aceh, di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. Sampah masih menjadi salah satu masalah di sini.
Tak hanya di bawah pohon, bahkan hampir sepanjang bantaran jalan mulai dari puntung rokok, plastik, sedotan, bekas pembungkus makanan, hingga sampah-sampah lainnya berserakan di mana-mana. Padahal ya, hanya perlu sedikit usaha untuk membuang sampah biar tidak berantakan. Kalaupun malas, ada pilihan untuk menyimpan sampah untuk pembuangan nanti.
Coba bayangkan, bagaimana bisa sampah yang berserakan lebih banyak dibandingkan yang ada di tempat sampah. Mungkin aneh. Lagi pula, kebersihan di seputaran pantai akan menambah daya tarik estetikanya agar eye catching.
Sementara, ketika pohon yang sedang bagus bermekaran ini, tiba-tiba ditebang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, warga menumpahkan sumpah serapah atau kekecewaan atas penebangan pohon ‘Jeju’ ala Korea.
Fenomena ini membuktikan masih rendahnya kesadaran wisatawan lokal dalam menjaga kebersihan. Sampah-sampah tersebut seperti sengaja dibiarkan begitu saja dengan berbagai alasan yang terkesan mementingkan diri sendiri sehingga mereka melupakan tanggung jawab menjaga kebersihan menjadi bagian dari ibadah.
Bagi sebagian orang, sampah mungkin dipandang hal biasa dan tidak dipedulikan. Bila diumpamakan suatu penyakit, kebiasaan membuang sampah sembarangan ini mungkin sudah sampai pada tingkat “stadium” empat.
📚 Artikel Terkait
Tapi ironisnya, ketika mereka melihat banyak sampah yang menumpuk, mereka malah mengeluarkan keluhan dan hujatan dan tudingan-tudingan miring terhadap petugas kebersihan.
Meski langkah kecil, kebersihan itu akan terwujud, setidaknya dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya.
Kebersihan juga menjadi bagian dari ibadah. Agama Islam adalah agama yang cinta pada kebersihan. Rasulullah saw sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan, Islam dibangun atas kebersihan.
Saya pikir, masalah sampah sembarangan ini sudah layak diangkat menjadi isu daerah, terutama Aceh yang notabene-nya menerapkan syariat islam. Sudah selayaknya gubernur dan bupati/walikota beserta jajarannya menuangkannya dalam aturan daerah atau Qanun hingga adanya sanksi moral.
Terima atau tidak, kini sampah menjadi masalah utama dan bersama. Setiap hari kita berjibaku dengan problemantika sampah yang seolah menjadi enigma tak terpecahkan.
Padahal, salah satu akar persoalan sampah ialah sikap ketidakpedulian. Ada syndrom Not In My Backyard (Nimby) yang terjadi saat menghadapi sampah. Nimby berarti sikap boleh buang sampah, asal bukan di rumah atau tanahku.
Syndrom Nimby ini tampak nyata dalam perilaku sebagian dari kita seenaknya membuang sampah sembarangan.
Dan “pohon jeju ala Korea” atau pohon ceubrek adalah saksinya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






