POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cinta itu Kemurnian Hati

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
June 1, 2025
Cinta itu Kemurnian Hati
🔊

Dengarkan Artikel

(Esai Reflektif tentang Kasih yang Menjernihkan Jiwa)

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Cinta bukan sekadar hasrat yang membara, tapi kejernihan hati yang meneduhkan.
Ia tumbuh tanpa pamrih, menjelma menjadi pelita yang menerangi relung-relung kemanusiaan.

Ketika cinta berpijak pada kemurnian, ia menjauh dari kepemilikan dan penguasaan.
Ia tidak menuntut balasan, sebab cinta sejati adalah memberi tanpa berharap kembali.

Hati yang murni tidak membatasi cinta dalam kategori pasangan, keluarga, atau sahabat.
Ia meluas seperti matahari yang menghangatkan siapa saja tanpa pandang bulu.

Cinta sejati tidak mencemaskan apakah ia akan diterima atau ditolak.
Ia cukup menjadi dirinya sendiri yang tulus, ikhlas, dan penuh pengorbanan.

Di tengah dunia yang serba transaksional, cinta yang murni menjadi oase batin.
Ia mengingatkan bahwa manusia sejatinya diciptakan untuk saling memuliakan.

Cinta murni adalah keberanian untuk peduli, meski mungkin tak dimengerti.
Ia tak lelah hadir dalam kesederhanaan untuk mendengar, memahami, dan menemani.

Kemurnian hati dalam mencintai bukan kelemahan, melainkan kekuatan.
Ia membuat manusia tidak silau pada pujian, dan tidak runtuh oleh penolakan.

Dalam relasi antar manusia, cinta yang murni menciptakan jembatan pengertian.
Ia meluruhkan prasangka, menghanguskan ego, dan menumbuhkan empati.

📚 Artikel Terkait

Misi Merampok Bank

Duta Puisi Esai Nasional dari Jateng Kunjungi DPK Blora, Jawa Tengah

Ansar Salihin dan Sulaiman Juned Menangkan Sayembara Penulisan di Balai Bahasa Aceh

“Anak Hebat, Guru Terlupakan”: Ironi Hari Anak Nasional di Negeri Seremonial

Cinta tak perlu selalu diucapkan, cukup ditanam dan dirawat dalam tindakan.
Senyum yang jujur, perhatian yang hening, adalah wujud-wujud cinta yang agung.

Orang yang mencintai dengan hati yang murni akan menjadi cahaya bagi sekelilingnya.
Ia hadir bukan untuk menuntut, melainkan untuk menumbuhkan kebaikan bersama.

Anak-anak yang tumbuh dalam cinta yang murni akan mengenal kasih tanpa luka.
Mereka akan belajar menyayangi, bukan menyakiti; memeluk, bukan memukul.

Kemurnian cinta menuntun manusia pada kepasrahan yang memuliakan.
Ia menerima bahwa segala sesuatu bisa berubah, namun kasih tetap tinggal.

Di dunia yang penuh hiruk pikuk dan saling curiga, cinta sejati adalah keajaiban.
Ia menembus batas, merangkul perbedaan, dan menciptakan kedamaian.

Cinta bukan milik mereka yang saling memiliki, tapi mereka yang saling memahami.
Karena cinta yang murni tidak melukai, tapi menyembuhkan.

Dalam spiritualitas, cinta adalah jalan yang membawa manusia kembali ke fitrah.
Ia menyatukan akal dan rasa, logika dan nurani, dalam harmoni yang luhur.

Cinta sejati tak pernah haus akan pengakuan, sebab ia tumbuh dari ketulusan batin.
Ia tak berpura-pura, tak berpolitik, hanya setia pada kejujuran perasaan.

Ketika kita mencintai dengan hati yang bersih, kita sedang membebaskan diri.
Membebaskan dari genggaman ego, dari belenggu dendam, dan kerak keserakahan.

Cinta itu kemurnian hati, karena ia memurnikan pula jiwa yang mencintai.
Ia membasuh luka, menghapus dendam, dan menyalakan cahaya dalam kegelapan.

Kita tak selalu bisa memiliki yang kita cintai, tapi kita selalu bisa mencintai.
Dan di sanalah letak kemuliaannya: cinta yang tetap hidup meski tak dibalas.

Mencintai dengan kemurnian hati adalah bentuk tertinggi dari kemanusiaan.
Ia menjadikan kita bukan hanya manusia, tetapi juga pelita kasih yang sejati. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan

Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00