POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

“Wahabi Lingkungan” atau Suara Nalar yang Dikebiri?

RedaksiOleh Redaksi
June 20, 2025
“Wahabi Lingkungan” atau Suara Nalar yang Dikebiri?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh TM Zulfikar,

Pemerhati Lingkungan di Aceh

Pernyataan Ulil Abshar Abdala (Gus Ulil) yang menyebut aktivis lingkungan sebagai “Wahabi lingkungan” adalah simplifikasi intelektual yang patut dikritisi secara serius. Sebuah ucapan yang tidak hanya mereduksi urgensi perjuangan penyelamatan lingkungan, tapi juga mengabaikan realitas kerusakan ekologis yang nyata, sistematis, dan meluas. Bila kaum peduli lingkungan disebut Wahabi, maka kita patut bertanya: siapa sebenarnya yang sedang berideologi buta terhadap nafsu pembangunan eksploitatif?

Gus Ulil, sebagai figur pemikir publik, seharusnya menempatkan diri dalam posisi adil dan cermat sebelum menjatuhkan label yang mengandung nuansa stigmatis. Dalam dunia aktivisme lingkungan, kritik keras terhadap pembangunan yang rakus bukan fanatisme, melainkan reaksi etis terhadap krisis. Hutan hilang, sungai mati, udara sesak, dan ruang hidup menyempit bukan mitos. Itu fakta. Dan fakta tak bisa dikompromikan atas nama “toleransi terhadap pembangunan.”

Kalangan pejuang lingkungan tidak menolak pembangunan. Yang ditolak adalah pembangunan yang membunuh keberlanjutan, merusak bentang alam, dan menggusur masyarakat adat. Bila mempertahankan ruang hidup disebut “Wahabi”, maka dunia ini butuh lebih banyak Wahabi yang waras dalam menjaga bumi—daripada liberalisme yang kehilangan akar ekologis.

📚 Artikel Terkait

Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan

Hujan di Penghujung Tahun

Luka yang Kusengaja

UKT Mahal dan Politik Pendidikan Melanggar Konstitusi

Pernyataan Gus Ulil menandakan satu hal: bahkan di ruang intelektual, keberpihakan pada lingkungan masih dianggap ekstrem. Ini gejala yang berbahaya. Ketika nalar ekologis dicap radikal, maka yang tersisa hanyalah ruang kosong untuk oligarki dan arogansi investasi.

Kita perlu meluruskan arah diskusi publik. Isu lingkungan bukan soal ideologi kanan atau kiri, bukan soal konservatif atau progresif. Ini soal keberlangsungan hidup manusia. Hutan bukan soal kayu, sungai bukan cuma soal debit air. Semua adalah ekosistem yang saling terhubung. Dan ketika satu bagian rusak, kita semua menanggung akibatnya.

Jadi sebelum kita menyebut para penjaga lingkungan sebagai Wahabi, mari kita tanya diri sendiri: siapa yang sebenarnya menuhankan pertumbuhan ekonomi hingga mengorbankan segalanya? Siapa yang buta terhadap peringatan ilmiah, laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dan kesaksian masyarakat lokal?

Kalau keberpihakan pada lingkungan dianggap radikal, maka ketidakpedulian adalah bentuk radikalisme yang lebih berbahaya. Karena ia membiarkan kehancuran terjadi sambil mengatasnamakan moderasi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share11SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Empat Pulau Kembali ke Aceh: Kemenangan Marwah Daerah, Kekalahan Geng Solo

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00