• Latest
Hidup Menggaya

Hidup Menggaya

Mei 7, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Hidup Menggaya

Redaksiby Redaksi
Mei 7, 2025
Reading Time: 2 mins read
Hidup Menggaya
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Muslimin Lamongan

Seorang teman guru sekaligus bendahara sekolah swasta mengeluhkan seretnya pembayaran siswa. Bukan iuran bulanan atau SPP. Hanya tanggungan untuk kegiatan siswa itu sendiri. Sekolah tingkat SMP itu tidak memungut biaya pendaftaran. Tidak menarik uang gedung. Bahkan saat pendaftaran siswa baru, calon siswa diberi 3 stel seragam baru dan tas sekolah. Bagi siswa yang tidak mampu pun diberi keringanan biaya.

Sang guru penasaran apakah fenomena seperti itu hanya terjadi di sekolahnya. Apakah sekolah lain juga sama mengalaminya. Apakah ini pertanda tingkat pendapatan ekonomi rakyat turun drastis. Tidak juga, kata sang teman. Orang tua siswa, katanya, terutama ibu-ibu, gawai atau hapenya bagus-bagus. Motornya sudah tidak ada tahun 70-80an. Matic baru, tidak tahu kontan atau kredit. Kalau pertemuan orang tua, busananya juga tidak murahan dan terlihat masih baru.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Lalu saya bilang pada sang teman bahwa ekonomi memang sedang lesu. Banyak PHK terjadi di mana-mana. Perikanan dan peternakan tak membaik. Pertanian, pupuk dan obat harganya mahal, bila panen harga gabah anjlok. Lalu terbayang kelingan waktu saya sekolah SMP dan SMA dulu. Zaman Orde Baru, bapak saya tukang becak dan mak buruh tani. Menyekolahkan saya dan 4 adik saya. Betapa berat rasanya menanggung beban. Namun saya tidak pernah mendengar keluhan beliau berdua. Apalagi air mata tangis kepiluan.

Untuk urusan biaya sekolah, mak dan bapak selalu sigap bertandang. Kalau memang tidak punya sama sekali, rela berutang ke keluarga atau tetangga. Nanti kalau ada rezeki baru dilunasi. Tidak heran bila hari raya saya dan adik-adik sering tidak berbaju baru. Untung paman dan bibi sering memberi, meski bekas terpakai, tetapi masih terlihat baru. Uang saku sekolah pun kami dilatih prihatin. Waktu SMP uang saku saya 50 rupiah selama 3 tahun. Waktu SMA naik 100 rupiah selama 3 tahun juga.

Kembali ke keluhan sang teman tadi. Rasanya juga tidak salah dugaannya. Banyak orang tua siswa, yang relatif masih muda-muda, terjangkit hidup menggaya. Dengan masifnya tayangan stereotipe tampilan fisik yang memesona, banyak orang terlena. Mendahulukan gebyar raga, tampil narsis untuk dilihat banyak orang, menjadi keinginan yang mendera.

Akhir-akhir ini, fenomena itu menggurita, menjadi kejaran baru yang menggairah. Tidak peduli kondisi berbanding terbalik dengan ambisi. Yang penting orang tahu dia wah, padahal hidupnya payah. Padahal sebenarnya mereka sadar: dunia tipu-tipu bisa terjerumus dan layu. Tetapi ya sudahlah, yang penting sekarang like dan notifikasi bertambah.

Dengan demikian, perlu adanya edukasi medsos yang bijak. Perlu adanya sosialisasi pentingnya mendahulukan pendidikan anak. Oleh dinas pendidikan terkait terutama kepada sekolah swasta. Semoga……

ADVERTISEMENT

Lamongan, 5 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Setelah 26 Nyawa Melayang, India Memilih Perang dengan Pakistan

Setelah 26 Nyawa Melayang, India Memilih Perang dengan Pakistan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com