• Latest
Kaos Pertama, Langkah Awal yang Tak Terlupakan

Kaos Pertama, Langkah Awal yang Tak Terlupakan

Juli 9, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kaos Pertama, Langkah Awal yang Tak Terlupakan

Redaksiby Redaksi
Juli 9, 2025
Reading Time: 3 mins read
Kaos Pertama, Langkah Awal yang Tak Terlupakan
600
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : RAHAYULISNA, S. Pd

Guru SDN 11 BANDAR BARU Pidie Jaya

Aku tidak pernah menyangka bahwa sebuah kaos bisa membuatku menangis haru. Bukan karena harganya mahal, bukan pula karena modelnya yang istimewa, melainkan karena makna yang tersemat di dalamnya. Kaos itu adalah hadiah pertamaku dari dunia tulis-menulis. 

Sebuah bentuk penghargaan atas tulisan pertamaku yang dimuat dan diapresiasi.

Aku adalah seorang pemula. Menulis bagiku bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan, untuk sekadar memulai satu paragraf, aku sering ragu: “Apakah ini layak dibaca orang? Apakah ini terlalu biasa?” Tapi keraguan itu tak mampu menahan dorongan dalam dada. Ada sesuatu yang ingin kutumpahkan. Tentang hidup, tentang rasa, tentang apa saja yang mengendap terlalu lama di benak dan hati.

Malam-malam panjang kulalui bersama lembaran kosong dan pikiran yang sibuk. Aku menulis tanpa ekspektasi. Aku hanya ingin belajar jujur lewat kata. Dan ketika akhirnya tulisan itu kukirim entah kenapa rasanya seperti melepas sehelai kertas ke udara dan berharap angin membawanya ke tempat yang tepat.

Beberapa hari berselang, aku mendapat kabar bahwa tulisanku dipilih untuk dimuat di potretonline.com,  rasanya seperti mimpi. Dan sebagai bentuk apresiasi, karena sudah 3 tulisan yang dimuat, aku akan menerima sebuah hadiah: satu buah kaos Potretonline.com.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Ya, hanya sebuah kaos. Tapi entah kenapa, itu membuatku begitu bahagia. Aku tertawa sendiri, lalu tiba-tiba menangis. Rasanya seperti dunia mengucapkan, “Hei, kamu didengar. Kamu dihargai.” Bagi seorang pemula sepertiku, apresiasi itu lebih dari cukup. Itu adalah penyulut semangat yang selama ini hampir padam oleh keraguan dan rasa tidak percaya diri.

Beberapa hari kemudian, paket kecil itu datang. Kaosnya sederhana berwarna hitam, tidak mencolok, tanpa aksen berlebihan. Tapi saat aku menyentuh kainnya, aku tahu ini bukan sekadar kain. Ini adalah simbol. Simbol keberanian pertamaku untuk menulis. Simbol bahwa aku pernah memulai, dan bahwa memulai adalah langkah paling penting dari semua perjalanan.

Aku memakainya dengan rasa bangga. Bukan untuk menunjukkan bahwa aku menang, bukan pula untuk pamer kepada siapa pun. Tapi sebagai pengingat bahwa aku pernah ragu, pernah takut, namun tetap memilih untuk mencoba.

Sejak hari itu, semangat menulisku berubah. Aku tidak lagi menulis karena ingin dilihat orang, tapi karena aku tahu bahwa setiap kata punya tempatnya sendiri. Bahwa menulis bukan soal hebat atau tidak, tapi soal keberanian untuk menyuarakan isi hati. Dan kadang, satu tulisan sederhana bisa menjangkau hati yang bahkan tidak pernah kita duga.

Ucapan Terima Kasih

Dengan tulus, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak yang telah memberikan kesempatan ini. Hadiah kaos ini bukan sekadar kain yang kukenakan, tapi semacam pelukan hangat untuk jiwa yang pernah merasa kecil di tengah riuh dunia literasi.

Terima kasih karena telah percaya pada tulisan seorang pemula yang belum memiliki nama. Terima kasih telah memberi ruang dan penghargaan yang begitu berarti. Kaos ini mungkin akan lusuh seiring waktu, namun semangat yang lahir darinya tak akan pernah pudar.

Aku akan terus menulis. Bukan karena mengejar hadiah, tapi karena aku telah merasakan bagaimana satu apresiasi kecil bisa menyalakan nyala besar di dalam diri. Semoga akan ada lebih banyak penulis pemula yang juga diberi cahaya dan semangat seperti ini. Dan semoga aku pun bisa menjadi bagian dari nyala itu untuk orang lain kelak.

Terima kasih… untuk kaos pertamaku. Untuk pengakuan pertamaku. Untuk keberanian yang kini tumbuh lebih kuat dalam diriku.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu

Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com