POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Sumatera Utara

Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir?

Feri Irawan by Feri Irawan
Desember 24, 2025
in #Sumatera Utara, Aceh, Banjir, Banjir bandang, Bencana, Essay, Kebencanaan, Mitigasi bencana, Sumatera Barat
0
Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir? - IMG_9086 | #Sumatera Utara | Potret Online

Oleh Feri Irawan

Bencana Hydrometeorologi meninggalkan luka yang tak bisa sembuh dalam sekejap. Infrastruktur rusak, alam menanti pemulihan, dan ekonomi warga berjuang mencari pijakan baru. Proses ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan keberpihakan nyata.

Bencana tidak lahir hanya dari hujan. Hujan deras tidak otomatis menjadi petaka bila hutan masih lebat dan tanah masih kuat memeluk air. Di situlah simpul masalah mengeras: benteng alam di hulu sudah lama rapuh.

Baca Juga
Aceh
LAJULAH BIDUKKU LAJU, ACEH LON SAYANG
22 Jun 2021

Ketika hujan jatuh tanpa jeda, air tak lagi punya cukup akar untuk disinggahi. Ia meluncur deras, menyeret tanah yang ringkih, menjadikannya longsor dan banjir bandang. Cuaca memberi tekanan; tata kelola lahan memberi jalan.

Lalu, siapa yang tanggung mata pencaharian pasca bencana ini? Siapa yang tanggung ratusan rumah yang hancur? Siapa yang mau bersihkan rumah tertimbun? Siapa yang tanggung rusak dan putusnya jalan? Siapa yang perbaiki sawah? Siapa yang perbaiki kebun? Siapa yang perbaiki tambak-tambak ikan? Siapa yang perbaiki peternakan dan lain-lain yang sudah tertimbun lumpur yang tinggi? Siapa yang tanggung jembatan-jembatan yang rusak dan putus? Siapa yang tanggung sekolah yang kini halamannya menjadi sungai? Siapa?

Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir? - 2025 07 16 17 11 10 | #Sumatera Utara | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Makna Kebaikan Sejati dan Ukhuwah Islamiyah/Basyariyah
16 Jul 2025

Lumpur masih menggunung di permukiman, sungai masih disesaki jutaan batang kayu. Ke mana mereka harus pulang?

Negara harus sadar, mereka bukan hanya korban air dan tanah, tetapi korban dari kegagalan sistem dalam menjaga keseimbangan alam.

Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir? - c846b84c 908e 4bf9 8ac8 c3f4d88eb3ac | #Sumatera Utara | Potret Online
Baca Juga
#Sumatera Utara
Pelajaran Pahit dari Banjir Aceh–Sumut–Sumbar: Mengapa Hutan Kita Hancur dan Negara Gagal Belajar
06 Des 2025

Bencana kali ini adalah akumulasi dosa ekologis. Ia buah kebijakan yang lama abai dan terlalu permisif terhadap perusakan alam.

Sampai kapan kita menormalisasi bencana ini sebagai takdir? Di tangan-tangan “merekalah” yang merusak keseimbangannya sehingga membuat jeritan lebih dari 1.400 keluarga hancur dalam semalam.

Orang-orang menyebut frasa: “tsunami kedua”. Ini cara sederhana menamai duka yang terasa serupa dalamnya dengan 2004.

Jika negara tak mau berkata jujur, maka alam akan terus mengingatkan kita.

Next Post
Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir? - e4c66412 aa1c 4af5 8d2b bfcb8453f20f | #Sumatera Utara | Potret Online

Dari Alumni SMANSA Bima, NTB, untuk Saudara Kami di Aceh: Ketika Empati Menemukan Jalannya

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah