• Latest
Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura - 26e4ccea 1a16 4cdc bf75 e8dd81c50182 | Jalan-jalan | Potret Online

Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura

Januari 2, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura - 1001348646_11zon | Jalan-jalan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura - 1001353319_11zon | Jalan-jalan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura - 1001361361_11zon | Jalan-jalan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura

Redaksi by Redaksi
Januari 2, 2025
in Jalan-jalan
Reading Time: 2 mins read
0
Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura - 26e4ccea 1a16 4cdc bf75 e8dd81c50182 | Jalan-jalan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Nurbadriyah

Pengawas SMA Provinsi Banten dan Ketua Umum Perkumpulan Penulis Motivator Nasional

Di sebuah sekolah menengah, ada seorang guru bernama Risa yang sudah mengabdi selama belasan tahun. Ia dikenal sebagai guru yang penuh dedikasi, tetapi akhir-akhir ini, wajah Risa sering terlihat lelah. Berbagai perubahan sistem pendidikan, tugas administratif yang menumpuk, serta dinamika siswa zaman sekarang membuat Risa merasa terbebani.

Baca Juga
  • Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi
  • BENGKEL OPINI RAKyat

Suatu hari, di ruang guru, Risa melontarkan keluhan, “Kenapa sekarang mengajar terasa begitu berat? Kurikulum terus berubah, siswa semakin sulit diarahkan, dan kita harus mengerjakan begitu banyak hal di luar tugas utama mengajar. Kadang, rasanya ingin menyerah.”

Rekan-rekan guru mendengarkan, namun suasana menjadi canggung. Beberapa mulai menghindari Risa, karena merasa energinya negatif. Bahkan, kepala sekolah memanggilnya untuk membicarakan performanya yang mulai menurun.

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • Walhi: Alih Fungsi Jadi Penyebab Kekeringan Aceh

Sore itu, Risa duduk sendirian di kelas setelah jam pelajaran selesai. Ia merenung, mencoba mencari kembali alasan mengapa ia memilih menjadi guru. Pandangannya jatuh pada papan tulis, tempat ia menuliskan pelajaran hari itu. Ia teringat betapa dulu ia bersemangat berbagi ilmu dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Saat itu, seorang guru senior, Bu Hana, mendekatinya. Dengan senyuman lembut, Bu Hana berkata, “Risa, kamu tahu filosofi kura-kura? Cangkang berat di punggung kura-kura memang membuatnya berjalan lambat, tetapi itu juga rumahnya. Tanpa cangkang itu, ia tidak punya perlindungan dan tidak punya tempat berlindung. Sama seperti kita sebagai guru. Mengajar mungkin terasa berat, tapi inilah rumah kita, tempat kita mencari nafkah dan memberi makna bagi hidup kita.”

Baca Juga
  • Bersama Wagub, Aminullah Tinjau Usaha Parfum “Minyeuk Pret”
  • Tan Malaka Pemuda Luar Biasa Yang Terlupakan Dari Tanah Sumatera Barat

Risa tertegun. Bu Hana melanjutkan, “Kuncinya adalah sabar dan menikmati perjalanan ini. Jangan biarkan keluhan merusak dirimu dan bagaimana orang lain memandangmu. Semakin kita mengeluh, semakin buruk dampaknya bagi karier kita, dan orang-orang di sekitar kita pun akan kehilangan respek. Sebaliknya, kalau kita menjalani tugas dengan tekun dan penuh inovasi, suasana kerja akan lebih menyenangkan, baik untuk kita maupun untuk siswa kita.”

Kata-kata Bu Hana menampar kesadaran Risa. Ia mulai melihat pekerjaannya dari sudut pandang yang berbeda. Esok harinya, ia datang ke kelas dengan semangat baru. Ia mencoba pendekatan kreatif dalam mengajar, lebih banyak tersenyum, dan berusaha menciptakan suasana belajar yang hangat.

Perlahan, perubahan itu dirasakan oleh siswa dan rekan-rekannya. Hubungan Risa dengan mereka membaik, dan ia mulai menikmati kembali perannya sebagai seorang guru.

**Pelajaran dari Risa**
Tugas mengajar, seperti cangkang kura-kura, memang terasa berat, tetapi ia adalah bagian dari kehidupan kita yang memberi perlindungan dan makna. Dengan kesabaran, ketekunan, dan sikap positif, setiap tantangan bisa dihadapi, dan perjalanan itu akan menjadi lebih menyenangkan.

 

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura - da5c2b97 0587 4098 8943 37d335ac5440 | Jalan-jalan | Potret Online

Transfer Ilmu dalam Gelap

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com