• Latest
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Mei 14, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Mei 14, 2025
Reading Time: 3 mins read
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Hanya di negeri ini persoalan ijazah selalu heboh. Ijazah Jokowi saja sudah membuat negeri ini bak sinetron yang tidak ada ujungnya. Ini tambah lagi ijazah karyawan yang ditahan pihak perusahaan. Sebelumnya terjadi di Surabaya, kali ini di Pekanbaru Riau. Siapkan kopi lagi wak, karena sinetron ijazah selalu enak dinikmati.

Inilah babak terbaru dari epos panjang Ijazah Tersandera: Wamenaker vs Sanel Tour & Travel, volume dua, tayang di Pekanbaru, Riau. Rabu, 14 Mei 2025, Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer Gerungan yang kita kenal akrab sebagai Noel, kembali menjejakkan kaki ke kantor Sanel. Ini perusahaan travel yang tampaknya lebih lihai dalam urusan hilang-menghilang dari Naruto dalam mode bayangan. Kedatangan ini bukan tanpa sebab. Ini adalah ziarah kenegaraan demi misi suci, menyelamatkan ijazah 47 mantan karyawan yang ditahan lebih erat dari rahasia negara.

Noel tidak datang sendiri. Ia menggandeng Gubernur Riau Abdul Wahid dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan. Mereka datang bukan untuk minum kopi atau booking paket umrah, tapi untuk bertemu Santi, pemilik perusahaan. Sayangnya, Santi sedang berada di Kuala Lumpur. Di Malaysia. Di luar negeri. Seolah negeri ini tidak cukup jauh dari logika hukum yang sehat.

Sang Wamenaker duduk menunggu di kantor itu, penuh harap, penuh cinta hukum, selama satu jam. Tapi yang datang bukan Santi, melainkan sunyi. Tak ada pemilik perusahaan. Tak ada penjelasan. Tak ada martabak pun yang disuguhkan. Satu jam yang terasa seperti pengulangan skripsi bab tiga yang terus direvisi. Ini adalah kali kedua Noel datang dan tetap gagal bertemu. Maka keluarlah kalimat paling manusiawi dari seorang pejabat negara, “Kesal banget.” Ini bukan sekadar ekspresi. Ini adalah tangisan batin negara yang merasa diludahi oleh entitas yang bahkan tak tahu apa itu etika.

Akhirnya, demi menegakkan wibawa negara yang sudah remuk redam oleh ketidakhadiran seorang Santi, Noel memerintahkan, tutup perusahaannya. Tidak pakai dalil filsafat, tidak pakai kajian Pancasila, tidak pakai seminar. Tutup. Selesai. Karena, katanya, “Ini sangat tidak menghargai negara.” Negara, wak, telah dilukai bukan dengan senjata, tapi dengan ketidakhadiran pemilik travel.

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026

Tentu, Santi tak tinggal diam. Dalam wawancara dengan Kompas.com, ia mengaku tidak tahu kalau tamunya adalah wakil menteri. “Jujur, kami tidak tahu bapak yang datang itu wakil menteri,” katanya. Pernyataan ini adalah mahakarya post-truth. Sebuah pengakuan yang melebihi absurditas karya-karya Kafka. Santi bahkan mengaku kaget karena suasana kurang kondusif. Mungkin ia pikir yang datang itu debt collector. Atau tetangga yang pinjam galon.

Ironisnya, Santi juga membantah telah menahan ijazah. Menurutnya, 12 karyawan yang sebelumnya mengadu, bukan karyawannya. Sekarang, jumlah korban melonjak jadi 47. Sungguh evolusi konflik yang cepat. Dari dua belas ke empat puluh tujuh. Ini bukan pertambahan, ini ledakan populasi ijazah yang tersandera. Bahkan KPU tidak secepat ini dalam rekapitulasi suara.

Di negeri ini, untuk mengambil ijazahmu sendiri, kau harus mengadu ke media, memanggil polisi, menunggu kedatangan pejabat pusat, dan berharap pemilik perusahaan tidak sedang jalan-jalan ke luar negeri. Jika Tuhan menciptakan hukum untuk menegakkan keadilan, maka manusia di negeri ini menciptakan birokrasi untuk menjadikannya parodi.

Selamat datang di Indonesia, tanah air beta. Tempat di mana ijazah bisa ditahan seperti napi korupsi, ijazah bisa disidangkan, ijazah diforensik, dan hukum ketenagakerjaan berubah jadi opera sabun tanpa sabun.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Menjadi Guru Influencer yang Berdampak bagi Peserta Didik dan Ekosistem Pendidikan

Menjadi Guru Influencer yang Berdampak bagi Peserta Didik dan Ekosistem Pendidikan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com