POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home # Ironi

Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 14, 2025
in # Ironi, #Ijazah, #Sandera, Lensa, UMKM
0
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 2025 05 14 19 27 16 | # Ironi | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Hanya di negeri ini persoalan ijazah selalu heboh. Ijazah Jokowi saja sudah membuat negeri ini bak sinetron yang tidak ada ujungnya. Ini tambah lagi ijazah karyawan yang ditahan pihak perusahaan. Sebelumnya terjadi di Surabaya, kali ini di Pekanbaru Riau. Siapkan kopi lagi wak, karena sinetron ijazah selalu enak dinikmati.

Inilah babak terbaru dari epos panjang Ijazah Tersandera: Wamenaker vs Sanel Tour & Travel, volume dua, tayang di Pekanbaru, Riau. Rabu, 14 Mei 2025, Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer Gerungan yang kita kenal akrab sebagai Noel, kembali menjejakkan kaki ke kantor Sanel. Ini perusahaan travel yang tampaknya lebih lihai dalam urusan hilang-menghilang dari Naruto dalam mode bayangan. Kedatangan ini bukan tanpa sebab. Ini adalah ziarah kenegaraan demi misi suci, menyelamatkan ijazah 47 mantan karyawan yang ditahan lebih erat dari rahasia negara.

Baca Juga
  • Ilustrasi artikel
    # Ironi
    Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf
    27 Mar 2026
  • 02
    # Ironi
    HABA Si PATok
    09 Sep 2025

Noel tidak datang sendiri. Ia menggandeng Gubernur Riau Abdul Wahid dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan. Mereka datang bukan untuk minum kopi atau booking paket umrah, tapi untuk bertemu Santi, pemilik perusahaan. Sayangnya, Santi sedang berada di Kuala Lumpur. Di Malaysia. Di luar negeri. Seolah negeri ini tidak cukup jauh dari logika hukum yang sehat.

Sang Wamenaker duduk menunggu di kantor itu, penuh harap, penuh cinta hukum, selama satu jam. Tapi yang datang bukan Santi, melainkan sunyi. Tak ada pemilik perusahaan. Tak ada penjelasan. Tak ada martabak pun yang disuguhkan. Satu jam yang terasa seperti pengulangan skripsi bab tiga yang terus direvisi. Ini adalah kali kedua Noel datang dan tetap gagal bertemu. Maka keluarlah kalimat paling manusiawi dari seorang pejabat negara, “Kesal banget.” Ini bukan sekadar ekspresi. Ini adalah tangisan batin negara yang merasa diludahi oleh entitas yang bahkan tak tahu apa itu etika.

Baca Juga
  • Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 2025 05 28 17 08 28 | # Ironi | Potret Online
    # Ironi
    Tragedi Pelamar Kerja, 2.517 Lowongan, Pelamar 25 Ribu
    28 Mei 2025
  • Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 4daf0151 3850 4f32 8ba6 cee7672076f7 | # Ironi | Potret Online
    # Ironi
    Dewa Intelijen Tersesat di Lorong Gaza
    20 Okt 2025

Akhirnya, demi menegakkan wibawa negara yang sudah remuk redam oleh ketidakhadiran seorang Santi, Noel memerintahkan, tutup perusahaannya. Tidak pakai dalil filsafat, tidak pakai kajian Pancasila, tidak pakai seminar. Tutup. Selesai. Karena, katanya, “Ini sangat tidak menghargai negara.” Negara, wak, telah dilukai bukan dengan senjata, tapi dengan ketidakhadiran pemilik travel.

Tentu, Santi tak tinggal diam. Dalam wawancara dengan Kompas.com, ia mengaku tidak tahu kalau tamunya adalah wakil menteri. “Jujur, kami tidak tahu bapak yang datang itu wakil menteri,” katanya. Pernyataan ini adalah mahakarya post-truth. Sebuah pengakuan yang melebihi absurditas karya-karya Kafka. Santi bahkan mengaku kaget karena suasana kurang kondusif. Mungkin ia pikir yang datang itu debt collector. Atau tetangga yang pinjam galon.

Baca Juga
  • 01
    -#Judi online
    Budi Arie Setiadi Unfollow
    15 Sep 2025
  • Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 1000889612_11zon | # Ironi | Potret Online
    # Ironi
    Belajar Dari Kasus Nadiem Makarim
    05 Sep 2025

Ironisnya, Santi juga membantah telah menahan ijazah. Menurutnya, 12 karyawan yang sebelumnya mengadu, bukan karyawannya. Sekarang, jumlah korban melonjak jadi 47. Sungguh evolusi konflik yang cepat. Dari dua belas ke empat puluh tujuh. Ini bukan pertambahan, ini ledakan populasi ijazah yang tersandera. Bahkan KPU tidak secepat ini dalam rekapitulasi suara.

Di negeri ini, untuk mengambil ijazahmu sendiri, kau harus mengadu ke media, memanggil polisi, menunggu kedatangan pejabat pusat, dan berharap pemilik perusahaan tidak sedang jalan-jalan ke luar negeri. Jika Tuhan menciptakan hukum untuk menegakkan keadilan, maka manusia di negeri ini menciptakan birokrasi untuk menjadikannya parodi.

Selamat datang di Indonesia, tanah air beta. Tempat di mana ijazah bisa ditahan seperti napi korupsi, ijazah bisa disidangkan, ijazah diforensik, dan hukum ketenagakerjaan berubah jadi opera sabun tanpa sabun.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Nikmat Hujan Turun

Next Post

Menjadi Guru Influencer yang Berdampak bagi Peserta Didik dan Ekosistem Pendidikan

Next Post
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas - 2025 05 14 19 40 53 | # Ironi | Potret Online

Menjadi Guru Influencer yang Berdampak bagi Peserta Didik dan Ekosistem Pendidikan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah