POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi-Puisi Pujangga Malaysia

RedaksiOleh Redaksi
December 3, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 

SELAMAT BERSARA

(Pro:  Cikgu Hjh KhairunNiza Abu)

 

Setelah bersara, akhiri langkah juang di gelanggang

barulah terbaca segala  jasa pengorbanan yang dinukilkan

setetes sinar yang muncul tengah kepekatan malam

jadikan orang di sekeliling memandang tercengang

esok terkenang-kenang

melekat di segenap dinding jiwa

 

Detik-detik semalam terkecap manis

diaduk bicara mesra dan canda

menghidupkan makna kehidupan yang ceria

kini semakin sepi; rumah-rumah tak berpenghuni

serupa sawah tak ada petani meriahkah di musim tuai?

 

Langkahmu di jalan itu mencipta jarak pasti

tapi bukan menafsirkan pisah  antara dua kutub

sebab masih ada nyala rindu membina jambatan

begitu pun ingatan sentiasa berdegup

lazimnya jadikan dekat dan akrab

 

Selamat bersara wahai serikandi bangsa

persaraan bukan kematian

hanya waktu rehat mengeringkan keringat

sambil menikmati buah-buah manis di hujung perjuangan

yang didegupkan sekian musim

kiranya di bawah redha Tuhan

 

Karya,

Mohd Adid Ab Rahman

Sekolah Menengah Kebangsaan Iskandar Shah,

Melaka, Malaysia

24/11/2021

 

GLOSARI:

Bersara/pencen = pensiun

Cikgu = guru

 

KINI AKU SENDIRIAN DI TAMAN INI

📚 Artikel Terkait

Musibah Menghancurkan Negeri Kami

Tradisi Arak-Arakan Pengantin Dengan Iringan Rebana Dalam Pernikahan Adat Jawa Di Gampong Lengkong

TAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS

Sang Juara

 

Terik matahari mencetuskan larangan seorang ibu

anak-anak jangan bermain di taman

seperti pergaulan para remaja  perlu dibatasi hukum

jika kosong akan terkoyak maruah

ayunan, jongkang jongkit dan papan gelongsorterbiar  sepi

nanti sore nescaya meriah dengan suara ketawa mereka

yang tak pernah diserbu jutaan masalah

tapi aku tidak mungkin mampu kembali ke zaman itu

seperti sungai sekali-kali tidak mengalir ke hulu

kini hanya kenangan indah untuk dilukiskan

 

Di taman ini kita berjumpa setelah sekian tahun terpisah

wajahmu termaktub pengalaman dan kesulitan orang kota

meruntun kerja keras seperti segelintir penghuninya bersikap kasar

sopan santun bunga-bunga di taman sudah lelap

angin berhembus di desa masih sejuk

serupa sikap orang-orangnya

masih tahu menilai budaya sendiri sangat merayu dan menyeru

 

Kini aku sendirian di taman ini

menunggu detik hilang kesunyian

tapi tiba-tiba hari hujan

hatiku kecebur kebasahan

 

karya,

MOHD ADID AB RAHMAN

Melaka, Malaysia.

24 NOV.2021

 

 

TONG SAMPAH

 

Tempatnya hanya di sudut belakang tergeletak bersama sepi

seperti pengemis dipulaukan kerana kemiskinan dan berpenyakit

orang-orang menyamakannya dengan barang tak perlu

lihatlah sebentar lagi pelbagai buangan dicampakkan padanya

sisa makanan, kain buruk, kertas kotor, botol kosong berbaur

menerbitkan bau gunjingan dan fitnah menular di sekeliling

 

Tapi tong sampah justeru tetap saja diam tak berkutik

sangat sabar dan tak pernah berdendam, tahan dengan kebusukan

sekali saja hilang maka orang-orang sibuk mencari

mungkin itu berkat keikhlasannya

tanpanya pasti ruangan jadi tak terurus

 

Tadi pagi ada kertas surat kabar yang tergumpal di dalam tong sampah

terakam sebuah sajak nukilanku sendiri dari hati yang ikhlas

“apakah puisiku sama taraf sampah-sampah?” bisik perasaanku

 

Karya,

MOHD ADID AB RAHMAN

Jasin, Melaka.

25 NOV 2021

Tentang Penulis/Penyair

Mohd. Adid Ab. Rahman. Sekarang bermukim di Selandar, Melaka dan Mengajar di SMK Iskandar Shah, Jasin, Melaka Malaysia.  Pernah menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Banda Aceh dalam jurusan Dakwah.

Antologi bersama: Antologi Puisi ‘Suara Kita Seribu Sajak Merdeka’ (2009), Antologi

‘Tanduo Oh Tanduo’ (2013), Antologi ‘Belati Cinta Zulaikha’ (2003) ‘Kebentangkan Sehelai Peta’ (2014) menjadi teks KOMSAS SPM, Ýang Satu (2019).Suara Dari Jiwa (2019) Gumpalan dari Jiwa (2019) Terima Kasih Tuhan (2019) Merentas Sempadan (2020) Ruang Bicara (2020) Angin Rindu (Gapadu 2020), Hujan Kata (KembaraSastera 2020), Ramadhan Kareem (Tinta Karya 2020) Antologi Klate Di Hati (GEMA 2020)Antologi C Antagonis (ASWARA 2020) Bahtera Merdeka (Tinta Karya 2020) Pasrah (PTK2020) Citra Yang Tak Padam (Narangkai Publications 2021) Sejernih Embun (KS 2021) VIRUS (GAPADU 2021) Munajat untuk Palestin (PPJ 2021)dan lain-lain.

Sekarang menjadi ahli Ikatan Persurat Melayu Melaka (IPM) . Karya pernah tersiar di Dewan Sastera, Solusi Majalah Pendidik, Sinar Harian, Berita Harian,Harakah,Mingguan Malaysia.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share7SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Petualangan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00