• Latest

Puisi-Puisi Alkhair Aljohore@ Untuk Aceh

Juni 18, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Alkhair Aljohore@ Untuk Aceh

Redaksiby Redaksi
Juni 18, 2025
Reading Time: 3 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

“Empat Pulau yang Menangis“

Empat pulau bukan sekadar tanah,

ia nyawa dalam dada rakyat.

Dari Sabang ke Simeulue,

gema luka membelah laut.

Anak kecil menjerit diam,

ibu tua peluk bendera sobek.

Di menara masjid tua,

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026

azan tersedu dalam debu.

Bukan merdeka yang kami pinta,

tapi adil yang lama hilang.

Air mata tidak kenal sempadan,

berderai bersama sejarah yang berulang.

———-

“Pak Probowo di Acheh”

Langkah kaki sang jeneral tua,

menyapa tanah luka yang purba.

Bukit-bukit berselimut kelabu,

kenang suara senapang yang dulu.

“Maafkan aku, wahai Acheh,”

katanya di hadapan mufti.

Namun luka bukan sekadar kata,

ia berkarat dalam jiwa.

Mereka sambut dengan mata dingin,

di dada tersimpan bara tak padam.

Damai bukan dari pidato,

tapi dari kejujuran yang mendalam.

ADVERTISEMENT

———-

“Serambi Mekkah Berdarah“

Tanah ini pernah syahidkan ramai,

dalam perang, dalam diplomasi mati.

Sekali lagi badai menjengah,

dengan bendera pemisahan berkibar.

Empat pulau dijadikan tawanan,

atas nama strategi kuasa.

Padahal rakyat hanya mahu roti,

dan hidup yang tidak dicatu.

Aceh menangis dalam diam,

lautnya menyimpan dendam garam.

Jangan main dengan darah syuhada,

kelak sejarah akan menghukum semula.

Alkhair Aljohore@

Anakkampong,

Malaysia

18.6.26

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Christiaan Snouck Hurgronje, Antropolog yang Selalu Membela Aceh dan Islam

Surat Wasiat Christiaan Snouck Hurgronje akan Dibuka Tahun 2036 oleh Notaris di Leiden, Belanda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com