• Latest

Puisi-Puisi Pujangga Malaysia

Desember 3, 2021
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Puisi-Puisi Pujangga Malaysia - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Malaysia | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Pujangga Malaysia

Redaksi by Redaksi
Desember 3, 2021
in Malaysia, POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 13 mins read
0
609
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

SELAMAT BERSARA

(Pro:  Cikgu Hjh KhairunNiza Abu)

 

Setelah bersara, akhiri langkah juang di gelanggang

barulah terbaca segala  jasa pengorbanan yang dinukilkan

setetes sinar yang muncul tengah kepekatan malam

jadikan orang di sekeliling memandang tercengang

esok terkenang-kenang

melekat di segenap dinding jiwa

 

Detik-detik semalam terkecap manis

diaduk bicara mesra dan canda

menghidupkan makna kehidupan yang ceria

kini semakin sepi; rumah-rumah tak berpenghuni

serupa sawah tak ada petani meriahkah di musim tuai?

 

Langkahmu di jalan itu mencipta jarak pasti

tapi bukan menafsirkan pisah  antara dua kutub

sebab masih ada nyala rindu membina jambatan

begitu pun ingatan sentiasa berdegup

lazimnya jadikan dekat dan akrab

 

Selamat bersara wahai serikandi bangsa

persaraan bukan kematian

hanya waktu rehat mengeringkan keringat

sambil menikmati buah-buah manis di hujung perjuangan

yang didegupkan sekian musim

kiranya di bawah redha Tuhan

 

Karya,

Mohd Adid Ab Rahman

Sekolah Menengah Kebangsaan Iskandar Shah,

Melaka, Malaysia

24/11/2021

 

GLOSARI:

Bersara/pencen = pensiun

Cikgu = guru

 

KINI AKU SENDIRIAN DI TAMAN INI

 

Terik matahari mencetuskan larangan seorang ibu

anak-anak jangan bermain di taman

seperti pergaulan para remaja  perlu dibatasi hukum

jika kosong akan terkoyak maruah

ayunan, jongkang jongkit dan papan gelongsorterbiar  sepi

nanti sore nescaya meriah dengan suara ketawa mereka

yang tak pernah diserbu jutaan masalah

tapi aku tidak mungkin mampu kembali ke zaman itu

seperti sungai sekali-kali tidak mengalir ke hulu

kini hanya kenangan indah untuk dilukiskan

 

Di taman ini kita berjumpa setelah sekian tahun terpisah

wajahmu termaktub pengalaman dan kesulitan orang kota

meruntun kerja keras seperti segelintir penghuninya bersikap kasar

sopan santun bunga-bunga di taman sudah lelap

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

angin berhembus di desa masih sejuk

serupa sikap orang-orangnya

masih tahu menilai budaya sendiri sangat merayu dan menyeru

 

Kini aku sendirian di taman ini

menunggu detik hilang kesunyian

tapi tiba-tiba hari hujan

hatiku kecebur kebasahan

 

ADVERTISEMENT

karya,

MOHD ADID AB RAHMAN

Melaka, Malaysia.

24 NOV.2021

 

 

TONG SAMPAH

 

Tempatnya hanya di sudut belakang tergeletak bersama sepi

seperti pengemis dipulaukan kerana kemiskinan dan berpenyakit

orang-orang menyamakannya dengan barang tak perlu

lihatlah sebentar lagi pelbagai buangan dicampakkan padanya

sisa makanan, kain buruk, kertas kotor, botol kosong berbaur

menerbitkan bau gunjingan dan fitnah menular di sekeliling

 

Tapi tong sampah justeru tetap saja diam tak berkutik

sangat sabar dan tak pernah berdendam, tahan dengan kebusukan

sekali saja hilang maka orang-orang sibuk mencari

mungkin itu berkat keikhlasannya

tanpanya pasti ruangan jadi tak terurus

 

Tadi pagi ada kertas surat kabar yang tergumpal di dalam tong sampah

terakam sebuah sajak nukilanku sendiri dari hati yang ikhlas

“apakah puisiku sama taraf sampah-sampah?” bisik perasaanku

 

Karya,

MOHD ADID AB RAHMAN

Jasin, Melaka.

25 NOV 2021

Tentang Penulis/Penyair

Mohd. Adid Ab. Rahman. Sekarang bermukim di Selandar, Melaka dan Mengajar di SMK Iskandar Shah, Jasin, Melaka Malaysia.  Pernah menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Banda Aceh dalam jurusan Dakwah.

Antologi bersama: Antologi Puisi ‘Suara Kita Seribu Sajak Merdeka’ (2009), Antologi

‘Tanduo Oh Tanduo’ (2013), Antologi ‘Belati Cinta Zulaikha’ (2003) ‘Kebentangkan Sehelai Peta’ (2014) menjadi teks KOMSAS SPM, Ýang Satu (2019).Suara Dari Jiwa (2019) Gumpalan dari Jiwa (2019) Terima Kasih Tuhan (2019) Merentas Sempadan (2020) Ruang Bicara (2020) Angin Rindu (Gapadu 2020), Hujan Kata (KembaraSastera 2020), Ramadhan Kareem (Tinta Karya 2020) Antologi Klate Di Hati (GEMA 2020)Antologi C Antagonis (ASWARA 2020) Bahtera Merdeka (Tinta Karya 2020) Pasrah (PTK2020) Citra Yang Tak Padam (Narangkai Publications 2021) Sejernih Embun (KS 2021) VIRUS (GAPADU 2021) Munajat untuk Palestin (PPJ 2021)dan lain-lain.

Sekarang menjadi ahli Ikatan Persurat Melayu Melaka (IPM) . Karya pernah tersiar di Dewan Sastera, Solusi Majalah Pendidik, Sinar Harian, Berita Harian,Harakah,Mingguan Malaysia.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 345x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare244Tweet152
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post

Petualangan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com