POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Saat Ketulusan Itu Tidak Kau Percayai

RedaksiOleh Redaksi
May 23, 2025
Saat Ketulusan Itu Tidak Kau Percayai
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hendriyatmoko
Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora

Ratih duduk di bangku taman kampus, menatap layar ponselnya yang kosong dari notifikasi. Tidak ada pesan. Tidak ada panggilan. Tidak dari Ferdy, pria yang selama ini mengisi harinya—atau setidaknya, sebagian besar waktunya. Ia menggenggam erat jaket hitam pemberian Ferdy yang masih menghangatkan tubuhnya meski pria itu sendiri terasa semakin menjauh.

“Dia memang begitu, Ratih. Kamu tahu dia bukan tipe cowok romantis,” kata Ferda, temannya, yang duduk di samping.

Ratih menghela napas. “Aku tahu… tapi apa salah kalau sesekali aku ingin merasa dihargai? Disanjung?”


Ferdy sedang berdiri di bengkel kecil milik ayahnya, membetulkan motor yang mogok. Peluh membasahi dahinya, tapi pikirannya justru melayang ke Ratih. Ia tahu gadis itu marah. Ia tahu, dan ia tidak bisa menyalahkannya. Tapi ia juga tak tahu harus berkata apa.

“Anak muda sekarang kalau cinta ya bilang aja, jangan ditahan-tahan,” kata Sukron, ayahnya, sambil duduk menyeruput kopi.

Ferdy hanya mengangguk pelan. Ia bukan tipe pria yang pandai berkata manis. Cinta baginya bukan tentang bunga dan kata-kata, tapi tentang kehadiran, tentang kesetiaan.


Beberapa hari sebelumnya, Ratih melihat Ferdy duduk bersama Silvi dan Dewi di kantin. Mereka tertawa, dan meski ia tak tahu apa yang dibicarakan, hatinya terasa robek.

“Dia terlalu cuek, Intan. Bahkan waktu aku nangis di depan dia, reaksinya cuma, ‘Udah, jangan nangis’,” curhat Ratih di kamar kosnya.

“Dia memang keras, tapi kamu yakin dia nggak tulus?” tanya Sari hati-hati.

📚 Artikel Terkait

Perempuan di Kebun Pala

Lintasan Cahaya KH. Hasan Basri (2)

Aamiiin KAI

Dari Teman Jadi Sahabat di Jurnalistik

Ratih terdiam. Ia tak pernah meragukan kesetiaan Ferdy. Tapi hatinya yang haus perhatian selalu meminta lebih.


Satu malam, Ratih tak tahan lagi. Ia mengirim pesan panjang pada Ferdy, mengungkapkan kekecewaannya, rasa cemburunya, rasa tidak dihargainya.

Ferdy hanya membalas: “Kalau kamu mau pergi, aku nggak akan tahan. Tapi aku nggak pernah main-main sama kamu. Aku emang nggak pandai ngomong, tapi semua yang aku lakuin buat kamu itu dari hati.”

Ratih membaca pesan itu berulang kali. Kata-katanya kasar. Jujur. Tapi juga… nyata.


Waktu berlalu. Mereka tak saling menyapa. Teman-teman mereka mulai berbisik, mulai menggoda. Tapi baik Ferdy maupun Ratih tak membuka hati untuk yang lain.

Suatu sore, Ratih mengunjungi bengkel tempat Ferdy biasa membantu ayahnya. Ferdy yang melihatnya hanya menyeka tangan dan berdiri canggung.

“Kenapa kamu datang?” tanyanya singkat.

“Aku cuma mau tahu… kamu masih merasa aku penting?” tanya Ratih dengan suara lirih.

Ferdy menatap mata Ratih. Untuk pertama kalinya, ia merogoh saku dan mengeluarkan gantungan kunci kecil berbentuk huruf “R”.

“Aku bawa ini ke mana-mana. Biar inget, walau kamu sering marah, cemburu, kamu itu alasan aku kerja keras. Tapi kalau itu belum cukup buat buktiin ketulusan, ya aku nggak tahu lagi harus gimana.”

Air mata Ratih mengalir tanpa bisa ia tahan. Ia mendekat, menggenggam tangan Ferdy.

“Maaf… selama ini aku terlalu sibuk menuntut, sampai aku nggak lihat caramu mencintaiku.”

Ferdy mengangguk pelan. Ia tak berkata apa-apa. Tapi genggaman tangannya cukup erat untuk membuat Ratih tahu: ia tidak sendiri, dan takkan pernah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Saat Ketulusan Itu Tidak Kau Percayai

Menjaga Nyala Pena di Era Artificial Intelligence

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00