POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Kuflet

MUSIK ETNIK DAN DIGITAL DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI”

Redaksi by Redaksi
November 18, 2024
in Kuflet, Padang Panjang, POTRET Budaya, Sastra
0

 

Padang Panjang, Potretonline.com- Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang dalam latihan untuk mengintensifkan Pertunjukan teater bertajuk “Sayap-Sayap Proklamasi” berangkat dari aspirasi Pahlawan Nasional Muhammad Hatta yang akan digelar pada 12 Desember 2024, Pukul 20:00 WIB di ruang publik Desa Wisata Kubu Gadang. Pertunjukan ini disutradararai oleh Sulaiman Juned, merupakan Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan teater kepahlawanan 2024, Kementerian Republik Indonesia. Sekaligus pentas ke 55 Komunitas Seni Kuflet Kota Padang Panjang, ucap Astrada yang juga penulis naskah S. Hasanah Nst. (17/11/2024)

Komposer dan Penata Musik “Sayap-Sayap Proklamasi” Dharminta Soeryana mengatakan, setiap proses latihan per batch menampilkan musik yang berbeda. Kita berkolaborasi dengan musik etnik dan dunia digital saat ini dimana tetap ada penggunaan efek-efek suara yang diharapkan dapat membangun suasana pertunjukan. Sementara komposer musik etnik dikerjakan oleh I Dewa Nyoman Supenida, paparnya.

Baca Juga
POTRET Budaya
PERANG ACEH DI KEPALA
13 Agu 2024

Komposer Penata Musik ‘Sayap-Sayap Proklamasi’ I Dewa Nyoman Supenida mengatakan, proses latihan semakin mantap. Kolaborasi musik digital dengan musik etnik musik sudah mulai selaras dengan alur cerita. Hanya saja musik yang dibuat agak rumit, karena pola kerja antara musik etnik dengan musik digital caranya berbeda. Namun tetap terus mencoba untuk menggabungkan kedua musik tersebut menjadi lebih menarik, paparnya.

Sedangkan Narator Dharmansyah yang menyampaikan cerita melalui kaba dan Rabab, proses latihan yang semakin mantap dengan tema yang diangkat dari nilai-nilai perjuangan. Selama mengikuti latihan secara keseluruhan tidak ditemukan kesulitan untuk memainkan musik itu. Saya enjoy dan mengikuti alur sesuai dengan tugas yang diberikan Sutradara, serta berusaha untuk beradaptasi dengan karya ini, papar Komposer yang baru pentas di Amerika Serikat itu.

Baca Juga
POTRET Budaya
Perempuan Yang Melahirkan Bait Puisi
21 Jun 2021

Dharmansyah juga mengharapkan penggarapan karya dan musik yang dikolaborasikan dapat membangkitkan semangat generasi Z untuk tetap mempertahankan nilai-nilai perjuangan. Hasil dari karya ini berdampak baik terhadap masyarakat secara global. Karya ini dapat menjadi inspirasi untuk masyarakat yang luas,ucapnya.
(/*Caca)

Baca Juga
Puisi
Mengapa Harus Membenci?
28 Mar 2018
Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
MUSIK ETNIK DAN DIGITAL DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” - 5d1b24f5 cab3 406a 803e 8096d49bae2d | Kuflet | Potret Online

Peluncuran Buku Penyair Indonesia dan India di Kalkata, India

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah