• Latest
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 2025 05 14 19 27 16 | # Ironi | Potret Online

Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Mei 14, 2025
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db

Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri

April 19, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 14, 2025
in # Ironi, #Ijazah, #Sandera, Lensa, UMKM
Reading Time: 3 mins read
0
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 2025 05 14 19 27 16 | # Ironi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Hanya di negeri ini persoalan ijazah selalu heboh. Ijazah Jokowi saja sudah membuat negeri ini bak sinetron yang tidak ada ujungnya. Ini tambah lagi ijazah karyawan yang ditahan pihak perusahaan. Sebelumnya terjadi di Surabaya, kali ini di Pekanbaru Riau. Siapkan kopi lagi wak, karena sinetron ijazah selalu enak dinikmati.

Inilah babak terbaru dari epos panjang Ijazah Tersandera: Wamenaker vs Sanel Tour & Travel, volume dua, tayang di Pekanbaru, Riau. Rabu, 14 Mei 2025, Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer Gerungan yang kita kenal akrab sebagai Noel, kembali menjejakkan kaki ke kantor Sanel. Ini perusahaan travel yang tampaknya lebih lihai dalam urusan hilang-menghilang dari Naruto dalam mode bayangan. Kedatangan ini bukan tanpa sebab. Ini adalah ziarah kenegaraan demi misi suci, menyelamatkan ijazah 47 mantan karyawan yang ditahan lebih erat dari rahasia negara.

Noel tidak datang sendiri. Ia menggandeng Gubernur Riau Abdul Wahid dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan. Mereka datang bukan untuk minum kopi atau booking paket umrah, tapi untuk bertemu Santi, pemilik perusahaan. Sayangnya, Santi sedang berada di Kuala Lumpur. Di Malaysia. Di luar negeri. Seolah negeri ini tidak cukup jauh dari logika hukum yang sehat.

Sang Wamenaker duduk menunggu di kantor itu, penuh harap, penuh cinta hukum, selama satu jam. Tapi yang datang bukan Santi, melainkan sunyi. Tak ada pemilik perusahaan. Tak ada penjelasan. Tak ada martabak pun yang disuguhkan. Satu jam yang terasa seperti pengulangan skripsi bab tiga yang terus direvisi. Ini adalah kali kedua Noel datang dan tetap gagal bertemu. Maka keluarlah kalimat paling manusiawi dari seorang pejabat negara, “Kesal banget.” Ini bukan sekadar ekspresi. Ini adalah tangisan batin negara yang merasa diludahi oleh entitas yang bahkan tak tahu apa itu etika.

Akhirnya, demi menegakkan wibawa negara yang sudah remuk redam oleh ketidakhadiran seorang Santi, Noel memerintahkan, tutup perusahaannya. Tidak pakai dalil filsafat, tidak pakai kajian Pancasila, tidak pakai seminar. Tutup. Selesai. Karena, katanya, “Ini sangat tidak menghargai negara.” Negara, wak, telah dilukai bukan dengan senjata, tapi dengan ketidakhadiran pemilik travel.

Tentu, Santi tak tinggal diam. Dalam wawancara dengan Kompas.com, ia mengaku tidak tahu kalau tamunya adalah wakil menteri. “Jujur, kami tidak tahu bapak yang datang itu wakil menteri,” katanya. Pernyataan ini adalah mahakarya post-truth. Sebuah pengakuan yang melebihi absurditas karya-karya Kafka. Santi bahkan mengaku kaget karena suasana kurang kondusif. Mungkin ia pikir yang datang itu debt collector. Atau tetangga yang pinjam galon.

Ironisnya, Santi juga membantah telah menahan ijazah. Menurutnya, 12 karyawan yang sebelumnya mengadu, bukan karyawannya. Sekarang, jumlah korban melonjak jadi 47. Sungguh evolusi konflik yang cepat. Dari dua belas ke empat puluh tujuh. Ini bukan pertambahan, ini ledakan populasi ijazah yang tersandera. Bahkan KPU tidak secepat ini dalam rekapitulasi suara.

Di negeri ini, untuk mengambil ijazahmu sendiri, kau harus mengadu ke media, memanggil polisi, menunggu kedatangan pejabat pusat, dan berharap pemilik perusahaan tidak sedang jalan-jalan ke luar negeri. Jika Tuhan menciptakan hukum untuk menegakkan keadilan, maka manusia di negeri ini menciptakan birokrasi untuk menjadikannya parodi.

Selamat datang di Indonesia, tanah air beta. Tempat di mana ijazah bisa ditahan seperti napi korupsi, ijazah bisa disidangkan, ijazah diforensik, dan hukum ketenagakerjaan berubah jadi opera sabun tanpa sabun.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 2025 05 14 19 40 53 | # Ironi | Potret Online

Menjadi Guru Influencer yang Berdampak bagi Peserta Didik dan Ekosistem Pendidikan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com