POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perempuan Setara

RedaksiOleh Redaksi
July 9, 2025
Perempuan Setara
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ilhamdi Sulaiman


(Kisah Rahmah El Yunusiyah)

Padang Panjang, 1923. Gempa baru saja reda. Debu masih turun dari langit, dan reruntuhan rumah-rumah belum seluruhnya disapu. Tapi di sebuah surau kecil di kaki Gunung Singgalang, seorang gadis muda berdiri dengan mata menatap ke depan, jauh melebihi masa di mana ia berpijak.

Namanya Rahmah. Rahmah El Yunusiyah. Umurnya belum genap dua puluh lima, tapi semangatnya sudah menembus waktu. Ia bukan hanya cucu ulama, tapi pemikir yang tak mau diam di balik tabir.

“Kenapa perempuan hanya belajar mengaji dan menjahit?” tanyanya suatu malam di hadapan mamaknya.

“Karena itu cukup,” jawab mamaknya.

“Kalau begitu, cukup itu adalah jeruji,” kata Rahmah.

Maka ia memulai mimpi, dengan satu papan tulis dan selembar kain sebagai tirai kelas. Ia menamai tempat itu: Diniyah Puteri. Sekolah untuk perempuan—bukan hanya untuk memasak dan bersalin, tapi untuk berpikir dan memimpin.

Hari pertama hanya tiga murid. Tapi berita menyebar, terutama lewat tulisan Rohana Kudus di Soenting Melajoe:

“Datanglah ke Padang Panjang, ke sekolah tempat perempuan tidak lagi hanya menunggu jodoh, tapi menulis masa depan.”

Rahmah mengajarkan fikih dan fisika. Tafsir dan sejarah. Ia mengutip ayat Qur’an dan juga pemikiran Kartini. Ia percaya, perempuan tak perlu menunggu izin untuk bermimpi. Ia hanya perlu ruang dan api kecil di dada.

“Pendidikan bukan tentang siapa lebih dulu, tapi siapa lebih sadar,” ucapnya dalam rapat guru yang mayoritas lelaki. Banyak menentang. Tapi lebih banyak yang terdiam karena kalah dalam hujah.

Tahun 1937, Rahmah diundang ke Kairo. Ia berbicara di Universitas Al-Azhar—tempat yang selama ini hanya terbuka untuk lelaki. Saat ia naik podium, beberapa ulama berbisik sinis. Tapi begitu ia berbicara tentang fiqh perempuan, tentang sejarah Aisyah dan Khadijah, tentang jihad pendidikan, seluruh ruangan diam.

Salah satu syaikh mencatat dalam pidatonya:

“Kami menyangka perempuan dari Timur Jauh hanya bisa memasak dan melahirkan. Tapi hari ini, kami menemukan ulama perempuan dari Sumatra yang lebih dalam dari laut, dan lebih tajam dari lidah lelaki Arab.”

Rahmah pulang ke Padang Panjang dengan sambutan santri. Ia tak membawa gelar, tapi membawa kebanggaan. Diniyah Puteri pun menjadi cahaya dari Barat, bukan hanya bagi Indonesia, tapi untuk dunia Islam.

EPILOG


Mereka tidak lahir bersamaan. Tidak berjuang dengan cara yang sama. Tapi ketiganya berdiri di atas tanah yang sama: Minangkabau.
Tanah yang mengajarkan bahwa perempuan tidak duduk di belakang laki-laki. Tapi berdiri sejajar, dalam marwah dan akal.

📚 Artikel Terkait

Wahai Guru, Panutanku

Penerapan Disiplin Positif Melalui Segitiga Restitusi di Sekolah

Rumah Tuhan pun Dikorupsi, Kurang Brengsek Apa Korupsi di Negeri Ini

INDAHNYA DUNIA

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Dari ‘Aceh Pungö’ ke ‘Teupü Droë’: Tamparan dari Seorang Anak SD

Dari ‘Aceh Pungö’ ke ‘Teupü Droë’: Tamparan dari Seorang Anak SD

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00