Dengarkan Artikel
Puisi: Muslimin Lamongan
Maafkan aku, rerumputan,
aku yang melangkah tanpa menyapamu,
meninggalkan jejak kotor di tubuhmu,
menjadikanmu abu dalam nyala yang angkuh.
Gelak tawa dan paving beton
merampas tarianmu di pangkuan bumi.
Namun akarmu bagaikan ibu,
yang menyimpan rindu dalam sabar purba,
menghisap kekuatan dari gelap tanah,
merapal doa dalam diam
hingga hujan memelukmu,
dan pucukmu kembali mendekap cahaya.
Kau seperti perempuan
yang bangkit dari luka,
yang menjahit senyuman
di setiap helai daunmu,
mewarnai bumi
dengan hijau yang tak pernah menyerah.
📚 Artikel Terkait
Ajarkan aku keteguhanmu, rerumputan.
Ajarkan aku menjadi seperti ibu-ibu di ladang,
yang memetik teh dengan tangan penuh harap,
meski lelah menghias langkahnya,
tapi peluh mereka adalah hujan
bagi dapur kecil yang lapar.
Aku yang sering gugur di hembus angin,
aku yang kerap lupa menghargai pagi.
Ajarkan aku memeluk badai
dan tetap tumbuh seperti dirimu,
mencintai bumi dengan senyum yang kokoh,
meski diinjak, dibakar, dan dilupakan,
engkau semakit kuat mengakar dan bertahan.
Lamongan, Jatim
25 Desember 2024
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






