• Latest
Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir? - IMG_9086 | #Sumatera Utara | Potret Online

Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir?

Desember 24, 2025
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db

Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri

April 19, 2026
IMG_0835

Menurunnya Religiusitas Pada Remaja Muslim

April 18, 2026
IMG_0831

Hutan Bukan Sekadar Istilah

April 18, 2026
33797609-7ef3-4b0d-b699-3cbf2d8610b2

Sastra FLS3N Jawa Timur Dalam Kegelisahan Tanda Tanya Besar

April 18, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir?

Feri Irawan by Feri Irawan
Desember 24, 2025
in #Sumatera Utara, Aceh, Banjir, Banjir bandang, Bencana, Essay, Kebencanaan, Mitigasi bencana, Sumatera Barat
Reading Time: 2 mins read
0
Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir? - IMG_9086 | #Sumatera Utara | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Feri Irawan

Bencana Hydrometeorologi meninggalkan luka yang tak bisa sembuh dalam sekejap. Infrastruktur rusak, alam menanti pemulihan, dan ekonomi warga berjuang mencari pijakan baru. Proses ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan keberpihakan nyata.

Bencana tidak lahir hanya dari hujan. Hujan deras tidak otomatis menjadi petaka bila hutan masih lebat dan tanah masih kuat memeluk air. Di situlah simpul masalah mengeras: benteng alam di hulu sudah lama rapuh.

Ketika hujan jatuh tanpa jeda, air tak lagi punya cukup akar untuk disinggahi. Ia meluncur deras, menyeret tanah yang ringkih, menjadikannya longsor dan banjir bandang. Cuaca memberi tekanan; tata kelola lahan memberi jalan.

Lalu, siapa yang tanggung mata pencaharian pasca bencana ini? Siapa yang tanggung ratusan rumah yang hancur? Siapa yang mau bersihkan rumah tertimbun? Siapa yang tanggung rusak dan putusnya jalan? Siapa yang perbaiki sawah? Siapa yang perbaiki kebun? Siapa yang perbaiki tambak-tambak ikan? Siapa yang perbaiki peternakan dan lain-lain yang sudah tertimbun lumpur yang tinggi? Siapa yang tanggung jembatan-jembatan yang rusak dan putus? Siapa yang tanggung sekolah yang kini halamannya menjadi sungai? Siapa?

Lumpur masih menggunung di permukiman, sungai masih disesaki jutaan batang kayu. Ke mana mereka harus pulang?

Negara harus sadar, mereka bukan hanya korban air dan tanah, tetapi korban dari kegagalan sistem dalam menjaga keseimbangan alam.

Bencana kali ini adalah akumulasi dosa ekologis. Ia buah kebijakan yang lama abai dan terlalu permisif terhadap perusakan alam.

Sampai kapan kita menormalisasi bencana ini sebagai takdir? Di tangan-tangan “merekalah” yang merusak keseimbangannya sehingga membuat jeritan lebih dari 1.400 keluarga hancur dalam semalam.

Orang-orang menyebut frasa: “tsunami kedua”. Ini cara sederhana menamai duka yang terasa serupa dalamnya dengan 2004.

Jika negara tak mau berkata jujur, maka alam akan terus mengingatkan kita.

Share234SendTweet146Share
Feri Irawan

Feri Irawan

Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Next Post
Sampai Kapan Menormalisasi Bencana Ini sebagai Takdir? - e4c66412 aa1c 4af5 8d2b bfcb8453f20f | #Sumatera Utara | Potret Online

Dari Alumni SMANSA Bima, NTB, untuk Saudara Kami di Aceh: Ketika Empati Menemukan Jalannya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com