• Latest
Ziarah Asam Pedas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Ziarah Asam Pedas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Mei 11, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ziarah Asam Pedas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Redaksiby Redaksi
Mei 11, 2025
Reading Time: 2 mins read
Ziarah Asam Pedas Menuju Kebahagiaan Hakiki
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Tiga hari libur. Sebuah momen langka yang lebih langka dari senyuman tulus dari debt collector. Ini saatnya liburan. Bagi yang suka julid, baper akut, iri kronis, dan alergi terhadap kebahagiaan orang lain, liburan wak. Percayalah, liburan bukan hanya kebutuhan jasmani, tapi juga eksorsisme jiwa. Biar otak di-reset. Biar aura dendam kesumat itu bisa kembali netral seperti air cucian beras.

Maka kami sekeluarga melakukan ziarah kuliner dan kontemplasi eksistensial ke tempat suci bernama Tanjung Bajau, Singkawang. Sebuah destinasi wisata yang katanya bisa menyembuhkan luka batin hanya dengan duduk memandangi batu-batu pasrah di tepi pantai. Tapi, tentu saja, sebelum sampai ke puncak pencerahan spiritual itu, kami harus melewati ritual perut, yang sering diabaikan orang-orang modern yang terlalu percaya kopi bisa menggantikan makan siang.

Kami mampir di sebuah tempat sakral, dulu namanya Kafe Galaherang, sekarang bersolek menjadi Bandar Mempawah. Jangan tertipu oleh namanya yang terdengar seperti pelabuhan penyelundupan cinta, karena di sinilah kenikmatan hakiki dan kedamaian semesta disajikan dalam bentuk ikan berkuah merah.

Saya, seorang peziarah kuliner yang tidak gampang tergoda oleh gimmick promo ShopeeFood, langsung memesan ikan asam pedas Senangin. Ini bukan sembarang ikan. Ini Senangin, ikan yang tampaknya mati dengan ikhlas demi menyatukan umat manusia lewat citarasa. Saat kuah asamnya menyentuh lidah, saya mendadak tercerahkan, inilah esensi hidup, asam, pedas, dan penuh duri, tapi tetap bisa dinikmati jika dimasak dengan cinta.

Lalu datanglah bala bantuan, pakis (miding) tumbuhan hutan yang dipanen dengan air mata harapan. Disusul telur dadar, simbol kesetiaan rumah tangga, dan sambal udang, pemantik api cinta di dalam perut. Semuanya bersatu padu, menciptakan simfoni rasa yang membuat saya ingin mendeklarasikan perdamaian dunia di atas meja makan.

Dalam keheningan penuh kunyahan, saya sadar satu hal penting,
perut yang damai melahirkan jiwa yang waras.
Perut lapar? Jangan salahkan kalau tiba-tiba kamu debat kusir di kolom komentar Instagram artis.
Perut kenyang? Bahkan mantan pun terasa bisa dimaafkan.

Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Setelah ritual makan dan istirahat yang hampir menyerupai retret rohani itu, kami pun melanjutkan perjalanan. Menuju Tanjung Bajau, bukan lagi sebagai wisatawan biasa, tapi sebagai manusia baru yang sudah bertobat lewat asam pedas.

Saya pun berjanji dalam hati, jika dunia ingin damai, beri setiap pemimpin se-mangkuk ikan asam pedas.
Minimal, biar mereka diam sejenak, ngunyah dulu sebelum ngumbar amarah.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Pemimpin yang Lupa Menjadi Manusia

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com