POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Benarkah Teungku Muhammad Daud Beureueh yang “Menyerahkan” Aceh Kepada Republik Indonesia?

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.SiOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
June 22, 2025
What is Scholasticide?
🔊

Dengarkan Artikel

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Klaim bahwa Teungku Muhammad Daud Beureueh “menyerahkan” Aceh kepada Indonesia adalah penyederhanaan sejarah yang tidak akurat dan cenderung menyesatkan. Faktanya, keputusan-keputusan besar yang diambil oleh Daud Beureueh—termasuk dukungan terhadap Republik Indonesia—selalu melalui musyawarah bersama para ulama dan tokoh masyarakat Aceh.


Pada masa awal kemerdekaan, Aceh adalah salah satu daerah yang paling cepat menyatakan dukungan terhadap Republik. Daud Beureueh, sebagai pemimpin PUSA dan Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo, memainkan peran penting dalam menggalang dukungan rakyat Aceh untuk Republik Indonesia. Bahkan, rakyat Aceh menyumbangkan emas dan dana untuk membeli pesawat Seulawah RI-001 sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kemerdekaan.

Musyawarah Ulama sebagai Dasar Keputusan


Daud Beureueh tidak bertindak sebagai otoritas tunggal. Ia dikenal sebagai pemimpin kolektif yang selalu melibatkan para ulama dalam pengambilan keputusan strategis. Dalam berbagai sumber, termasuk dokumen sejarah dan kesaksian sezaman, disebutkan bahwa keputusan untuk mendukung Republik Indonesia diambil melalui rapat-rapat besar ulama dan tokoh masyarakat Aceh. Bahkan ketika ia kecewa terhadap pemerintah pusat dan memimpin pemberontakan DI/TII, keputusan itu pun lahir dari proses kolektif, bukan tindakan sepihak.

📚 Artikel Terkait

“Puisi Pagi Ini” Karya D. Zawawi Imron: Refleksi Sosial dan Kemanusiaan

Kutulis Catatan Itu.

Membangun Generasi Tangguh Indonesia: Potret Realitas, Tantangan, dan Gerakan Pemuda

Mengenal Aan Rehan, Siswa SMK Agribisnis yang Bisa Menembus NASA


Klaim bahwa Daud Beureueh “menyerahkan” Aceh muncul dari narasi politik tertentu yang ingin menegaskan bahwa Aceh kehilangan kedaulatannya karena keputusan satu orang. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa dukungan Aceh terhadap Republik adalah hasil konsensus luas, bukan paksaan atau pengkhianatan.

Jadi, bukan hanya tidak benar bahwa Daud Beureueh menyerahkan Aceh sendirian—justru ia adalah simbol dari semangat kolektif rakyat Aceh yang ingin merdeka bersama Republik, dengan syarat bahwa nilai-nilai Islam dan otonomi daerah dihormati. Kalau mau, bisa bantu telusuri dokumen atau momen-momen musyawarah penting yang melibatkan ulama Aceh saat itu. Mari kita lihat kembali ke sejarah dimana ada beberapa momen penting musyawarah ulama Aceh yang menjadi dasar legitimasi keputusan Teungku Muhammad Daud Beureueh dalam mendukung Republik Indonesia.

(1) Maklumat Ulama Aceh, 15 Oktober 1945
Ini adalah tonggak penting. Dalam maklumat ini, sejumlah ulama besar Aceh —termasuk Abu Hasan Krueng Kalee, Abu Ja’far Shiddiq Lamjabat, Abu Ahmad Hasballah Indrapuri, dan Teungku Daud Beureueh— menyatakan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah jihad fi sabilillah, kelanjutan dari perjuangan Teungku Chik di Tiro. Ini bukan keputusan pribadi, tapi hasil konsensus ulama Aceh.

(2) Musyawarah Besar di Masjid Tiro, 17 November 1945
Dalam musyawarah ini, ulama dan tokoh masyarakat mengangkat Teungku Umar Tiro sebagai Panglima Barisan Mujahidin. Ini menunjukkan bahwa struktur militer rakyat Aceh dibentuk atas dasar keputusan kolektif, bukan instruksi sepihak.

(3) Musyawarah Besar Pembentukan Barisan Hizbullah di Banda Aceh, 23 November 1945
Dipimpin langsung oleh Teungku Daud Beureueh, barisan ini dibentuk setelah musyawarah besar di Masjid Raya Baiturrahman. Ini memperkuat bahwa langkah-langkah strategis PUSA selalu melalui proses musyawarah dan legitimasi sosial.

Klaim bahwa Daud Beureueh “menyerahkan” Aceh kepada Indonesia secara sepihak tidak berdasar. Ia justru menjadi pelaksana keputusan kolektif para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang melihat Republik sebagai wadah perjuangan Islam dan kemerdekaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share7SendShareScanShare
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Uang, Perang dan Damai - Review Artikel

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00