POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ketika PHK Semakin Brutal: Sarjana pun Bertahan di Jalanan

RedaksiOleh Redaksi
June 3, 2025
Ketika PHK Semakin Brutal: Sarjana pun Bertahan di Jalanan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Ririe Aiko

Di tengah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang semakin brutal di berbagai sektor, masyarakat Indonesia dihadapkan pada kenyataan pahit: bukan hanya mereka yang tidak menempuh pendidikan tinggi yang terdampak, melainkan juga para lulusan perguruan tinggi, bahkan hingga tingkat magister. Fenomena ini memperlihatkan betapa rapuhnya ekosistem ketenagakerjaan kita, bahkan bagi mereka yang selama ini digadang-gadang sebagai “calon pemimpin masa depan” melalui jalur pendidikan formal.

Kini, tidak asing lagi kita temukan sarjana S1 dan S2 yang beralih profesi menjadi driver ojek online, penjual makanan via daring, hingga tukang parkir di pinggiran kota. Mereka yang sebelumnya bekerja di perusahaan besar, berkarier di sektor formal, dan duduk di balik meja kantor, kini terpaksa turun ke jalan demi menghidupi keluarga. Ini bukan tentang rendahnya profesi-profesi tersebut—semua pekerjaan adalah mulia—tetapi tentang betapa sistem telah gagal menjamin keberlanjutan hidup bagi mereka yang telah menempuh jalan pendidikan panjang dan mahal.

Ironisnya, di tengah suara-suara lesu dari para pekerja yang kehilangan harapan, ruang publik kita justru ramai dengan kabar korupsi dari elite penguasa. Dari kepala daerah, pejabat kementerian, hingga oknum legislatif—berita korupsi seolah menjadi headline harian yang sudah tidak lagi mengejutkan. Ketika rakyat menjerit kehilangan pekerjaan, para elit justru sibuk mempertahankan kekuasaan dan memperkaya diri. Ketimpangan ini semakin memperuncing jurang antara penguasa dan rakyat, antara janji kesejahteraan dan realita penderitaan.

📚 Artikel Terkait

Tips Supaya Tidak Terlambat ke Sekolah

Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura

Isra’ Wal Mi’raj

Mencintai Bahasa Daerah

Pemerintah boleh saja mengklaim bahwa telah hadir berbagai program pelatihan ulang (reskilling) atau bantuan sosial bagi korban PHK. Namun, dampaknya masih sangat minim, tidak menyentuh akar persoalan. Realitas di lapangan berbicara lebih keras: semakin banyak warga berpendidikan tinggi yang merasa “terbuang”, dan semakin sedikit peluang kerja yang sesuai dengan latar belakang dan kemampuan mereka.

Kondisi ini menandakan lebih dari sekadar krisis ekonomi. Ini adalah krisis harapan. Ketika rakyat sudah lelah—amat sangat lelah—dengan janji-janji kosong dan solusi yang tambal sulam, maka yang tersisa hanyalah daya bertahan hidup. Kita sedang menyaksikan transisi besar di mana “kemuliaan ijazah” tidak lagi menjamin apa-apa selain utang biaya kuliah.

Sudah saatnya negara hadir secara nyata. Bukan hanya dengan menggulirkan bantuan sesaat, tapi dengan membangun ekosistem kerja yang berkelanjutan, memberantas korupsi secara sistemik, dan mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap institusi. Ketika masyarakat harus berjuang sendirian untuk bertahan hidup sementara para koruptor bebas melenggang dengan kemewahan, maka kita harus berani mengatakan: ini bukan sekadar krisis ekonomi, ini krisis keadilan sosial.

Jika situasi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya angkatan kerja yang tergerus, tapi juga masa depan bangsa yang sedang dikikis perlahan. Dan ketika harapan kolektif mulai padam, kita tidak sedang menghadapi resesi semata—kita sedang menghadapi kehilangan arah sebagai sebuah bangsa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Puisi-Puisi Dewis Pramanas

Puisi-Puisi Dewis Pramanas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00