Dengarkan Artikel
Senyum Tulus
Oleh: Hajriah RE
Sapa dan canda terlontar lepas
Wajah ceria hias senja
Seiring mentari, kembali ke peraduan
Binar cahayanya menerpa, senyum indah tercipta
Tatkala berpisah, doa dilantunkan
Bertemu muka di lain kesempatan
Peluk erat enggan lepaskan
Sahabat dalam suka dan duka
Senyum terukir tiada jeda
Temani jemari rangkai aksara
Bertukar kabar hingga malam
Gawai redup tanda usai
Saat bertemu kembali
Riang suasana hempaskan rindu
Keluh kesah menguar, laiknya daun berguguran
Tangan bertaut, saling menguatkan
Mataram, 7 Mei 2025
Imam yang Ditunggu
Oleh: Hajriah RE
Langkah sering terhenti, luka ditorehkan kembali
Bukan kalah, mengalah jalan tengah
Bukan jodoh, kata penghibur
Di tengah gersang gurun cinta
📚 Artikel Terkait
Waktu bergulir, sendiri menepi
Tiada kumbang mendekat, bunga layu sebelum dihisap
Katanya, “Bunga terlalu indah tuk tempat singgah.”
Sepi dirasa, menyendiri berbalut rindu
Suara menggelegar, bangunkan tidur panjang
Berdiri tegak, bercahaya di balik seragam loreng
Tubuh tidak tinggi, kulit pun bukan putih
Kharisma terpancar, decak kagum terdengar
Sambut uluran tangan, bukan pelampiasan
Jawaban doa sepertiga malam
Takdir jodoh, dekap erat
Imam yang ditunggu, penuhi janji
Mataram, 5 Mei 2025
Puisi Menjelajah
Oleh: Hajriah RE
satu pintu diketuk, jawaban belum bersambut
kaki menuntun ketuk pintu lainnya, salam sapa tak lupa
hati bergetar, terharu dan bahagia
tatkala seluruh pintu terbuka, obrolan riang rangkai pesona
mata terasa berat, raga letih melampaui jarak tempuh
terbayar sudah, canda dan tawa hias malam laksana bintang
rangkaian aksara mengalir menembus ribuan kilo
puisi tercipta, indah tiada cela
hawari, berbalas kata tebar bahagia
tangan menjelajah, tak lelah terbangkan aksara bertanya kabar
doa disematkan, ikhlas terucap
walau tak bertemu muka, tiada beda
Mataram, 30 Maret 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






