POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh

Wajah Lain Takengon, Beragam Kesenian dan Budaya

Redaksi by Redaksi
Agustus 17, 2018
in Aceh, Budaya, Gayo, PKA 7, seni
0

Sebagai negeri penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kabupaten Aceh Tengah tidak hanya sekadar menyuguhkan soal hasil alam mereka. Daerah yang terletak di dataran tinggi gayo ini menyimpan cukup banyak cerita ragam budaya, dan keseniannya. Seperti tarian Sining, kesenian tradisional ini akan ditampilkan perdana dalam pagelaran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII.

Tarian Sining akan ditampilkan untuk pertama kalinya di hadapan masyarakat Aceh, Selasa (14/8/2018) malam, di panggung utama PKA VII, taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Kesenian ini merupakan sesuatu hal baru dari Aceh Tengah yang belum pernah ditampilkan.

“Tarian ini baru kita hadirkan sejak Januari 2018 lalu. Kita akan menghadirkan sesuatu yang baru dari daerah dataran tinggi kepada seluruh masyrakat Aceh malam nanti,” kata Uswatuddin, Ketua Kontingen Aceh Tengah.

Wajah Lain Takengon,  Beragam Kesenian dan Budaya - IMG_2253 | Aceh | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Dari Heroisme Laksamana Keumalahayati Hingga Marsinah yang Perlu dan Patut Direnungkan Pada Setiap Hari Ibu, 22 Desember
18 Des 2024
Selengkapnya

Dikatakannya, tarian Sining telah memperoleh sertifikat dari Kementerian Hukum dan Ham dan diakui menjadi warisan budaya tak benda. Uswatuddin menjelaskan, tarian ini belum pernah ditampilkan sebelumnya. Dimainkan oleh dua orang lelaki di mana seorang penari akan menari di atas bara. Tarian ini jauh berbeda dengan tari guel.

“Kesenian ini belum pernah kita tampilkan sebelumnya. Tarian ini berbeda dengan tari guel, karena penarinya cuma laki-laki 2 orang. Satu di atas bara dan satu di bawahnya,” ujar Uswatuddin.

01
Baca Juga
Aceh
Aceh Bebas Banjir, Mungkinkah?
05 Nov 2018
Selengkapnya

“Tarian ini adalah kesenian untuk penyambutan tamu juga sebenarnya. Namun ia menceritakan tentang burung malam. Dimainkan di atas bara serta udah diakui dan diliti oleh kementerian. Ini adalah sesuatu yang baru bagi Aceh Tengah,” tambahnya.

Disamping itu, selama berlangsung PKA VII, Uswatuddin mengaku anjungan mereka mendapatanimo masyarakat yang luar biasa. Banyak dari pengunjung penasaran tentang adat, budaya, bahkan ingin belajar bahasa gayo.

Wajah Lain Takengon,  Beragam Kesenian dan Budaya - 18d0a399 29ad 4e57 9cdb 3e5246b8fdcf | Aceh | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Forum Keluarga Aceh Pabasko dan IPMA Gelar Rapat Persiapan Peringatan Dua Dekade Tsunami
23 Des 2024
Selengkapnya

“Mulai dari hari pertama hingga saat ini atmosfir kita dapatkan, kami melihat pengunjung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi tentang Gayo itu sendiri. Karena memang selain menghadirkan replika manusia purbakala, kita juga menghadirkan ada juga aksara gayo,” kata Uswatuddin, yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah.

Previous Post

Darah Juang Sang Pahlawan

Next Post

INOVASI PRODUK OLAHAN LIMBAH KULIT NANAS MADU

Next Post

INOVASI PRODUK OLAHAN LIMBAH KULIT NANAS MADU

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah